Matius 5, Khotbah dibukit

photoMatius 5 atau terkenal dengan khotbah dibukit adalah bagian dari alkitab yang paling indah, tetapi juga paling mengerikan. Bagi kebanyakan orang percaya, kalau kita baca dengan sepintas, kita akan berkata ya, bagus. Tetapi bagi yang serius ingin mengamalkan setiap ucapan Yesus kita bakal menghadapi sesuatu ketidak mungkinan yang meresahkan orang yang bersungguh sungguh

Ada berbagai pandangan akan ayat2 ini. Kebanyakan orang mengatakan bahwa ini adalah patokan hidup seorang Kristen, dan kita harus berjuang untuk memenuhi tuntutan dari ayat2 ini. Saya pernah diajar bahwa “Taurat adalah standar hukum untuk orang Irael, dan orang Israel sudah gagal memenuhi tuntutan Taurat. Tetapi kita dibawah kasih karunia sekarang menghadapi tuntutan yang lebih berat, dan oleh Roh Kudus kita akan mampu memenuhi tuntutan yang lebih tinggi dari Yesus”.

Tetapi , kesimpulan semacam diatas tidak memenuhi ajaran Yesus secara menyeluruh. Dia tidak mengajar orang Kristen untuk menghidupi apa yang Dia ajarkan dibukit. Tetapi pada waktu itu Yesus sedang meyakinkan orang Yahudi mengenai kesempurnaan dibawah Taurat. Coba perhatikan kebenaran yang harus dicapai sebelum bisa masuk ke kerajaanNya:

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Matius 5:20

Dengan kata lain, kalau kebenaran mereka tidak bisa melebihi para ahli Taurat dan orang Farisi, atau walaupun perbuatan mereka sudah benar, tetapi memiliki hati yang berdosa, maka mereka tidak dapat masuk ke kerajaan. Kita semua sudah mengerti bahwa para Farisi sudah melakukan hukum Taurat secara fisik dengan sangat bagus. Bahkan Paulus berkata di Filipi 3:6 tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Yesus menghendaki mereka agar tidak saja melakukan secara fisik, tetapi juga kesempurnaan yang sesungguhnya didalam hati. Yesus mengajarkan bahwa kondisi manusia yang didalam memiliki kodrat yang berdosa. Mereka mampu kelihatan bergama dengan baik, tetapi di hati yang terdalam, sesuatu harus berubah.

Dosa, sebenarnya berada didalam hati. Coba lihat kata2 Yesus dibawah:

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Matius 5:27-28

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Matius 5:22

Kita yang setelah membaca khotbah dibukit dan berkata, – yah mari kita melakukan apa yang Yesus perintahkan, – sebenarnya tidak mengerti esensi apa yang Yesus sudah katakan. Tetapi kalau kita membaca dengan benar, kita baru mengerti bahwa mengerjakan 10 perintah Allah mungkin kita mampu secara fisik, tetapi Yesus tidak berkata untuk melakukan  apa yang diperintahkan oleh huruf2 itu, tetapi Yesus meminta perubahan hati. Dan kita semua tau hati kita tidak bisa diperintah. Kita bisa mengubah tingkah laku kita, tetapi tidak ada satupun yang bisa kita lakukan untuk mengubah hati kita.

Yesus berkata bahwa kita tidak dikenankan untuk bercerai. Tetapi bercerai diperbolehkan dalam kasus perjinahan. Namun, ada kondisi yang lebih sulit, yaitu orang yang mau menikah dengan seseorang yang sudah cerai, akan dianggap berjinah. Dengan kata lain. seorang wanita atau pria yang bercerai, kalau menurut ajaran Yesus, tidak ada orang yang akan berani mengawininya, karena selama hidupnya akan selalu dianggap berjinah.

Khotbah dibukit adalah sesuatu yang indah karena Tuhan berbicara mengenai perubahan hati. Namun itu juga sesuatu kemustahilan bagi kita semua. Tambah kita merenungkan fasal itu, kita akan tambah merasa bersalah dan tambah merasa tidak mampu sampai menuju kepada keputus asaan, tentu bagi yang benar benar mau menanggapi apa yang tertulis.

Namun kalau kita renungkan, keputus asaan kita sebenarnya adalah suatu blessing in disguise. Kita akan berseru, bagaimana ini Tuhan. Apakah mungkin aku masuk kerajaanMu. Mungkinkah aku hidup tanpa melanggar apa yang dikehendaki Tuhan. Mungkin dengan berusaha keras, kita akan mampu mentaati firman, tetapi hati kita? Siapa yang mampu mengubah hati sendiri? Apakah kita mampu memberi instruksi pada hati kita untuk tidak membenci, dan mengasihi musuh? Apakah kita mampu memerintah hati kita untuk tidak mengingini? Mungkin kita mampu untuk melakukan hal yang sepertinya bermurah hati, tetapi apakah itu kita benar benar lakukan dari hati yang paling dalam? Bagaimana kita bisa membuat hati kita suci?

Ketika kita dengan sungguh sungguh mau benar dihadapan Tuhan dalam arti sebenarnya, maka kita akan tau limitasi dari diri kita, dan kita akan terbawa didalam keputus asaan yang membuat kita merasa tak berdaya. Disitulah banyak dari kita yang kemudian menemukan kasih karunia Yesus. Saya sampai sekarang masih mempertanyakan mengapa orang2 percaya merasa mampu melakukan yang dikehendaki Tuhan dan juga mengharap orang lain juga mampu. Apakah mereka sudah mencoba mengubah hati mereka sendiri?

Taurat diberikan untuk menunjukkan bahwa betapa sulitnya kita hidup dengan bertanggung jawab pada Tuhan (Roma 3:29). Khotbah dibukit, Yesus menaikkan standar dalam kesempurnaan yang seharusnya dituntut oleh Taurat, yaitu ketaatan luar dan dalam. Apabila kita mencoba hidup sesuai dengan ajaran khotbah dibukit, maka setiap hari kita akan gagal dan gagal.

Tetapi Puji Tuhan, dengan beban yang berat itu, ketika kita datang kepada Yesus, dia akan memberi kita kelegaan. Yesus menawarkan untuk memikul kuk bersamaNya, kuk yang enak dan beban yang ringan. Karena semua beban sudah ditanggung Yesus. Kita berdiam didalam Dia dan Dia didalam kita, dan Allah Bapa akan melihat kita didalam kesempurnaan Yesus. Kita dipersilahkan menerima kasih karunia dan kasih Tuhan didalam pekerjaan yang sudah diselesaikan di kayu salib.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s