Haruskah kita mengampuni agar diampuni? forgivenes

Alkitab terdiri dari dua bagian besar. Perjanjian lama dan perjanjian baru. Keputusan untuk menyatukan dua bagian menjadi satu telah membuat seluruh umat yang percaya dibingungkan. Tuhan, sebelum kalvari, digambarkan sebagai Tuhan yang keras, galak, cemburuan dan tidak kenal kompromi selain suka menghukum umat manusia yang tidak mematuhi sepuluh perintah Allah dan aturan2 lainnya.

Sebaliknya setelah salib, dia menjadi Tuhan yang penuh kasih sayang dan mengampuni kita orang berdosa. Paulus dan rasul2 lainnya memberitakan akan kasihNya yang tak bersyarat bagi kita orang percaya. Perlakuan Dia terhadap kita orang percaya sungguh berbeda dengan perlakuan Tuhan pada bangsa Israel dibawah hukum taurat.

Kita sekarang hidup dimasa perjanjian baru dimana aturan main Tuhan sudah berubah dengan sangat drastis. Kalau kita menggunakan aturan main yang lama dimana kita bermain di masa yang berbeda akan mengakibatkan kebingungan dan banyak hal yang kita sia-siakan.Tuhan sudah mengubah cara Dia mengampuni kita. 

Mat 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Dan ditempat lain:

Mark 11:25,26 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

Kedua bagian dari perjanjian ini berkata bahwa pengampunan Tuhan terhadap kita bergantung pada bagaimana kita bisa mengampuni saudara kita. Dengan cara ini, sadar atau tidak sadar, sebenarnya didalam kita selalu masih ada unforgivenes dihati kami sehingga ini mengakibatkan kita merasa bersalah dan tertuduh selalu.

Sebaliknya, Paulus berkata di Efesus 4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.  dan di Kolose 3:13  Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Rasul Yohanes juga menambahi dengan suara yang sama di 1Joh 2:12 Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya.

Aturan Main telah berubah!!

Sebelum salib, bahkan ketika Yesus masih berjalan di bumi, bangsa Istael masih hidup dibawah hukum taurat yang kita sekarang mengerti. Ini namanya Perjanjian lama yang berkata bahwa berkat Tuhan dan kasih setia Tuhan berkantung pada kemampuan bangsa Israel untuk mentaati hukum2 itu. Apabila mereka gagal (mengampuni, taat, berkorban) mereka tidak akan diampuni dan bahkan dihukum karena pelanggaran mereka. Yesus juga hidup dibawah hukum tersebut.

Gal 4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

Yesus mengerti bahwa dia dilahirkan dibawah hukum, dan dia memang harus mematuhi hukum tersebut sehingga dia bisa menjadi korban yang tak bercacat bercela demi kita.  Dia adalah anak domba yang sempurna dikorbankan untuk menebus seluruh dosa umat manusia yang percaya kepadaNya. Selama dia masih hidup, Dia harus taat pada hukum itu.

Dosa Kita Terhapus di Kayu Salib:

Dibawah perjanjian baru, Tuhan memperhitungkan kita yang sudah percaya kepadaNya sebagai tak bercacat tak bercela. Penulis kitab ibrani berkata bahwa kita sudah tidak membutuhkan sebala macam peraturan dan hukum tertulis lagi, tetapi akan mengerti akan hati Tuhan yang telah mengampuni dosa2 kita.

Ibrani 10:16,17 sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.”

Kolose 2:13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,..

Kata segala bisa diartikan dengan “segala”.  Tuhan sudah mengampuni segala pelanggaran kita, termasuk pelanggaran yang sudah berlalu, yang sedang kita lakukan dan pelanggaran dimasa yang akan datang. Kebanyakan kita dengan mudah bisa mengerti pengampunan atas pelanggaran masa lalu. Tetapi untuk masa depan, itu agak sulit dimengerti, karena sepertinya memberi kita ijin untuk berdosa. Tetapi kalau memang Roh Kudus tinggal didalam kita, dengan sendirinya kita tidak menghendaki hidup dalam dosa, dan ingin hidup benar, layak sesuai dengan panggilan yang ada didalam kita.

Apakah kita masih perlu mengampuni saudara kita?

Dibawah perjanjian baru, kita tidak harus mengampuni seseorang agar kita mendapatkan pengampunan dari Tuhan seperti kita lihat diatas. Tetapi ini tidak berarti kita akan hidup tanpa perlu mengampuni. Apabila kita selalu membawa rasa dendam, maka itu akan membuat kita hidup tidak nyaman, dan sumber dari berbagai macam penyakit seperti kanker dan sebagainya. Maka dari itu, kita perlu mengampuni untuk kebaikan diri kita sendiri, bukan agar kita juga diampouni Tuhan.

2Kor 5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Ayat diatas ada dua pihak, Kami dan mereka. Yesus sudah menyelesaikan bagiannya, yaitu sudah tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Tetapi untuk menerima anugerahnya mereka butuh untuk percaya kepadaNya. Dan Dia sudah mempercayakan berita pendamaian pada kami, agar kami memberitakan kabar baik kepada mereka.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s