Action for Grace Living

By (undisclosed)

Indeed, we are not righteous people in the making ( yang sedang berusaha menjadi benar ) , but we were made righteous by His finished works ( yg sdh dibenarkan ) .

King James 2000 Bible (©2003)
For as by one man’s disobedience many were made sinners, so by the obedience of one shall many be made righteous.

We are not ” human doing ” but we are ” human being “. Jadi yang terpenting adalah kita tau status kita dulu walaupun kenyataannya masih ada kekurangan , tapi dengan kita sadar akan our being ( Keberadaan ) kita,
itu akan merubah hidup ( metanoia ) dan kebiasaan kita yang akhirnya akan melakukan hal2 yang baik dan benar.

Jadi prioritasnya tidak bisa dibalik ya. Right believing produces right living ( right doing ).

Bilamana kita memnadang Karya Tuhan Yesus sennatiasa, perubahan itu PASTI akan terjadi, sedang terjadi dan sudah terjadi, walaupun kelihatan dan kenyataannya dari luar seperti lambat sekali. Inward Transformation takes more time to see than outwardly modified behavior.

Nah bilamana kita di hadapkan dengan kondisi yang ” nggak kelihatan ” perbedaannya seperti itu, biasanya tuduhan itu menyerang begitu gencar sehingga ” memaksa ” kita untuk mengakui bahwa kita ” harus ” melakukan sesuatu agar kita bisa menjadi righteous ( benar ).

Response yang paling tepat dalam hal ini adalah claim dan deklarasikan keberadaan kita ( our being ) yang sesungguhnya bahwa we are the righteousness of God.
Dengan kita perkatakan Firman Tuhan ini, maka kita benar2 hidup dan berjalan dengan IMAN.

Aplikasi yang sama berlaku pula pada saat kita mengalami sakit penyakit. Walaupun gejala2, bukti2 hasil lab serta diagnosa dokter menyatakan kita sakit, tetapi Firman Tuhan mengatakan bahwa dengan bilur2 Nya kita ” sudah ” sembuh.

Maka kita deklarasikan kembali bahwa secara status kita sudah sembuh karena Firman Tuhan mengatakan demikian. Gejala boleh nyata tetapi fakta itu bisa berubah dan akan beruba mengikuti Firman Tuhan.
Kesembuhan pun PASTI akan, sedang ataupun sudah terjadi.

King James 2000 Bible (©2003)
For in it is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.

Ada beberapa kata kerja yang membutuhkan lebih banyak IMAN daripada TINDAKAN / PERBUATN KONGKRIT. Sesuai judulnya saya ingin menyebutnya sebagai ACTIONS for GRACE living yaitu :

TO SPEAK THE WORD OF GOD ( memperkatakan ), TO BELIEVE ( percaya ) , TO TRUST ( mempercayai ), TO CAST OUR CARES ( menyerahakan kekuatiran kita ), TO WAIT UPON THE LORD ( menanti-nantikan Tuhan ), TO REST IN THE LORD ( even REST in WORK ) -> (beristirahat di dalam Tuhan, bahkan beristirahat di dalam bekerja ) , DUDUK DIAM DI KAKI YESUS, TO LISTEN ( mendengar ), TO CONTEMPLATE & TO PONDER ( merenungkan ) dll.

Memperkatakan Firman Tuhan akan lebih efektif karena perkataan kita penuh kuasa. Mari kita lihat kata2 lainnya ya.

Kata2 di atas seolah2 diabaikan sebagai kata kerja ( to do ) dan dinilai nggak begitu produktif dan kedengarannya passive, malas, kurang responsive dsb. Tetapi saya percaya di dalam kata2 tersebut banyak elemen ( faktor ) iman di dalamnya yang menyebabkan kita bergantung kepada Tuhan. Itu yang Tuhan inginkan dari kita sebagai YANG TERUTAMA ( bukan berarti kata kerja yang lain tidak baik ya ).

Dalam ” melakukan ” kata2 di atas, ibaratnya komputer itu kita sedang ” Download atau Install” segala sesuatu yang powerful dr Tuhan dan segera setelah selesai, kita akan DO EXPLOITS dan mengerjakan hal2 dengan acomplishment yg luar biasa. Jadi seseorg yang mengenal benar GRACE ( Kasih Karunia ) Tuhan, PASTI akan lbh bergairah, lebih aktif, lebih tidah stressful, lbh bersikap positif — walaupun kenyataannya masih juga mengalami pergumulan2 yang sama dengan saudara2 yang lain.

Itu yang dilakukan oleh Maria vs. Martha dan yang ditekankan oleh Tuhan Yesus. Saya ingat kotbah seorang hamba Tuhan yang mengatakan bhw Maria itu koq sepertinya malas ya, sedangkan Martha itu sepertinya selalu sigap, rajin, berkobar2, responsive dan mengisi segala kegiatannya untuk menyenangkan hati Tuhan.
Sekali lagi saya bukan anti tindakan2 yang bersemangat, tetapi mari kita terus kan ceritanya…

Martha got burn out di tengah2 semangat nya melayani Tuhan, jadinya marah2 deh sama Maria dan bahkan juga kepada Tuhan Yesus…..Selanjutnya jika kita pelajari di Alkitab, Maria lah yang meminyaki kaki Tuhan Yesus pada saat2 terakhir sebelum Tuhan Yesus ditangkap. Tidak ada kesempatan lagi bagi org lain…Tuhan Yesus katakan bhw Maria mempersiapkan penguburan bagi Dia……….Maria yang sama juga yang pertama kali datang mendapati kuburan kosong Tuhan Yesus dan mendapatkan pesan pertama dari malaikat bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit !!

Pertanyaannya : Kemanakah Martha waktu itu ?

Saya percaya Maria itu prioritasnya adalah melakukan kata2 kerja di atas terlebih dahulu yang kelihatannya nggak partriotik, tetapi dia menjadi orang yang sangat effisien dan be at the right place, at the right time , doing the right thing ahead than anybody else.

Tuhan Yesus waktu di bumi pun punya ” Times of refreshing yaitu waktu bersama2 dengan Bapa di Surga. Dia juga bahkan tertidur di kapal saat sampai2 ada badai saja Dia tidak terbangun. Tetapi Dia terbnagun karena mendengar suara murid2Nya…… Hasilnya : Penginjilan selama 3.5 tahun yang begitu efektif dan bertahan lebih selama 2,000 tahun !

Karena begitu simple nya hidup dengan Iman, sampai akhirnya bisa2 kita katakan bahwa yang tertulis di Alktab itu tidak relevan lagi dengan kehidupan jaman sekarang ini. Tapi saya percaya di tengah2 jaman yang tidak menentu seperti sekarang ini, justru simplicity of life yang sebenarnya diperlukan karena terlalu banyak hal yang di luar kontrol kita ; Jadi bilamana kita mencoba untuk put all things under our control, malah kondisinya lebih buruk dan kita menjadi jenuh.

Tuhan ingin kita punya child-like faith, iman seperti anak2 yang artinya kira2 adalah begini : Anak2 saya percaya 100% bahwa saya itu bisa menghidupi mereka walaupun dalam satu hal atau yang lain kami sbg orang tua juga melatih mereka utk beriman dan minta pada Tuhan. tetapi intinya mereka percaya sekali bahwa orang tua mereka akan memelihara mereka dan memberikan yang terbaik bagi mereka. Dan sayapun kdg2 belajar juga dari anak2 saya dimana mereka mendapatkan jawaban dari doa2 mereka melalui apa yang saya pikir tidak bisa mereka dapatkan…..

Semakin seseorang menjadi dewasa, pemikiran rasional kita semakin dominan sehingga segala sesuatunya kita ukur dari rasio kita yang terbatas.

Tapi puji Tuhan bahwa kita memiliki Tuhan yang tidak terbatas dan Tuhan kita nggak pernah kehilangan akal sampai2 Dia tidak pernah lupa untuk atur matahari terbit, bulan, bintang, tata surya termasuk kasih makan burung2 di udara.

Saya yakin ini mudah2an menambahkan ” solid food ” apa yang harus dilakukan dari pihak kita berdasarkan statement Bro Yung Cang ” WIthout God we can not, without us God will not “…..
Hal lain yang menyebabkan simple action2 for Grace living di atas sulit kita jalani adalah disamping kita harus bergantung pada pihak lain ( Tuhan tentunya ), HASILNYA, tidak ada satupun yang merupakan kontribusi kita secara fisik. Jadi kita merasa kurang afdol deh karena nggak bisa take the glory juga.

Pergumulan2 boleh sama, tetapi cara respond yang berbeda akan menghasilkan outcome yang berbeda pula.

Apa yang saya bagikan pasti teman-teman di See Grace forum sudah pernah mendengar. Saya hanya ingin kita kembali kepada prioritas kita yang utama, yaitu melakukan ” hal-hal yang sangat simple ” dalam hidup di bawah Kasih Karunia Tuhan, tetapi bisa menghasilkan hasil yang luar biasa dan effortless……….

TUHAN YESUS MEMBERKATI !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s