Jesus’ Temptation. Pencobaan Yesus.

Kita semua familiar dengan cerita bagaimana Yesus dicobai ketika Dia berpuasa. Saya akan mengajak anda sekalian merenungkan, mengapa Yesus dicobai dan bagaimana reaksi Yesus.

Mat 4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

Kita lihat disini mengenai apa yang sebenarnya sedang diserang oleh musuh. Yang iblis coba lakukan adalah agar Yesus melakukan sesuatu untuk membuktikan jatidirinya. Mari kita sekarang melihat respon Yesus.

4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Yesus, menjawab serangan Iblis dengan kata “ada tertulis”. Dia tidak berkata Tuhan berkata, atau yang lainnya. Ini menunjukan bahwa Yesus sangat bergantung pada firman Tuhan yang tertulis. Saya yakin Yesus mampu mengubah batu menjadi roti kalau Dia mau. Tetapi Yesus tidak perlu melakukan itu untuk membuktikan siapa dirinya.

Mungkin pada lain kesempatan kita bisa berdiskusi mengenai pencobaan pencobaan berikutnya. Kali ini kita coba berfokus pada pencobaan pertama dan respon Yesus. Apa yang iblis coba lakukan pada Yesus, juga akan dilakukannya kepada kita sebagai orang percaya. Dia akan menyerang identitas kita didalam Tuhan.

Iblis akan berkata pada kita, apakah kita layak disebut anak Allah; apakah kita sudah bisa menyenangkan hatiNya; apakah hidup kita sudah benar; berapa banyak jiwa yang sudah kita menangkan sehingga kita berkenan dihadapan Dia, apakah kita sudah berbuah dan sebagainya dan sebagainya.

Sebagai chistlike chirstian, atau orang kristen yang seperti Yesus, kita juga harus meneladani Yesus, mengikuti apa yang dia lakukan menghadapi serangan seperti ini.

  1. Kita juga berkata ada tertulis. Kita tidak bergantung pada Tuhan berkata, tetapi kita percaya pada firman Tuhan yang tertulis, selidiki posisi kita didalam Tuhan.
  2. Seperti Yesus, kita tidak perlu melakukan apapun untuk membuktikan siapa kita. Kita adalah orang2 yang sudah ditebus, dibayar lunas, diperhitungkan sebagai orang benar, dan berkenan dihadapanNya, tidak perlu mempertontonkan buah2 kita dan Rest, tinggal diam dan yakinlah siapa kita dimata Tuhan.
Begitu kita mencoba untuk melakukan pembuktian bahwa kita mampu hidup benar, kudus, berkenan, kita akan gagal, dan kegagalan akan membuat kita merasa bersalah dan berlanjut pada merasa tidak layak. Ini adalah strategi iblis nomor satu.
Mari kita hindari pembuktian diri, mari kita percaya pada pekerjaan salib Kristus.
Tuhan memberkati, ini adalah kabar baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s