Ketaatan atau Kepatuhan kelakuan?

Kekristenan bukanlah sebuah panggilan untuk hidup berdasarkan prinsip atau mengenai hidup bagi Yesus. 
Membangun hidup berdasarkan seluruh prinsip prinsip alkitab memang kedengarannya baik dan perlu diteladani. Tetapi sebenarnya hal itu adalah suatu bentuk legalisme hukum Taurat. Kita tidak menyangkali bahwa banyak instruksi di Pernjanjian Baru mengenai bagaimana kita harus menghidupi kehidupan ini. Namun instruksi instruksi tersebut bukanlah suatu hukum agama yang mau tidak mau harus kita ikuti. Penrjanji Baru berisi penjelasan dan hasil dari  kehidupan Kristus yang hidup didalam kita. Ini membuat kita bergantung pada Kristus yang sedang mengubah hidup kita menjadi kehidupan Kristus. Pada gaya hidup Perjanjian Baru, kekristenan tidak didasarkan pada apa yang kita lakukan, tetapi apa yang telah dilakukan.
1 Tesalonika 5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.
Alkitab mengajarkan bahwa Dia yang telah mulai bekerja di dalam diri kita akan menjadi satu untuk menyelesaikannya atau menggenapinya.  Alkitab jelas: Yesus akan melakukannya, bukan kita.
Memang ada berkat untuk dinikmati saat kita taat kepada Tuhan, namun berkat tidak untuk ditaati  dengan hanya melakukan apa yang dikatakan Tuhan. Hanya melakukan apa yang dikatakan Tuhan tidak pernah membawa sukacita bagi kehidupan siapa pun. Sumber sukacita adalah Yesus, bukan hanya kepatuhan pada perintah Alkitab.

Banyak orang berjuang dengan pertanyaan, “Mengapa saya tidak mendapatkan janji Tuhan padahal semua yang perlu saya lakukan sudah saya lakukan?” Itu karena tujuan Allah bukanlah bahwa kita harus fokus pada melakukan hal yang benar. Sebaliknya, dia ingin kita untuk berfokus pada-Nya. Ketaatan terjadi saat kita percaya Yesusdalam diri kita untuk memenuhi keinginan Bapa-Nya melalui kita. Sama seperti yang Yesus sudah lakukan, kami akan memenuhi perintah Alkitab karena kami percaya Yesus yang tinggal didalam kami . Di sisi lain, ketika kita hanya melakukan apa yang Alkitab perintahkan itu bukan ketaatan yang diingini Bapa. Hal ini tidak lebih dari kepatuhan.Konsep perjanjian baru “ketaatan” bukan ketaatan seperti pada Taurat dengan melakukan dengan penuh ketepatan mengenai segalam macam aturan yang ada.  Itu adalah konsep penjanjian lama.  Dalam perjanjian baru,  Tuhan Yesus hidup secara dinamis didalam kita.  Kata Yunani untuk “ketaatan” adalah hupakouo, yang akan diterjemahkan “mendengarkan dibawahnya.” Orang Kristen bertanggung jawab untuk “mendengarkan bawah” Tuhan dan mengijinkan Dia untuk mengungkapkan apa yang Dia ingin lakukan selanjutnya dalam hidup kita.
Seperti Yesus berkata, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku” (Yohanes 10:1-16).
Ketika kita memandang kepadaNya melalui wahyu pribadi, kita kemudian dapat merespon dalam “ketaatan iman” (lih. Rom 1:5;. 16:26) yang mengatakan, “Ya, Tuhan,” dan Dia akan memanifestasikan kuasa dan karakternya pada kita.
Hanya Tuhan memiliki hak untuk mengungkapkan dosa dan mengarahkan kehidupan Kristen kita. Waspadalah terhadap setiap individu atau kelompok agama yang mencoba untuk merebut hak prerogatif Tuhan untuk mengekspos keegoisan atau dosa kita. Jika seseorang datang kepada Anda, berkata, “Tuhan telah mengatakan kepada saya bahwa Anda memiliki masalah ini atau itu,” abaikan apa yang dia katakan, jelaskan bahwa Anda memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan yang tidak memerlukan perantara, dan terus dengarkanlah apa yang Yesus katakan kepada anda. Anda tidak perlu “belajar” mendengar karena anda adalah domba, dan domba mendengar suaraNya.  Jika sebuah kelompok berusaha untuk mengidentifikasi dosa di dalam kehidupan satu sama lain, pergilah dari kelompok itu.  Ada terlalu banyak orang agamawi yang berusaha memainkan peran Roh Kudus yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh Roh Kudus.
Disisi lain, tentunya kita sebagai orang percaya juga tidak perlu pergi kian kemari berusaha untuk menjadi nabi perjanjian lama yang menunjuk nunjuk dosa orang, karena itu jelas bukan pekerjaan kita.
I Petrus 4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.
Saya percaya tulisan pendek ini akan memerdekakan kita dari terus berupaya patuh, bukan taat kepada Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s