Perpuluhan dan kebenarannya. Bag 2, selesai

Kata perpuluhan pertama tama didapati ketika Abraham memberikan persembahan persepuluhan yang sekali saja ke Melkisedek. Abraham menyerahkan 10% dari rampasan perang ketika dia berperang untuk membebaskan keponakannya Lot (Kejadian 14:18-20). Kita juga belajar tentang kejadian ini di Ibrani 7 mengenai arti dari persembahan ini.  Di Matius 23:23 juga dipakai  untuk meyakinkan gereja perjanjian baru bahwa perpuluhan harus dilakukan. Sebenarnya topik pembicaraan Yesus di Matius bukan berfokus pada perpuluhan, melainkan pada kasih setia, keadilan dan kesetiaan pada sesama.  Yesus sama sekali tidak berkata bahwa perpuluhan harus dilaksanakan oleh orang percaya perjanjian baru.

Keharusan perpuluhan dibawah hukum Perjanjian Lama tidak bisa diterjemahkan sebagai pemberian dibawah kasih karunia di masa Perjanjian Baru. Ketristenan perjanjian baru sebenarnya cenderung mengundang kemurah hatian para pemercaya untuk menlong yang membutuhkan, sebagai ekspresi kasih kepada Tuhan. (1Kor 16:1-2; Galatia 6:6-8. Yak 2:13-17). Di surat paulus pada jemaat di Korintus, banyak ayat yang dipakai untuk mendorong kita untuk memberikan perpuluhan, namun kalau kita baca di 2 Kor 8:8, jelas bahwa Paulus tidak memerintahkan jemaat di Korintus untuk memberi sebagai keharusan, tetapi sebagai bukti ketulusan hati akan kasih mereka pada saudara saudari mereka pada waktu itu.

2 Kor 8:8 Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu

2 Kor 9:5 Sebab itu aku merasa perlu mendorong saudara-saudara itu untuk berangkat mendahului aku, supaya mereka lebih dahulu mengurus pemberian yang telah kamu janjikan sebelumnya, agar nanti tersedia sebagai bukti kemurahan hati kamu dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan.

Pemberian umat perjanjian baru dibawah kasih karunia adalah benar2 kebalikan dari perpuluhan sebagai keharusan seperti pengajaran saat ini. Orang Kristen sudah seharusnya memberi sesuai dengan kemampuan, dan tidak perlu sampai berkorban untuk menjadi miskin dan tidak mampu membayar hutang dikarenakan harus memberi. Yang Tuhan kehendaki adalah agar kita bermurah hati, bukan jumlahnya. Kita tidak seharusnya merasa bersalah kalau kita tidak dapat memberi.

2 Kor 8:12 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.

Dalam memberi, kita harus memberi dengan suka cita, tidak bersungut sungut, dan suka rela. Seorang yang menerima pengampunan sebagai kasih karunia dari Tuhan (grace) akan menjadi orang orang yang gracious, memberi karena melihat kebutuhan orang lain dibawah kasih karunia. Tidak ada lagi persentasi, argumen maupun pertimbangan untuk mendapatkan kembali apa yang ditabur. Memberkati karena diberkati. Ketika kita memberi, kita mengekspresikan kasih Tuhan, pengakuan Tuhan sang pencipta, Tuhan sang pemberi, yang sebenarnya memiliki segalanya.

Banyak yang mengajar bahwa perpuluhan adalah hal perjanjian baru sesuai dengan Ibrani fasal 7. Kalau kita perhatikan konteks dari Ibrani 7 ayat 1-10, sebenarnya dia tidak membicarakan perpuluhan sebagai subyek utama, tetapi lebih menonjolkan superioritas Melkisedek sebagai imam.  Apa yang penulis Ibrani hendak menekankan adalah bagaimana perjanjian andara Abraham dengan Tuhan berlaku untuk selamanya sampai saat ini, dan bukan perpuluhan yang dilakukan Abraham sekali seumur hidupnya pada Melchisedek yang ditekankan.

Ketika Yesus di salib, dia “sudah” menggenapi seluruh hukum Tuhan untuk bangsa Israel, sehingga kini tidak ada satupun hukum perjanjian lama yang masih berlaku bagi kita, termasuk hukum sunat, makanan haram, hukum seremonial, hukum perpuluhan, dan hukum kutuk dan berkat.

Roma 8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Mari kita bersyukur pada apa yang sudah dilakukan Yesus dikayu salib, dan mari kita belajar kemurah hatian dari Yesus.

.

3 Comments Add yours

  1. Sonny says:

    Mantab sekali pak..!!
    Di bagian inilah (perpuluhan) yg banyak dimanfaatkan oleh aliran2 lain utk menyelewengkan Firman Tuhan dan membenarkan ajaran mereka .
    Spt : aliran saksi jeh***h

  2. Joe says:

    untuk hal ini jemaat harus benar-benar minta tuntunan Roh Kudus utk mengetahui apakah pengajaran yg diberikan Tuhan adalah sesuai dgn Firman Tuhan. Kita melakukan hrs sesuai dgn Firman, bukan apa kata pendeta , apa yg ditulis oleh org yg merasa tulisannya benar, krna semuanya itu yg keluar pasti akan bercampur dengan keinginan daging.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s