Berusaha mengasihi Tuhan lebih dan melakukan Hukum Terutama?

20140518-050329.jpg

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu 2 , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu

Anda ingin mengasihi Tuhan lebih lagi? Tentu kita semua begitu. Tetapi jawaban dari mengasihi Tuhan lebih bukan dengan berdoa “Tuhan, tolong aku untuk mampu mengasihiMu” atau “tolong aku untuk bisa lebih haus dan lapar akan Engkau”.

 

Jawaban yang benar adalah bagaimana kita bisa merasakan kasih Tuhan.

 

Kenapa begitu banyak orang Kristen masih harus berjuang ingin mengasihi Tuhan lebih? Itu karena mereka berusaha dengan kekuatan mereka sendiri. “Kalau aku berdoa cukup banyak, kalau aku baca alkitab lebih, kalau memberi lebih, itu artinya mengasihi Tuhan lebih”, itu adalah kepercayaan kebanyakan kita. Sebenarnya, kita tidak akan mampu mengasihi Tuhan lebih dari kita sendiri.

 

BERHENTILAH BERUSAHA MENGASIHI TUHAN

 

Kita sering berpikir bahwa kita harus berusaha mengasihi Tuhan lebih karena ucapan Yesus sendiri “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan berbagai segenap”. Meskipun itu adalah kata2 Yesus, tetapi Yesus sedang menjawab pertanyaan orang2 yang bertanya mengenai hukum yang terutama didalam HUKUM TAURAT. kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, v tetapi di bawah kasih karunia Roma 6:14.

 

Ketika ahli Taurat itu bertanya, perhatikan kata2 nya :” “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Terlihat dia menanyakan mengenai Taurat, suatu hukum yang bukan untuk kita orang non Israel, dan bukan untuk kita yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan. Yesus sudah menjawab dengan tepat sesuai dengan Ulangan 6;:5 Kasihilah z TUHAN, Allahmu 1 , dengan segenap hatimua dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Inilah hukum yang terutama bagi orang Israel. Taurat tidak dibuat untuk orang percaya, tetapi lebih berguna untuk yang belum percaya untuk menuntun mereka kepada salib Kristus.

 

ADA SESUATU YANG LEBIH BAIK DARI MENGASIHI TUHAN

Kita perlu mengerti bahwa Yesus Kristus sudah menggeser hukum Perjanjian Lama dan menggantikannya dengan Perjanjian baru berdasarkan kasih karunia. Maka dari itu cara kita berhubungan dengan Tuhan dan cara mengasihi Tuhan sudah berubah sama sekali.

 

Kita sudah tidak lagi berusaha MENCAPAI, tetapi MENERIMA.

Dibawah Taurat, mereka mengasihi Tuhan berdasarkan apa yang mereka lakukan, berusaha mencapai sesuatu yang bisa dikatakan mengasihiNya.Kemampuan mereka mengasihi Tuhan sebanding dengan performance mereka. Mereka berusaha mengasihi Tuhan lebih, tetapi selalu gagal dalam mematuhi hukum yang terutama – Mengasihi dengan berbagai segenap- dan tidak ada yang bisa berhasil dengan baik.

Dibawah Kasih Karunia, kita mengasihiNya berdasarkan kasih yang kita terima dari Dia. Kita mengasihi Tuhan bukan lagi dengan hasil pekerjaan dan upaya kita tetapi karena kita bersandar pada kenyataan bahwa Yesus mengasihi kita. Inilah perbedaannya.

 

TUHAN YANG MEMULAI, DAN KITA MERESPONI.

Bagian kita adalah meresooni kasih Tuhan dengan berfokus pada apa yang sudah dilakukanNya dikayu salib. Kita tidak lagi berfokus pada apa yang harus kita lakukan untuk mengasihi Dia tetapi kita menerima kasihNya yang begitu besar tak bersyarat. 1 Yohanes 3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah 1 , dan memang kita adalah anak-anak Allah. Ketika kita terkagum kagum akan kasihNya, maka dari dalam hati kita akan muncul kasih kita yang sesungguhnya bagi Tuhan.

 

1 Yoh 4:19 berkata “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”  Ketika kita mengerti seberapa besar kasih Tuhan pada kita, kita baru memiliki kemampuan untuk mengasihi dia kembali.  Apa yang bisa membuat kita mengasihi Tuhan lebih? Dengan berfokus pada seberapa besar Dia mengasihi kita. Dan kita akan secara otomatis jatuh cinta pada Dia.  Yesus memberikan kita perintah baru yang berbeda dengan Taurat. Aku memberikan perintah baru o  kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi   sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Yoh 13:34. Tambah banyak kita sadar akan kasihNya, kasih yang kita terima dari Yesus, tambah kita mampu mengasihi saudara kita secara supranatural, tanpa upaya. 

 

 

20140518-055213.jpg

PENDEKATAN GAYA PERJANJIAN LAMA

 

Walaupun semua dari kita mengakui bahwa kita berada dibawah perjanjian baru, tetapi mentalitas kita, sebagai orang agamawi selalu menekankan apa yang bisa kita lakukan.

– Kamu harus radical bagi Yesus

– Kamu harus lapar

– Kamu harus haus

– Kamu harus mati bagi Yesus

Ajaran yang mengharuskan kita harus haus lapar dan mati bagi Yesus adalah pengajaran yang tidak sesuai dengan perjanjian baru. Begitu banyak pengajaran yang meminta ahar kita haus dan lapar, agar kita bisa menerima kepenuhan ilahi. Di Yohanes 4:13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,, Kalau kita percaya dengan ucapan Yesus, maka kita tidak merasa harus haus lagi akan Dia. Di Yohanes 6:35 Kata Yesus kepada mereka: “Akulah h roti hidup 1 ; i barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya j kepada-Ku, ia tidak akan haus k lagi. Jelas dikatakan bahwa kita tidak akan lapar lagi. Kalau ada orang berkata kepada anda agar haus dan lapar, katakan Saya sudah minum daripadaNya dan sudah datang kepadaNya sehingga tidak akan haus dan lapar lagi.

Apakah kita perlu mati bagi Yesus? Kalau ada orang mengajar agari kita mengasihi Yesus sampai pada titik mati bagi Yesus, anda tidak perlu mendebat dia, tetapi baca saja keinginan Yesus yang terungkap di Yohanes 11:25-27 11:25 Jawab Yesus: “Akulah q kebangkitan 1 dan hidup; r barangsiapa percaya s kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,11:26dan setiap orang yang hidup dan yang percaya t kepada-Ku, tidak akan mati u selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”11:27 Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias,Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” DIA INGIN KITA HIDUP TIDAK MATI SECARA FISIK.

 

Ketika kita menanggalkan keharusan untuk mengasihi Tuhan lebih, taat pada hukum yang terutama, maka kita akan mulai mampu merasakan kasih Tuhan yang sudah penuh. Kasih Tuhan yang tidak menuntut, tidak bersyarat, dan tidak memandang kebaikan kita akan memampukan kita mengasihi Tuhan dengan radikal. Tanpa paksaan, tanpa ancaman, tanpa tekanan.

Bagaimana perasaan Anda apabila istri atau suami Anda pada suatu hari berkata “Sayang, aku sedang berusaha mengasihi kamu.” Apakah Anda akan bergembira? Atau sedih?

Stop berusaha mengasihi Tuhan lebih, rasakan nikmatnya kasih Tuhan, dan biarkan kasihnya melimpah ke sesama kita.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s