Seri tujuh Jemaat, Tiatira (Pernyataan tentang Yesus Kristus – Jaminan dalam keadilan dan Kebenaran Nya)

Image

 

 TIATIRA (Pernyataan tentang Yesus Kristus – Jaminan dalam Keadilan dan Kebenaran-Nya)

Seringkali pemberitaan firman Tuhan masih membawa pesan penghukuman atau penuduhan demi memberi rasa takut dan malu yg diharapkan akan memunculkan pertobatan2. Namun apakah ini merupakan pertobatan sejati?

“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” (Rm.8:1)

Sy bersyukur krn Injil Kasih Karunia memberikan kpd sy kabar baik yg sesungguhnya, krn melaluinya kita dibebaskan dari takut dan malu oleh korban Salib Kristus! Pandangan kita akan diarahkan kpd cinta-Nya, dan cinta-Nya inilah yg mengubah hati kita – bukan sekedar mengubah sikap luar kita krn takut atau malu.

Suatu ketika sy merasakan beban berat di hati ketika mendengar pemberitaan firman yg masih berisi penuduhan2 dan tuntutan2. Sy sungguh2 merasa tak nyaman saat itu, seolah spt BEBAN berat yg harus sy tanggung – hingga kemudian Roh Kudus berikan kpd saya ayat ini: “Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di TIATIRA, yang tidak mengikuti ajaran itu… Aku berkata: AKU TIDAK MAU MENANGGUNGKAN BEBAN LAIN KEPADAMU. Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.” (Why.2:24-25).

Mendengar ini, seperti BEBAN sy terangkat, dan sy alami kelegaan.

Ketika merenungkan mengenai Jemaat TIATIRA, Tuhan mengingatkan sy kepada ayat ini:

“Aku akan menjadikan engkau ISTERI-KU untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam KEADILAN dan KEBENARAN, dalam kasih setia dan kasih sayang” (Hosea 2:18)

Jemaat Tiatira adalah kekasih (ISTERI) di mata Tuhan, dan karenanya Tuhan tak membiarkan penyesat mengalihkan pandangan mereka dari cinta-Nya!

Dalam kenyataannya, jemaat Tiatira membiarkan “wanita Izebel”, dgn suara kenabiannya, menyesatkan mereka (hamba2-Nya) utk berbuat zinah.

“Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala” (Why.2:20)

Saya agak dikejutkan ketika mendadak menyadari bhw ZINAH ini menyangkut ZINAH ROHANI! Mengapa demikian? Karena Izebel, membawa kembali SUAMI LAMA, yaitu HUKUM!

Paulus menuliskan dgn jelas:

“… selama suaminya hidup ia dianggap BERZINAH, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum …
Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga TELAH MATI BAGI HUKUM Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu MILIK DIA… (Rm.7:3-4)

 

charting
Kita (Gereja) adalah Mempelai Wanita Tuhan. Dulu kita mempunyai Suami Lama, yaitu Hukum Taurat. Melalui pengorbanan Yesus d kayu Salib, Dia sudah menebus kita, dan sekarang YESUS-lah Suami kita selama-lamanya! Ketika pelayanan kita mulai MEMBAWA HUKUM (dan penghukuman), di sanalah per-zinahan Rohani terjadi. Ketika kita mulai mengganti Kasih Karunia dengan berbagai tuntutan untuk mengupayakan hidup benar, di sana kita mulai kembali kepada suami lama! Dan ini adalah PERZINAHAN ROHANI!

HUKUM (Buah Pengetahuan Baik dan Jahat), memang begitu menarik hati, tapi akibatnya MEMATIKAN. Mengapa demikian? Di dalam HUKUM, kita berada di bawah PENGHAKIMAN. Berbagai KUTUK akibat dosa terjadi di sana. Dan SIAPAPUN kita tak mampu memenuhi tuntutan hukum. 

Karena itu, jika anda menuntut orang lain hidup kudus, lihatlah apakah perbuatan anda sendiri sudah memenuhi standard sempurna Tuhan?

Sedikit pikiran cela saja sudah cukup membuat kita gagal, sama seperti orang lain yg kita lihat lebih besar celanya. Itulah HUKUM SEMPURNA Tuhan. Dan itulah sebab siapapun kita membutuhkan SAVIOR (bukan TEACHER, seolah kita mampu meneladani guru/Yesus).

Kepada wanita Izebel yg sudah mengajar jemaat Tiatira untuk menyelewang dari Yesus dgn kembali pada suami lama, konsekuensinya sungguh berat. Di bawah Hukum/Penghakiman, yg nampak adalah SAKIT dan hidup TIDAK BERBUAH.

“Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.” (Why.2:22) => SAKIT.

“Dan anak-anaknya akan Kumatikan… ” (Why.2:23) => TIDAK BERBUAH.

Kembali pada HUKUM adalah kembali pada USAHA/PERBUATAN baik yg kita upayakan untuk memperoleh status benar di hadapan Tuhan. Pengajaran ini biasanya memberikan motivasi MALU dan TAKUT (malu krn merasa tak layak, takut akan kutuk, takut tidak selamat, takut tidak diberkati, dll) shg orang mulai mengusahakan kekudusan/kebenarannya sendiri. Mereka yg “berhasil” di sana akan merasa lebih kudus/benar dibanding yg lain, sehingga mereka nampak suka menegur perbuatan cela orang lain. Fokus mereka adalah menuntut orang berubah sikap (luar), tetapi sesungguhnya tak sanggup mengubah hati. Mengapa demikian? Karena pendorong-nya adalah rasa MALU & TAKUT. Berbeda dgn cara Yesus (GRACE), pendorongnya adalah CINTA! Cinta tidak terfokus pada perubahan sikap luar, tapi Cinta MENGUBAH HATI. Dari sanalah buah-buah yg baik akan muncul dgn sendirinya.

Pengajaran Izebel yg membawa hukum (suami lama), akan membuat kita ingin dinilai dari PERBUATAN2 kita. Membuat kita ingin diberkati berdasarkan pencapaian kita dalam membayar harga!! Di sini Tuhan bicara:

“…dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang MENGUJI BATIN DAN HATI ORANG, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang MENURUT PERBUATANNYA.” (Why.2:23) 

Wah, sungguh berat sesungguhnya jika kita ingin dinilai dari PERBUATAN kita!!!

Itulah sebab di awal pesan kepada jemaat Tiatira, Tuhan memperkenalkan diri sebagai “FIRMAN Anak Allah, yang MATA-Nya bagaikan NYALA API dan kaki-Nya bagaikan tembaga” (Why.2:18).

Bandingkan dua bagian ini:

1) Tuhan yg MENGUJI BATIN DAN HATI ORANG (ay.23) = bagaikan FIRMAN Anak Allah, yang MATA-Nya bagaikan NYALA API (ay.18)

2) Tuhan yg membalaskan kepada kamu setiap orang MENURUT PERBUATANNYA (ay.23) = bagaikan KAKI TEMBAGA (ay.18)

FIRMAN KEBENARAN memang dapat menembus BATIN dan HATI orang. Surat Ibrani menuliskan: “Sebab firman Allah …. memisahkan JIWA dan ROH … ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (Ibr.4:12)

[Catatan: karena itu, penting kita menguji suara roh di dalam hati kita dgn Firman. Suara yg mengintimidasi kita dgn MALU & TAKUT bagai malaikat terang yg menunjuk dosa2 kita atau org lain bukanlah suara Roh Kudus. Roh Kudus akan selalu mengingatkan kita pada YESUS & kasih karuniaNya. Suara musuh selalu membuat kita berusaha mengupayakan kebenaran/status benar, tapi suara Roh Kudus akan selalu berkata “Kamu SUDAH dibenarkan krn Salib Yesus.. berjalanlah di dalam identitasmu yg baru ini” ]

Kepada Jemaat Tiatira, Tuhan juga memperkenalkan diriNya dgn “…kaki-Nya bagaikan TEMBAGA”. Tembaga adalah simbol Judgement/Penghakiman. Tuhan kita ADIL. Pengadilan di dalam HUKUM membawa anda sebagai seorang terhukum. Tapi pengadilan di dalam KASIH KARUNIA, membawa YESUS mati menggantikan ANDA!

Masihkah kita ingin dinilai berdasarkan perbuatan baik kita??

Masihkan kita merasa “lebih benar” dari orang lain karena perbuatan kita??

Masihkah kita mengandalkan ketaatan kita menaati hukum untuk memperoleh status benar?

Ataukah kita BERHENTI MENGUPAYAKAN, dan REST di dalam Kebenaran yg Yesus sudah berikan?

Pada akhirnya sy melihat Yesus, yg diperkenalkan sbg:

1) Firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api (= sesungguhnya menyatakan KEBENARAN-NYA)

2) kaki-Nya bagaikan tembaga (= sesungguhnya menyatakan KEADILAN-NYA)

Dan oleh Kasih Karunia-Nya, Ia menjadikan kita ISTERI-NYA dalam KEADILAN dan dalam KEBENARAN-Nya:

“Aku akan menjadikan engkau ISTERI-KU untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam KEADILAN dan KEBENARAN, dalam kasih setia dan kasih sayang” (Hosea 2:18)

Keadilan-Nya telah menempatkan Yesus mati menggantikan kita, dan oleh kematian-Nya Ia telah memberikan Kebenaran-Nya bagi kita!

 

Yusuf Wiryonoputro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s