Dipresi dan kasih karunia

Kesaksian kehidupan nyata.

Semalam kami dinner dan ngobrol dengan beberapa teman. Ketika kita bercerita mengenai penyakit depressi #Robin_Williams, salah seorang berkata :”saya punya masalah yang sama”. Di hari hari yang tidak baik, dia bisa sedih tanpa sebab, ada dorongan ingin bunuh diri. Tetapi secara permanen dia selalu merasa bersalah, apapun penyebabnya. Guilty feeling selalu menghantui orang sukses ini sejak mudanya.

Setelah menikah, dia menerima Yesus dan rajin ke gereja. Saya bertanya apakah setelah dia menjadi Kristen, penyakitnya sembuh. Dia jawab, “It was getting worse”. Kalau dulu dia selalu bersalah karena tidak bisa melakukan yang diharapkan orang tua, teman teman dan istrinya, setelah menerima Yesus masalahnya bertambah.

Ternyata dia merasa tidak mampu menyenangkan Tuhan, banyak ajaran2 yang seharusnya dilakukan, tetapi dia tidak mampu. Karena kesibukan pekerjaan, dia tidak dapat memberi waktunya untuk pelayanan. Rasa guilty dia bertambah dan rasa tidak layak mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

“How do You cope with your problem now?” Saya bertanya. Tahun lalu ada seseorang memberi dia buku GOD WITHOUT RELIGION by Andrew Farley. Dan dia juga suka mendengarkan khotbah khotbah Joseph Prince dari YouTube. Penyakitnya belum sembuh, tetapi dengan pengajaran bahwa Tuhan mengasihi dia apa adanya, tanpa mewajibkan dia mengorbankan apapun, membuat dia sekarang jauh lebih mampu menghadapi “chemical imbalance” yang dideritanya.

Puji Tuhan dengan ajaran Injil yang murni. image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s