Umur berapa kita akan mati.

Akibat memiliki akun di Facebook, maka jaman sekarang orang selalu diingatkan ulang taun kita, karena teknologi notifikasi. Berulang taun seringnya dirayakan dengan berbahagia bersama orang orang yang kita kasihi. Bagi saya ulang taun adalah saatnya merenungkan kebaikan Tuhan. Tetapi kali ini dengan bertambahnya umur, menjadikan saya merenung, sampai kapan saya akan hidup dibumi sampai dipanggil pulang kedalam kemuliaanNya.

Saya teringat saat ayah saya masih hidup, sampai meninggalnya di umur yang relatif masih muda, 61 tahun, saya melihat dia sebagai seseorang yang sudah tua. Saya sendiri sering lupa dan tidak merasa bahwa tidak lama lagi akan memasuki umur 60 tahun, tetapi di pikiran dan hati, masih merasa seperti kanak kanak yang bersikap seperti kanak kanak. Timbul dipikiran, sebenarnya umur berapa saya akan dipanggil pulang. “Normal” nya, berapa sih umur seseorang. Dalam merenung, saya melihat lihat di internet mengenai harapan hidup, dan ternyata sangat mengherankan.

Life_Expectancy_at_Birth_by_Region_1950-2050

Ternyata data ini membuat saya cukup surprised. Harapan hidup seseorang yang lahir di dunia tahun 1950 adalah 47 tahun, dimana di Asia dan Afrika lebih rendah, dan dinegara yang maju lebih tinggi. Kemudian saya coba cari lebih jauh ke belakang yaitu di masa Romawi klasik. Ternyata harapan hidup seorang bayi di masa kehidupan Yesus hanya 30 tahun, dan tidak ada perbaikan sampai awal abad 20. Melihat data tersebut, ternyata Yesus tidak mati terlalu muda juga.

Kita sering mengutip Mazmur 90 dimana dikatakan masa hidup kita 70 tahun dan kalau kuat bisa mencapai 80 tahun, dan kalau hidup kita melebihi 80 tahun, itu adalah penderitaan. Bertahun tahun saya memahami seperti itu sehingga saya berkata bahwa saya tidak perlu umur yang terlalu panjang. Namun ketika saya baca kembali Mazmur yang indah tersebut, ternyata Tuhan tidak berbicara mengenai kita, orang percaya, tetapi mengenai orang orang yang dimurkai dia. Di ayat 11 dikatakan “Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu?” Saya percaya, kita semua, anak anak Tuhan adalah bukan orang orang yang dimurkai Tuhan. Ayat 13, “Kembalilah, ya TUHAN–berapa lama lagi? –dan sayangilah hamba-hamba-Mu!” Ternyata Mazmur ini ditulis oleh orang yang ditinggal Tuhan atau yang merasa ditinggalkan Dia.

Bagaimana dengan kita, orang percaya yang lahir baru dan dikasihi Tuhan? Bukankah Tuhan tidak pernah meninggalkan kita? Apa yang akan Tuhan berikan bagi kita yang dikasihi dan menerima kasih karunia yang begitu luar biasa? Kita adalah orang orang yang dilindunginya seperti di Mazmur 91. Orang yang duduk dalam lindunganYang Mahatinggidan bermalam dalam naungan… Kita adalah orang orang yang tidak akan pernah ditinggalkan Dia sesuai dengan janjiNya. Mazmur 91 diakhiri dengan ayat ini: Dengan panjang umur s akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan t  dari pada-Ku.” Ada orang yang kenyang dengan kehidupan yang diberkati umur 102 tahun, dan dia akan dipanggil pulang pada umur renta itu. Ayah saya sudah kenyang dan dipuaskan ketika berumur 61, dan dia dipanggil pulang pada umur itu. Saya sendiri tidak tau seberapa banyak waktu yang akan memberi saya kepuasan hidup, tetapi saya sungguh percaya, ketika saya dipanggil pulang, saya akan berkata, saya sudah puas, saya sudah kenyang.

Kerajaan surga semakin hari semakin besar pengaruhnya dibumi Suatu kerajaan yang sudah dan sedang dan akan datang. Dunia semakin tua semakin baik, karena kerajaannya semakin ditegakkan dibumi. Harapan hidup dari tahun ke tahun selalu bertambah, menunjukkan bahwa kasih karuniaNya semakin dinyatakan. Saat ini harapan hidup rata rata di Asia meningkat menjadi 75 tahun. Di Eropa, Canada dan Australia diatas 80 tahun.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s