Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil bag1.

 

image

Suatu hari di kebaktian gerjea kami di Australia, pemimpin pujian menyanyikan lagu yang cukup terkenal pada waktu itu dengan kata kata yang diulang ulang “He gives and takes away, He gives and takes away”. Saya termasuk suka dengan lagu itu, tetapi pada suatu saat saya terhenti dan tidak mengeluarkan suara ketika sampai pada kalimat itu. Saya sangat mengerti bahwa kalimat itu diambil dari Alkitab, sebuah ucapan Ayub yang terkenal, “Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan“.  Ada sesuatu yang mengganggu, sehingga sepulang dari gereja, saya buka alkitab dan coba study dengan lebih baik.

Beberapa tahun yang lalu ada sepasang suami istri yang tidak dapat memiliki keturunan sampai 7 tahun pernikahan. Mereka terus berdoa minta keturunan, sampai suatu hari ternyata istrinya hamil. Mereka sangat berbahagia dan bersyukur pada Tuhan. Akhirnya sang bayi yang di tunggu lahir dengan sehat. Ketika bayi itu berumur 6 bulan, tanpa sebab bayi itu meninggal dan oleh dokter dinyatakan terkena Sudden Infant Death Syndrome, dengan penyebab yang tidak diketahui. Itu terjadi dua hari dari acara penyerahan anak yang akan dilakukan di gereja mereka.  Pada acara penghiburan, sang pendeta berkotbah dengan judul Tuhan memberi, Tuhan mengambil, terpujilah nama Tuhan. Saya berpikir, apakah benar Tuhan memberi Tuhan mengambil? Apa gunanya diberi anak yang diidamkan, dan diambilNya juga ketika masih begitu kecil? Dua kejadian ini membuat saya ingin mempelajari dengan benar apa makna kalimat itu bagi kita.

Kisah Ayub sendiri kelihatannya mirip dengan cerita-cerita kuno yang berasal dari Babel dan MesirAyub adalah seorang kaya yang saleh. Hidupnya baik, dan tidak bersalah. Sering para pengajar ingin menemukan kesalahan dan kekeliruan hidup Ayub sehingga bisa mengajar bahwa Tuhan adalah Tuhan yang adil, sehingga Ayub layak menerima nasib yang buruk. Namun Alkitab berkata bahwa dia tidak bersalah dan hidup benar. Namun di suatu hari Iblis mulai membuat masalah. Dia diberi Ijin Tuhan untuk mengganggu hidup Ayub yang hampir sempurna.

Setelah Ayub kehilangan bisnis, harta benda, anak anaknya, dan bahkan kesehatannya, maka muncullah suatu statement dari Ayub yang menjadi terkenal dan sering dijadikan suatu doktrin. Ayub 1:22b “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!Fast forward ke akhir dari kitab Ayub, 42:(7) Setelah TUHAN mengucapkan firman itimageu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.

Kadang kadang orang mengutip ucapan Elifas dan teman temannya, seolah olah itu adalah firman Tuhan, tetapi disini jelas bahwa Tuhan marah karena mereka tidak berkata benar tentang Tuhan. Namun Tuhan berkata bahwa Ayub berkata benar tentang Tuhan. Jadi apakah ungkapan – TUHAN memberi, TUHAN mengambil, Terpujilah nama Tuhan- adalah benar? Apakah frasa ini bisa dibuat doktrin bahwa Dia memberi dan Dia mengambil?

Ternyata kitab Ayub yang cukup panjang itu bukan untuk membenarkan ungkapan TUHAN memberi TUHAN mengambil, tetapi justru mempersalahkan. Mari kita pelajari dengan hati yang terbuka di bagian kedua.

Baca kesimpulan di bagian ke2.

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s