Tuhan memberi, TUHAN mengambil bag 2.

Ayub 2

TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”
Kebanyakan cendekiawan Alkitab mengkatagorikan kitab Ayub sebagai literatur hikmat (wisdom literature), bersama kitab Amsal dan Ratapan, bukan literatur sejarah yang bisa dibuktikan secara arkeologi, seperti misalnya tawarikh. Bisa saja karakter Ayub terinspirasi pada seseorang yang benar benar ada, namun tujuan penulis kitab Ayub adakah menggambarkan hubungan antara penderitaan, kejahatan, dan cara Tuhan menanggulanginya. Suatu kisah yang bertujuan untuk memberi kita suatu ajaran.

image

 

AYUB BERKATA BENAR MENGENAI TUHAN

Didalam keluhan Ayub, apakah semua yang dikatakan dia selalu benar? Dia berkata Tuhan kejam (30:21), Tuhan memburu Ayub seperti singa (10:16), merobek robek Ayub (16:14)

Tuhan perlakukan Ayub seperti musuh, memperbanyak luka Ayub, ingin membinasakan Dia. Ayub bahkan berkata Tuhan tidak adil, Tuhan mengolok olok penderitaan orang yang tidak bersalah. Tuhan tidak mengindahkan doaAyub 24:(12) Dari dalam kota terdengar rintihan orang-orang yang hampir mati dan jeritan orang-orang yang menderita luka, tetapi Allah tidak mengindahkan doa mereka. Tuhan membuat Ayub putus asa. 14:(19) seperti batu-batu dikikis air, dan bumi dihanyutkan tanahnya oleh hujan lebat, demikianlah Kauhancurkan harapan manusia.

Apakah contoh ucapan Ayub diatas berbicara benar mengenai Tuhan kita yang mengirimkan anakNya untuk menghapus dosa kita? Apakah itu gambaran tentang Tuhan yang tepat?

Setelah para Ayub dan teman temannya selesai berbicara mengenai Tuhan, maka mulai fasal 38 sampai 41, Tuhan mulai berbicara mengenai siapa Dia sebenarnya. Tuhan tidak menghendaki Ayub memiliki pemahaman yang keliru. Teologi yang tidak tepat. Tujuan blog ini juga ingin menyampaikan karakter Tuhan yang sebenarnya. Apa yang disampaikan Tuhan pada Ayub? Pada intinya ada 2 hal yang Tuhan ingin Ayub mengerti.

1. Penciptaan tidak sederhana, tetapi kompleks.
Dengan cara yang puitis Tuhan menggambarkan bahwa penciptaan tidaklah se sederhana yang Ayub dan pembaca pikirkan. Para fundamentalis jaman sekarang juga berpendapat bahwa Tuhan dalam 6 hari selesai menciptakan segalanya dengan hanya mengucapkan saja. Tuhan mengatakan pembentukan salju, batu dan alam semesta tidak dimengerti Ayub. Juga bagaimana kambing beranak, dan kehamilannya. Pada intinya Tuhan ingin mengatakan segala sesuatu yang terjadi di bumi adalah suatu proses yang kompleks, Multi dimensi, dan satu hal mempengaruhi yang lain. SEGALA YANG TERJADI, DISEBABKAN OLEH BERBAGAI MACAM HAL DILUAR PENGERTIAN KITA SEPENUHNYA.

Ayub hidup dijaman dimana orang yang taat diberkati, yang melanggar terkena kutuk. Dia sebagai orang yang saleh tetapi sepertinya terkena kutuk membuat dia tidak bisa mengerti. Kita suka dengan berpikir sederhana sering berkata kalau orang menderita, itu adalah dosa. Namun penderitaan disebabkan oleh begitu banyak unsur yang sebetulnya DILUAR kemampuan kita untuk mengerti keseluruhannya.

2. Adanya konflik kosmis
Allah menyatakan bahwa Dia menciptakan Alam semesta yang berproses sampai saat ini, termasuk adanya konflik antara kuasa jahat, dan kasih Tuhan. Dimulai dengan Iblis yang mewakili kuasa jahat yang akan mengganggu kehidupan Ayub. Kehadiran iblis bukan saja berada di fatsal 1 dan 2 saja, tetapi ber manifestasi melalui teman2 Ayub dalam pendakwaan, dan juga dikisahkan dengan adanya buaya dan kuda nil yang sebenarnya bukan terjemahan yang tepat. Behemoth dan leviathan adalah kuasa gelap yang didalam kisah Ayub merupakan suatu kekuatan yang diakui Tuhan. Kedua mahluk jahat ini mewakili “dewa” kematian menurut legenda orang orang di Mesopotamia.

Manusia yang hidup sebelum kemenangan Kristus dikayu salib, memang dikuasai oleh berbagai kekuatan yang mencengkeram mereka. Pertempuran antara kuasa jahat dan kuasa baik masih nyata dijaman itu. Salah satu penyebab penderitaan Ayub adalah kuasa jahat yang belum dikalahkan di kalvari.

Segera, setelah Tuhan menjelaskan pada Ayub mengenai siapa dirinya, Ayub menyesal dan berkata di 42:(5) Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (6) Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” Ayub saat itu sudah mengerti bahwa penderitaan Dia bukan disebabkan karena Tuhan merobek robek, kejam, dan memusuhi Ayub.

 

Baru setelah Ayub mengucapkan kata kata yang terkenal itu maka Tuhan baru berkata di ayat 7) Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub. Tuhan berkata bahwa Ayub berkata benar, hanya setelah Ayub bertobat dan mengakui bahwa dia salah paham dengan Tuhan, sedangkan teman teman dia tidak atau belum bertobat. Ketika Ayub berkata “Aku mencabut perkataanku” maka Tuhan berkata bahwa Ayub berkata benar mengenai Dia.

Tuhan memberi, Tuhan mengambil. Suatu ucapan Ayub yang dilanjutkan dengan berbagai pendapat mengenai Tuhan yang kejam, keji, memusuhi, membuat putus asa, adalah pendapat yang salah mengenai Tuhan. Kata kata yang sangat bertentangan dengan sifat dan karakter Tuhan. Baru setelah pengakuan Ayub yang mencabut perkataannya, maka Tuhan baru membenarkan Ayub. Rupanya Tuhan adalah Tuhan yang tidak mengingat dosa kita, tetapi yang Dia lihat adalah hati kita yang bertobat.

 

image

 

 

TUHAN —— MEMBERKATI AYUB

IBLIS    ——- MENYENGSARAKAN HIDUP AYUB

TUHAN —— MEMBERKATI, DAN MEMULIHKAN AYUB

 

Jangan sampai kita menganggap pekerjaan Iblis atau fenomena alam sebagai pekeraan Tuhan yang penuh kasih.

 

 

 

 

 

 

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s