7 tanda (lagi) anda hidup dibawah Taurat

frosty

7 TANDA (LAGI) BAHWA ANDA HIDUP DI BAWAH TAURAT CS Lewis pernah berkata bahwa jalan paling gampang menuju neraka adalah jalan tanpa rambu. Hal serupa juga berlaku pada jalan kembali menuju Taurat. Pelan tapi pasti orang tidak sadar bahwa dirinya sudah kembali di bawah perbudakan Taurat. Hal ini yang terjadi pada jemaat di Galatia. Pelan tapi pasti tanpa mereka sadari, mereka telah kembali ke bawah perbudakan Taurat. Paulus menyebut mereka ‘terpukau, terpikat, tersihir’. Ada terjemahan lain yang mengatakan, jemaat ini ‘dibawah mantera’.  Paulus menulis supaya mereka terbebas dari mantera Taurat dengan mengajukan beberapa pertanyaan : “Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan Taurat, atau dengan PERCAYA akan Injil yang telah kamu dengar?” (Gal 3:2). “Adakah kamu ingin menggenapkan dengan usaha manusiawi-mu apa yang Allah telah mulai dalam Roh?” (Gal 3:3). “Apakah Allah memanifestasikan hadiratNya di antaramu melakukannya karena ketaatanmu melakukan Taurat atau karena kamu percaya pada pemberitaan Injil?” (Gal 3:5). Jika jalan kembali menuju Taurat tidak punya rambu atau marka jalan, maka satu cara untuk tetap merdeka dalam kasih karunia adalah menegakkan rambu-rambu yang menunjukkan batas-batas Taurat. Ini yang Paulus lakukan dengan menunjukkan ‘pembunuh kasih karunia’ yaitu usaha daging manusia (Gal 3:3), filsafat kosong dan tradisi manusia (Kol 2:8), rupa-rupa peraturan dan perintah (Kol 2:21-23). Di bagian terdahulu saya berandai Adam membuat pagar di sekeliling pohon terlarang itu. Dia tidak membuatnya. Di jaman Perjanjian Baru Paulus yang melakukannya dengan mengingatkan jemaat Galatia bahaya menihilkan kasih karunia dengan kembali ke bawah Taurat. Upaya daging manusia dapat muncul dalam berbagai bentuk. Di bagian terdahulu saya telah mendaftar 7 tanda yang menjadi indikasi Anda dalam bahaya menukarkan kasih karunia yang memerdekakan dengan Taurat yang memperbudak. Berikut 7 tanda lagi… 1. Anda merasa ditolak, bersalah, tertuduh atau tak layak. Perasaan tertuduh/terhukum (condemnation) adalah gejala nomor satu dari kehidupan yang berada di bawah Taurat, karena Taurat adalah ‘pelayanan yang memimpin kepada penghukuman’ (2Kor 3:9). Sebelum salib, pelanggaran Adam membawa penghukuman kepada semua orang (Rom 5:18). Sebelum salib, setiap orang bertanggung jawab atas dosanya sendiri dan persembahan apapun tak mampu membersihkan hati nuraninya (Im 5:17; Ibr 9:9). Hanya ada SATU hal yang mampu membersihkan hati nurani yang jahat (=yang terus merasa bersalah dan terhukum), yaitu DARAH YESUS (Ibr 10:22). Sekarang TIDAK ADA LAGI penghukuman bagi orang yang ada di dalam Kristus (Rm 8:1). Dengan standar Allah yang demikian tinggi, kita semua gagal, tak mampu, tak layak. Tak seorang pun sebenarnya pantas menerima apa yang Allah berikan, karena itulah disebut kasih karunia! Ia melayakkan bahkan yang paling tak layak sekalipun dan mengangkat kita jadi anak-anak kesayanganNya. Hidup yang ‘ditangkap’ oleh kasih karunia akan merespon dengan “Terimakasih Yesus!”. Sedang hidup di bawah Taurat menganggap murah apa yang Yesus telah lakukan dan memilih tetap berada di bawah penghukuman. 2. Anda berpikir ‘mengerjakan keselamatan’ = ‘mengerjakan untuk diselamatkan’. Anda keliru. Karya Yesus di kayu salib adalah karya sempurna, perfectly perfect and completely complete. Tidak diperlukan apapun lagi dari Anda untuk membuatnya sempurna. Karena korban sempurna Yesus, Anda SELAMANYA sempurna (Ibr 10:14). Sebagaimana Yesus, demikianlah Anda di dunia ini (1Yoh 4:17). Yang harus Anda kerjakan adalah ‘beristirahat dengan tenang’ (REST) dalam Dia. ‘Mengerjakan keselamatan’ yang dimaksud Paulus di Fil 2:12 dimulai dengan membarui pikiran, memandang salib dan karya sempurna Yesus, memandang kemuliaanNya dan memperkatakan kebaikan dan kasih karuniaNya atas keadaan Anda. Kasih karunia dan damai sejahtera akan berlimpah-limpah atas Anda seiring dengan pertumbuhan dalam pengenalan akan Allah dan akan Yesus Kristus Tuhan kita (2 Pet 1:2). Mengerjakan keselamatan berarti menaruh iman Anda pada kemampuan Allah, tak peduli bagaimana keadaan Anda tampak saat ini. Berarti Anda harus berani keluar dari ‘perahu’ Anda dan menunjukkan karya sempurna Allah itu kepada dunia yang rusak ini. 3. Anda memperlakukan Alkitab sebagai peta jalan atau panduan manual. Kita haruslah hidup oleh Roh (Gal 5:16), bukan oleh buku. Allah ingin kita memiliki hubungan dengan diriNya, bukan dengan surat cintaNya pada dunia.  Yesus memberi panduan penelaahan Alkitab saat Ia berjalan bersama 2 orang murid ke Emaus, saat Ia menjelaskan apa yang tertulis TENTANG DIA dalam kitab suci (Luk 24:27). Jangan membaca Alkitab hanya untuk mencari tahu apa yang harus Anda lakukan.  Bacalah Alkitab Anda untuk menemukan Yesus. 4. Anda berpikir bahwa ‘obat’ untuk kesuaman adalah ‘giat’ bagi Tuhan. Kita tidak sedang ikut kontes ‘Abang dan Nona Paling Giat’. Allah bukanlah pribadi yang menonton apakah di ibadah minggu Anda menyanyi atau bertepuk tangan paling keras. Yesus tidak akan ‘memuntahkan’ Anda jika Anda tidak berdiri dan mengangkat tangan dalam ibadah.  Giat yang berasal dari daging tidak ada artinya bagi Allah (Rm 10:2). Giat yang sejati bukan didasarkan atas apa yang Anda lakukan untuk Allah, tapi dari rasa penghargaan atas apa yang Allah lakukan untuk Anda. Apa yang telah Ia lakukan? Ia telah membuat orang berdosa seperti Anda menjadi orang benar. Tidak ada yang namanya di tengah-tengah. Anda adalah ‘umat kepunyaan Allah’, atau bukan (1 Pet 2:10). Kita menyanyi, memuji, menyembah bukan supaya kita masuk dalam ‘umat Allah’. Kita memuji Dia karena kita adalah umat kepunyaanNya dan karena Dia layak dipuji!! 5. Anda selalu merasa ‘berhutang’ kepada Allah. Hutang apa? Anda memang orang berhutang, tapi Yesus sudah membayar hutang Anda, menebus Anda. Sekarang Anda orang benar yang merdeka. Di salib, setiap persyaratan untuk dibenarkan yang dituntut oleh HT dari Anda SUDAH dipenuhi oleh Yesus. Seandainya ada sedikit saja hutang yang belum lunas, Yesus tidak akan bangkit dari kematian (Rm 4:25). Atau mungkin Anda pikir tindakan kasih Allah yang tak terukur itu membuat Anda ‘berhutang’ pada Allah karena Ia yang telah membayar hutang Anda.  Pikiran dgn pola Taurat akan selalu membuat Anda fokus pd apa yang harus Anda lakukan. Itu akan melumpuhkan Anda dan kasih karunia jadi tak ada gunanya bagi Anda. Allah menebus Anda BUKAN karena Anda layak menerimanya atau karena Dia butuh pasukan yang tunduk padaNya. Dia melakukannya karena Ia adalah Pemberi dan karena kasihNya atas kita.  Setiap pemberian yang baik dalam hidup Anda adalah dari Dia (Yak 1:17), Dia memberikan pd Anda AnakNya (Yoh 3:16), Dia memberikan Roh Kudus (Kis 2:28), hidupNya (Rm 6:23), kebenaranNya (Rm 5:17); bahkan iman Anda adalah pemberianNya (Ef 2:8). Jadi berhenti mencoba membayar kebaikanNya, itu menghina Dia! Cukup tundukkan hati Anda dan katakan, “Terimakasih Yesus”, lalu beritakan kepada orang lain kabar baik tentang Juruselamat dan Pemberi yang Mahabaik ini. 6. Anda berpikir bahwa sakit penyakit Anda adalah hukuman Tuhan atas dosa Anda. Ada kemungkinan sakit yang Anda alami adalah akibat dari dosa yang Anda lakukan. Tapi BUKAN Tuhan membuat Anda sakit. Pola pikir dibawah Taurat berkata “Anda menuai apa yang Anda tabur”. Jadi jika Anda berbuat jahat (dosa), Anda akan menuai yang tidak baik (sakit). Tapi kasih karunia mengumumkan bahwa Allah sudah menghakimi seluruh dosa Anda di salib.  Yesus pergi berkeliling menyembuhkan orang sakit.  Jika Allah Bapa adalah pihak yang bertanggungjawab membuat orang jadi sakit, sedang Allah Anak berkeliling menyembuhkan orang sakit; maka mereka adalah keluarga yang terpecah. Yesus menyediakan keselamatan, termasuk kesehatan dan kesembuhan bagi Anda di salib. Seseorang yang hidup di bawah kasih karunia tidak akan membiarkan sakit penyakit berkuasa dalam hidupnya dan menyerah. Ia akan memproklamasikan karya salib Tuhan atas keadaan mereka. Bahwa ‘oleh bilur-bilurNya kamu SUDAH sembuh’ (1 Pet 2:24). 7. Anda berpikir terlalu banyak penekanan pada kebaikan Allah. Anda pikir terlalu sedikit pemberitaan mengenai ‘kekejaman Allah’. “Gunung Batu, yang pekerjaanNya sempurna, karena segala jalanNya adil, Allah yang setia, dengan tiada kekurangan, adil dan benar Dia” (Ul 32:4). Allah tidak pernah berubah, tidak ada bayang-bayang padaNya. Dia baik, selalu dan senantiasa, sejak dahulu sampai selamanya. Allah adalah definisi kebaikan. Semua tentangnya adalah baik. Tidak mungkin Anda bisa berlebihan menceritakan kebaikanNya, karena tidak mungkin bagi Anda untuk mengukur ‘betapa lebarnya dan panjangnya, betapa tingginya dan dalamnya kasih Kristus itu’ (Ef 3:18). Jadikan Ia gembala Anda. Ia akan menuntun Anda dari depan, sementara dari belakang kebaikan dan kemurahanNya mengikuti Anda seumur hidup Anda. (2Taw 6:41; Mzm 23:1,6; 34:8; Rm 2:4). http://escapetoreality.org/2010/11/10/under-law-8-14/ Alih bahasa Mona Yayaschka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s