BUKTI TAK TERBANTAHKAN BAHWA ALLAH TIDAK MENGONTROL ATAS SEGALA SESUATU

9-11_Disaster_C11

BUKTI TAK TERBANTAHKAN BAHWA ALLAH TIDAK MENGONTROL ATAS SEGALA SESUATU(Diterjemahkan dari artikel Phil Drysdale tgl 12 Januari 2015 “Irrefutable Proof that God Is Not In Control of Everything”).
Saya tahu judul artikel ini kontroversial.
Tapi ini benar.
Allah tidak memgontrol segala sesuatu.
Dan saya memiliki bukti tak terbantahkan tentang itu.
Bukti apa?
Sebelum kita sampai ke bagian itu, mari kita bahas dulu mengenai kehendak Allah.
Jika benar Allah mengontrol segala sesuatu, maka seluruh kehendakNya pasti terlaksana.

Tampaknya ini cukup jelas, masalahnya cukup banyak orang yang berpendapat bahwa kehendak Allah pasti selalu terlaksana.
Mereka berkata, “Jelas kan bukan kehendak Allah menyembuhkan semua orang karena tidak semua orang disembuhkan”.

Atau yang lebih aneh lagi, “Jelas bahwa Allah menciptakan sebagian orang ditetapkan untuk masuk neraka dan sebagian orang masuk surga karena tidak semua orang diselamatkan”.
Pandangan ‘jika tidak terjadi berarti bukan kehendak Tuhan’, atau ‘jika terjadi berarti itu kehendak Tuhan’ tampaknya cukup menakutkan.
Kenapa?
Karena itu menciptakan ‘kehendak Tuhan’ yang didasarkan pada pengalaman kita, bukan pada Alkitab dan Firman Yesus!
Kehendak Tuhan sering dinyatakan dengan jelas dalam Alkitab, tapi tidak selalu terjadi demikian dalam hidup kita.
CONTOH

Kita lihat di 2 Petrus 3:9 “..Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan semua orang berbalik dan bertobat”.
Dihadapkan pd ayat ini kita pnya 2 pilihan :

Keinginan Allah tidak selalu tercapai

atau

Kita harus percaya pada universalisme.
Hal ini mungkin masih bisa diperdebatkan. Mari kita bahas sesuatu yg lebih tak terbantahakan.
APAKAH ALLAH INGIN MANUSIA BERBUAT DOSA?

Apakah pernah diceritakan di Alkitab bhw Allah menginginkan orang melakukan dosa?
Tentu tidak. Allah ingin kita kudus.

Bahkan salah satu tema utama Alkitab adalah Allah ingin manusia hidup bebas dari dosa dan segala ikatannya.
Karena itulah Yesus datang, untuk menghapus dosa dunia.
Tapi apa kenyataannya?
Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah.

Tak hanya itu, walaupun kita saat ini dalam Kristus telah dilepaskan dari dosa, kita MASIH berbuat banyak dosa.
Jadi, apakah kehendak Allah kita terus berbuat dosa?

Atau.. apakah mungkin sebenarnya Allah ‘tidak memegang kontrol’?
SEKARANG DENGARKAN BAIK-BAIK!

Saya tidak sedang mengatakan sesuatu yg mengecilkan supremasi Allah atau menafikan posisiNya sebagai Kekuasaan Tertinggi di alam semesta ini (atau semesta-semesta lain).
Yang saya ingin sampaikan adalah Allah tidak perlu dalam posisi mengontrol.

Allah berkuasa, ya benar, tapi itu tidak berarti Dia mengontrol.
Pertama, bagi pengguna New International Version (NIV), ada yang perlu Anda tahu.

Setiap kali Anda menemukan kata2 ‘Sovereign God’ (288x disebutkan), itu seharusnya dibaca ‘Tuhan Allah’. Dalam bahasa Ibrani, tidak disebutkan kata ‘sovereign’ dan menggunakannya adalah keputusan penerjemah.
Kedua, dalam bahasa Ibrani, kata ‘sovereign’ tidak berarti ‘in control = pemegang kendali/kontrol’, tapi berarti ‘in charge’ = yang bertanggung jawab.
Dalam kamus, ‘sovereign’ berarti memiliki kekuasaan yang sangat besar atau terbesar/mutlak (to possess supreme or ultimate power). Tapi tidak berarti kekuasaan itu digunakan utk mengatur dalam setiap situasi di dunia ini.
Ratu Inggris berdaulat, dia memiliki kekuasaan besar, tapi dia tidak perlu mengatur apa yang harus saya makan saat makan siang.
Atau, seorang CEO sebuah perusahaan. Ia bertanggung jawab atas sejumlah besar karyawan, tapi ia tidak dalam kuasa mengatur tingkah laku mereka.
Sebenarnya, inilah yg membedakan antara pimpinan yang baik dgn yg tidak.

Jika CEO itu mengetahui perbedaan ini, ia akan mampu memberdayakan karyawannya. Tapi jika tidak, ia akan berusaha mengendalikan karyawan lewat usaha mengatur setiap tindakan yang karyawan lakukan.
Seperti seorang CEO, Allah yang in charge. Kekuasaan/kedaulatanNya adalah atas segalanya, tidak ada yang mengaturNya dan Ia membawahi segalanya.

Sejak semula Ia memilih kita, ‘karyawan’Nya, orang-orang yang menerima delegasi tanggungjawab dan berkuasa atas bumi.
Mazmur 115:16

Langit itu langit kepunyaan Tuhan , dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.
Tapi kuasa ini telah diberikan kepada Iblis dalam kejadian Taman Eden. Inilah mengapa ia bisa menawarkan seluruh dunia kpd Yesus saat ia mencobai Yesus di gurun. Seluruh dunia tak lagi dibawah kuasa manusia, tapi dibawah kuasanya (lihat Mat 4:8-9).
Ide tentang allah yg memiliki kontrol absolut adalah cara berpikir ala Yunani-Romawi. Mereka memandang allah/dewa yang tidak memiliki kuasa absolut sbg dewa yg lemah.
Alkitab menggambarkan hal yang berbeda : Allah yang begitu merasa aman dengan posisi dan kuasaNya sehingga Ia berani memberikan kuasa/mendelegasikan kuasaNya kpd kita, kendati Ia tahu dengan pasti kita akan gagal.

Dia melakukannya karena Ia sangat ahli mendatangkan kebaikan dalam segala yang terjadi dan memastikan rencanaNya terlaksana.

Bagi saya ini menunjukkan Allah yang secara tak terbatas lebih berkuasa, bukan kurang berkuasa.
Anda pikir mengapa Yesus mengajarkan kita berdoa “Jadilah kehendakMu, di bumi seperti di surga”?.

Karena kehendakNya sudah terjadi di surga tetapi tak selalu terjadi di bumi.
INSYA ALLAH

Allah memang berkuasa dan turut bekerja mendatangkan kebaikan dalam hidup Anda, tapi jangan terjebak mempercayai Ia mengatur segala hal sampai dengan hal-hal kecil dalam hidup Anda.
Jangan memutuskan apa kehendak Allah, berdasarkan apa yang terjadi pada Anda.
Beberapa kali saya menghabiskan waktu di Timur Tengah. Hal yang mengejutkan saya adalah cara orang sana berkendara. Mereka berkendara spt orang gila. Banyak yang bahkan tidak mengenakan sabuk pengaman, juga tidak menyuruh anak2nya memakainya. Jika ditanya mengapa, jawab mereka adalah “Insya Allah” yg artinya jika Allah berkehendak.
Mereka pikir jika memang sudah diputuskan Allah mati ya mereka mati. Jika tidak, Allah pasti melindungi mereka.

Itu memang contoh ekstrim, tapi demikianlah bnyk orang berpikir tentang hidupnya. Bahwa Allah mengatur setiap tetek bengek dalam hidupnya.
Saya yakin Allah ingin angka kecelakaan di Timur Tengah jauh lebih rendah. Tapi itulah yang terjadi saat orang2 berkendara menerobos lampu merah dengan kecepatan 96km/jam tanpa mengenakan sabuk keselamatan.
Tentu saja Allah bekerja dalam hidup kita utk melaksanakan kehendak dan rencanaNya, tapi Anda tahu apa yang saya percaya..

Sering sekali kita berada dalam suatu situasi karena kita ‘berkendara’ dengan ceroboh dan seenaknya dengan berkata “Insya Allah”, ketimbang mengenakan sabuk dan berhenti di lampu merah.
Ijinkan Allah berkuasa dalam hidup Anda, tapi jangan berharap Ia akan mengurusi urusan tetek bengek kehidupan Anda.
Karena walaupun Allah mampu mengontrol segala sesuatu, Ia tak berniat melakukannya.
Ia menginginkan ‘rekan’, bukan boneka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s