Ada tiga pohon di taman Eden. 

  

Ada tiga pohon di taman Eden. 
“Harusnya dua” mungkin ada yang berpikir demikian. Namun ada juga yang lebih akurat, di taman Eden banyak pohon. Hanya dua yang namanya disebut. 
Sebetulnya ada tiga pohon yang namanya disebut di taman Eden. Pohon kehidupan; pengetahuan baik dan jahat; pohon ara. Pohon ara atau fig tree, sampai sekarang masih banyak ditemukan. Saya tidak tau apakah yang di taman Eden itu sama dengan fig tree jaman sekarang. Namun kalau pohon pengetahuan dan pohon kehidupan, jaman sekarang tidak pernah ditemukan. Nama Latin dari kedua pohon itu tidak pernah diketahui. Kalau memang tidak ada nama Latin, kemungkinan kedua pohon itu bukan pohon beneran.
Ada banyak yang berasumsi bahwa pohon kehidupan itu adalah Yesus. Apakah benar Yesus awalnya adalah pohon? Tentu tidak. Kalau pohon kehidupan adalah Yesus, apakah lawan Yesus, pohon pengetahuan itu adalah setan? Tentu tidak. Paling2 setan bisa menghuni suatu pohon yang angker, tetapi setan bukan pohon. Jadi kedua pohon itu selain bukan pohon beneran, juga bukan Yesus, dan bukan iblis. 
Kalau kedua pohon itu bukan pohon beneran yang memiliki bentuk fisik, bukan Yesus dan Iblis, lalu apakah sebenarnya kedua pohon tersebut? Tidak lain mereka adalah mindset atau cara berpikir kita terhadap Tuhan. Pandangan kita mengenai image of God. Cara kita ber hubungan dengan Dia menurut konsep kita mengenai siapa Tuhan. 



Pohon kehidupan cuma punya satu karakter, Tuhan cuma memiliki satu sisi, yaitu kehidupan. Kita memandang Tuhan sebagai sumber kehidupan satu satunya. Kehidupan yang ber kelimpahan seperti yang dijanjikanNya. Kehidupan yang penuh susu dan madu, penuh dengan kasih, dan pengharapan dan suka cita. Kalau kita memiliki image mengenai Tuhan yang memberi kehidupan ber-kelimpahan, maka kehidupan kita akan penuh dengan rest seperti yang dijanjikan Yesus. 
Sebaliknya pohon pengetahuan baik dan jahat itu berbeda. Orang perjanjian lama memandang Tuhan adalah sumber kebaikan dan kejahatan. Bahkan iblis dianggap alat Tuhan untuk menggocoh manusia. Tuhan dianggap seperti coin, sisi kasih dan sisi murka; sisi kemurahan dan sisi cemburu; terang dan kegelapan; kesehatan dan sakit penyakit; pengampunan dan pembalasan. Pohon ini membawa kita pada kematian. Mati rohani, mati keintiman dengan Dia. Tuhan dianggap sebagai pencipta malapetaka alam untuk menghukum umat manusia tanpa pilih pilih. Itu adalah konsep perjanjian lama sehingga kita membutuhkan perjanjian baru. 
Kebanyakan kita berpikir kedua pohon itu adalah masalah Adam Hawa ditanam Eden dan kita hanya mendapatkan akibat dari kesalahan mereka. Kita tidak perlu kuatir salah makan karena kita sudah makan dari pohon kehidupan itu. Kita tidak perlu kuatir karena pohon2 itu hanya ada di taman Eden. Saya percaya memang kita tidak perlu kuatir, tetapi kita perlu mengerti bahwa masalah pemilihan pohon itu bukan hanya dihadapi oleh Adam dan Hawa, tetapi juga oleh kita yang sudah lahir baru, karena kedua pohon itu adalah citra gambar Tuhan. 



Kalau kita masih berpikir Tuhan adalah sumber berkat dan kutuk, sumber kesehatan dan penyakit, sumber belas kasian dan penghukuman, pengampunan dan pembalasan, maka kita masih berdiri di zona pohon pengetahuan. 
Kalau kita berdiri di zona pohon kehidupan, maka kita akan memandang setiap masalah, malapetaka, dakwaan, condemnation, kebencian, bukan berasal dari Tuhan. Tuhan hanya memberi yang terbaik bagi kita. 
Mungkin ini bukan tulisan teologia, namun saya sangat percaya Tuhan hanya memiliki satu sisi, yaitu kehidupan. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s