SETELAH 38 TAHUN

  
SETELAH 38 TAHUN
Yohanes 5:5-6

5Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 

6Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”
Saat saya sedang merenungkan bacaan ini, Roh Kudus menaruh pertanyaan di hati saya, “Sadarkah kamu bahwa orang ini sudah lumpuh 38 tahun? Apa hubungannya kejadian ini dengan hari Sabat? Kenapa Yesus menyuruh dia mengangkat tilamnya dan berjalan di hari Sabat?
Saya bertanya pada Tuhan dan melakukan sedikit riset dan inilah yang saya temukan :
Angka 38 dalam bahasa Ibrani dituliskan dengan huruf ‘lamed’ (angka 30) yang berarti otoritas dan ‘chet’ (angka 8) yang berarti ruangan dalam, termasuk hati. 38 melambangkan kerja atau usaha. Termasuk gagasan tentang panggilan, tujuan hidup yang adalah otoritas yang dimiliki setiap orang dalam hatinya.
Contoh alkitabiah angka 38 ini ada di Ulangan 2:14, dimana orang Israel akhirnya mengerti ‘panggilan’ mereka setelah tertunda 38 tahun :
Lamanya kita berjalan sejak dari Kadesh-Barnea sampai kita ada di seberang sungai Zered, ada TIGA PULUH DELAPAN tahun, sampai seluruh angkatan itu, yakni prajurit, habis binasa dari perkemahan, seperti yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada mereka;

Di Yohanes 5:5 kita lihat orang ini sudah lumpuh selama 38 tahun sampai Yesus menyembuhkannya. 38 adalah angka usaha. 

Di ayat 8, Yesus menyuruh dia mengangkat tilamnya dan berjalan. Di ayat 10 orang-orang mengkritik Yesus karena melakukan pekerjaan di hari Sabat. 

Mereka memang beberapa kali mengkritik Yesus karena ‘melakukan pekerjaan’ di hari Sabat.
Seandainya mereka mengerti tentang ‘berusaha untuk beristirahat’, dimana seseorang berhenti dari pekerjaannya dan beristirahat dalam pekerjaan Allah (Ibrani 4:10), mereka akan bersukacita melihat orang lumpuh itu disembuhkan ketimbang mengomel karena itu terjadi di hari Sabat. 
Telah 38 tahun pria ini berusaha untuk menemukan istirahat dan kelegaan, dia menaruh harapannya pada posisinya di tepi kolam menunggu malaikat membawa kesembuhan dan istirahat sejati bagi dirinya. 

Sampai detik itu, dia tak mengenali yang berdiri di hadapannya adalah Sang Tuhan atas hari Sabat.
“Maukah engkau sembuh?”

Wow..pertanyaan yang luarbiasa.
Sahabat, apakah saat ini anda kelelahan dan berbeban berat, 

telah sekian lama mencoba segala yang anda bisa lewat hikmat dan kemampuan anda 

bagaimana harus melunasi segala tunggakan, 

bagaimana supaya sembuh dari penyakit menahun, 

bagaimana mengampuni orang terdekat yang melukai anda,

bagaimana bisa bicara dengan anak anda yang makin lama makin terasing, 

bagaimana memulihkan hubungan dengan sahabat yang pernah anda kecewakan?
Saran saya – BERISTIRAHATLAH. REST.

Beristirahatlah dari pergumulan anda. 

Yesus sudah menanganinya.

Hargai kata-kata ‘berusaha untuk beristirahat’.

Berhentilah dari usaha anda karena Yesus sudah ‘berusaha’.

Sekarang Dia sedang bertanya pada anda, “Maukah engkau sembuh?”
Untuk direnungkan : Beristirahatlah!
[Simon Yap : After 38 years; June 12, 2013]

https://hischarisisenough.wordpress.com/2013/06/12/after-38-years/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s