GADIS BIJAKSANA DAN GADIS BODOH

  
GADIS BIJAKSANA DAN GADIS BODOH
Perumpamaan 10 gadis saat ditafsirkan secara keliru mengatakan bahwa orang Kristen akan tertinggal saat pengangkatan.

Penafsiran tradisional perumpamaan ini berpusat pada perlambangan ‘minyak’. Yaitu sebagai perlambangan Roh Kudus.

Jemaat diajar bahwa jika di pelita mereka tak ada minyak –tidak penuh Roh Kudus– mereka tak akan diijinkan masuk dan mengikuti pesta perkawinan Anak Domba. Artinya, mereka kehilangan keselamatan.
MASALAH DENGAN PENAFSIRAN TRADISIONAL
Kedua kelompok gadis punya minyak dalam pelita mereka. Tapi hanya kelompok pertama yang bawa cadangan minyak. Yang kelompok kedua, tidak.

Hmm, apakah Yesus sedang mengajarkan kita supaya ‘menghemat penggunaan’ Roh Kudus supaya nanti kita punya cadangan?

Apakah maksud Yesus Roh Kudus bisa ‘disimpan’ untuk penggunaan di kemudian hari?
Anda bisa lihat kan betapa konyolnya interpretasi macam itu?

Roh Kudus adalah PRIBADI.

Anda tak bisa memiliki lebih banyak atau lebih sedikit Roh Kudus. 

Pilihannya HANYA Anda memiliki Roh atau tidak.
Ngomong-ngomong, Yohanes pernah bilang bahwa Roh Kudus diberikan bagi kita untuk selama-lamanya (Yoh 14:16). Paulus pernah bilang Roh Kudus adalah ‘segel’ atau materai yang memeteraikan kita hingga hari kita bertemu muka dengan muka dengan Yesus (Efesus 4:30).

Lantas, maksud Yesus sebenarnya, apa?

50% dari jemaat selamat dan 50%nya lagi tidak?
Jika benar begitu, bagaimana mendapatkan minyak cadangan?

Melakukan sesuatu lebih lagi dan lebih lagi bagi Yesus?

Dengan akumulasi pekerjaan baik kita?

Hmm…

Kalau benar begitu, berapa banyak usaha yang dibutuhkan baru bisa dikatakan cukup?

  PERLUNYA MEMAHAMI BAHWA PERUMPAMAAN INI DITUJUKAN KEPADA ORANG YAHUDI

Saya beritahu anda seperti apa suatu pesta kawin Yahudi. 

Yap.. itu dia petunjuk pertama. 

Yang Yesus gambarkan adalah pesta kawin Yahudi, bukan pesta kawin bangsa lain.

Perkawinan Yahudi terdiri dari 3 tahap yang berlangsung dalam waktu yang lama.

Biasanya dimulai saat pasangan masih sangat muda, dimana perjodohan mereka diatur oleh orangtua mereka, kadang dengan bantuan ‘mak comblang’. 

Kedua, ada upacara pertunangan yang diadakan di rumah pengantin perempuan. Laki-laki dan perempuan yang bertunangan bertukar janji dan laki-laki memberi hadiah pertunangan. 
Proses ini bisa memakan waktu 1-2 tahun. Dan selama masa itu perempuan yang sudah ditunangkan dipingit dan tetap tinggal bersama orangtuanya. 
Tahap ketiga adalah perjamuan kawin yang biasanya berlangsung malam hari. 

Mempelai laki-laki dan sahabat-sahabatnya datang menjemput ke rumah mempelai perempuan. Mempelai perempuan biasanya mengenakan cadar tebal. Dia dan sahabat-sahabatnya akan bersama-sama dengan mempelai laki-laki berangkat ke rumah ayah mempelai laki-laki atau ke bangsal besar tempat perjamuan digelar. 
Pengantin laki-laki dan perempuan akan menghabiskan waktu bersama. Dan 7 hari kemudian pengantin perempuan muncul di depan umum tanpa cadar sehingga semua orang dapat melihatnya.

Jika si perempuan belum pernah menikah sebelumnya, perjamuan akan berlangsung 7 hari. Jika ia adalah janda yang kawin lagi, perjamuan berlangsung 3 hari.
5 gadis bodoh tak punya minyak ekstra. Mereka coba meminjam kepada 5 gadis yang lain tapi ditolak. Karena kuatir tak cukup untuk mereka sendiri. Oleh 5 gadis yang bijaksana, ke 5 gadis bodoh disarankan untuk membeli minyak dari penjual. Saat mereka pergi, mempelai laki-laki sudah tiba dan masuk ke pesta perjamuan bersama 5 gadis yang bijaksana dan tamu undangan lainnya. Pintu ditutup.

Kelima gadis bodoh kembali. Berteriak-teriak minta dibukakan pintu, tapi terlambat, pintu tak bisa terbuka lagi.

Mempelai laki-laki berkata, “Sesungguhnya aku tak kenal kamu”.
Jika minyak itu adalah perlambangan Roh Kudus, tolong beritahu saya, bisakah anda ‘membeli’ Dia?

Jika anda bisa ‘membeli’ Dia dengan usaha anda, bisakah anda pergi ‘membeli’ Roh Kudus lebih banyak?
Saya rasa tidak.

MAKSUD PERUMPAMAAN INI SEBENARNYA …
Yang mengganggu saya adalah ini : apakah artinya hanya 50% orang percaya yang berhasil ikut pesta kawin Anak Domba?
Matius 24 BUKAN tentang gereja. Itu adalah tentang bangsa Yahudi dan apa yang akan terjadi atas angkatan yang Yesus sebutkan.
Konsep ini fundamental untuk memahami perumpamaan ini. Perikop ini sebenarnya merujuk pada orang Yahudi dan apa yang akan terjadi pada mereka. BUKAN pada gereja.

‘ANGKATAN’ APA YANG YESUS MAKSUD?

Mari kita lihat Matius 24. Yesus mengatakan semua akan terjadi dalam suatu periode yang disebut satu angkatan.
Matius 24:34-35

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ANGKATAN ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Kita perlu ingat bahwa angkatan yang Yesus maksudkan adalah angkatan di jamanNya, bukan jaman kita sekarang.

Mari kita lihat apa yang dikatakanNya mengenai ‘angkatan’ (generasi) :
Matius 11:15-17

15Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!  

16Dengan apakah akan Kuumpamakan ANGKATAN ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:  

17Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
Matius 12:39

Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “ANGKATAN yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
Matius 12:42

Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama ANGKATAN ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!”
Matius 12:45

Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas ANGKATAN yang jahat ini.”
Matius 23:35-37

35supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. 

36Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya SEMUANYA AKAN DITANGGUNG ANGKATAN INI!”  

Perhatikan tangisan Yesus, 

“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau” (ayat 37).
Yesus sedang bicara tentang penghakiman yang akan segera datang atas angkatan yang hidup di masa itu. 
Perhatikan juga Wahyu 6:9-10,

9Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. 

10Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?”
Perhatikan ada ‘jiwa-jiwa’ yang berseru nyaring ini? Yang menangis untuk dibalaskan?

Mereka akan segera dibalaskan. 

Siapa mereka?
Matius 23:35

supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah ORANG YANG TAK BERSALAH MULAI DARI HABEL, orang benar itu, SAMPAI KEPADA ZAKHARIA BIN BEREKHYA, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. 
Ingat bagaimana Yesus memperingatkan penduduk Yerusalem untuk meninggalkan kota itu.
Matius 24:16-21

16maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.  

17Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, 

18dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

19Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. 

20Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. 

21Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.
Ini peringatan tentang penghancuran Yerusalem yang akan terjadi dalam ‘angkatan ini’. 

Satu angkatan lamanya 40 tahun.

Yesus mati sekitar tahun 30M, jadi 40 tahun kemudian adalah tahun 70M. 

ORANG PILIHAN

Kita lihat dulu sekarang mengenai ‘orang pilihanNya’.
Matius 24:31

Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan ORANG-ORANG PILIHANNya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
Wahyu 7:1-4

1Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. 

2Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,  

3katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”  

4Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
‘Orang pilihan’ di ayat ini adalah orang Yahudi. Ini adalah perikop yang meminta orang Yahudi meninggalkan Yerusalem sebelum kota itu dihancurkan. Bait Suci dan seluruh Yerusalem dihancurkan tahun 70M.
Jadi, perumpamaan 10 gadis itu adalah peringatan tegas untuk meninggalkan Yerusalem.
Banyak yang mengaitkan perumpamaan ini dengan peristiwa rapture dan bagaimana sangkakala akan dibunyikan.

Tapi jika anda baca Yoel 2, anda akan mengerti apa yang terjadi di Yerusalem tahun 70M saat kota itu dikepung dan dihancurkan oleh tentara Romawi. Ingatkah anda ayat pertama di Yoel 2?
Yoel 2:1

Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari Tuhan datang, sebab hari itu sudah dekat;
Matius 24 bukan tentang rapture. Itu tentang berakhirnya era perjanjian yang lama. 
Mari kita lihat apa yang terjadi di Yerusalem tahun 70M menurut Wikipedia.
Walaupun pernah berhasil mendesak pengepungan Romawi, kaum Zealot saling berperang satu sama lain dan kekurangan pemimpin yang berkualitas, menghasilkan pasukan yang berdisiplin rendah dan kurang terlatih serta kurang siap untuk peperangan selanjutnya.

Jenderal Titus mengepung dengan 4 legion di sekeliling Yerusalem.

Ia mengijinkan para peziarah masuk ke Yerusalem untuk merayakan Paskah, tapi tidak mengijinkan mereka keluar dari sana, membuat kota itu semakin kesulitan pangan dan air bersih.
Setelah sejumlah pasukannya terbunuh oleh sekutu Yahudi, Titus mengutus sejarawan Yahudi Josephus untuk bernegosiasi, namun berakhir dengan terlukanya sang negosiator. Titus hampir saja tertangkap dalam serangan tiba-tiba ini tapi lolos.
Pertengahan Mei Titus menghancurkan Tembok ketiga yang baru dibangun, menembus kota dan menghancurkan Tembok kedua serta Benteng Antonia di utara Bait Suci.
Josephus gagal dalam usaha lanjutannya untuk bernegosiasi dan orang Yahudi menghancurkan menara pengawas di Benteng Antonia.

Makanan dan air bersih makin sulit di kota, namun beberapa orang berhasil mengecoh tentara Romawi dan menyelundupkannya.

Supaya para penyelundup ini teratasi, Titus membangun tembok dan menara pengawas baru. Sama sekali tak ada orang yang bisa keluar dari Yerusalem. Kelaparan merajalela. 

Seandainya orang-orang ini mendengarkan Yesus, mereka tak akan terperangkap di Yerusalem. 
‘Pintu yang tertutup’ di Matius 24:10 menggambarkan tembok tertutup yang dibuat Titus. 
Penting juga untuk diperhatikan adalah KEDATANGAN Anak Manusia tahun 70M yang dicatat oleh sejarawan Yahudi Josephus (75M) dan sejarawan Romawi Tacitus (11M).

Mereka mencatat adanya penampakan di langit di atas seluruh negeri sebelum matahari terbenam beberapa hari setelah Pentakosta. Batalion bersenjata dan berbaju zirah berkilauan melaju melewati awan dan mengelilingi kota.
Apa yang terjadi atas orang yang terkepung di Yerusalem?

Josephus mengklaim 1,1 juta orang terbunuh, hampir seluruhnya orang Yahudi dan 97 ribu orang ditangkap dan ditawan. 

Pembantaian itu sungguh mengerikan. Laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, pemberontak maupun imam, yang melawan maupun yang tidak, semua ditebas pedang dalam pembantaian besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jumlah orang yang dibantai jauh lebih banyak dari pembantainya. Anggota batalion Romawi harus memanjat di atas tumpukan mayat untuk meneruskan pembantaian.
Titus disebutkan menolak pengalungan tanda kemenangan, karena ia merasa itu bukan karena usahanya sendiri, ia merasa semata-mata adalah alat murka Tuhan.
Semua orang yang menolak mempercayai kata-kata Yesus dan menolak meninggalkan Yerusalem, yang terus melanjutkan penyembahan menurut aturan Perjanjian Lama di Bait Suci (melakukan persembahan korban), semuanya tewas. 

Merekalah para gadis bodoh yang tidak bersiap-siap, tidak berjaga-jaga.
Jadi, perumpamaan itu BUKAN tentang anda.

Anda bukan para gadis.
Anda MEMPELAI.
Semoga penjelasan ini membuat anda tenang.

[Simon Yap : The Wise and Foolish Virgins; 27 November 2014]

https://hischarisisenough.wordpress.com/2014/11/27/the-wise-and-foolish-virgins-2/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s