Tentang PERPULUHAN 

  
TENTANG PERPULUHAN
Maleakhi 3:8-12 adl ayat paling sering digunakan untuk ‘menghimbau’ jemaat agar memberi perpuluhan (PP) kpd gereja, dgn menekankan aspek : 

– jika tdk memberi PP = merampok Tuhan

– jika tdk memberi PP, maka akan dikutuk (dilengkapi contoh biasanya)

– jika memberi PP dan membawanya ke rumah perbendaharaan, kita akan diberkati (inipun biasanya pakai contoh)

– rumah perbendaharaan yg dimaksud adl gereja lokal.
Masalahnya, bnyk yg lantas bergumul utk membayar PP shg timbul pertanyaan sbb :

– sudahkah saya membayar cukup?

– PP dihitung dari pendapatan kotor (sblm pajak) atau pendapatan bersih (sesudah)? 

– apakah saya harus membayar PP dari pinjaman/beasiswa saya?
Kita perlu menelaah apa yg alkitab katakan ttg PP. Jangan terima mentah2 apa yg tradisi atau orang lain katakan (bahkan gembala anda atau pendeta terkenal sekalipun) ttg PP.
Apa itu Perpuluhan (Tithing)?

Perpuluhan adl memberi 10% dari pendapatan secara reguler kpd Tuhan.

PP diberlakukan di masa Perjanjian Lama, di bawah Taurat, agar suku Lewi yg melayani di Kemah Suci (nantinya di jaman Salomo melayani di Bait Suci) terpelihara hidupnya. Kita tau bhw suku Lewi dikhususkan oleh Tuhan utk melayani di Kemah & tdk menerima warisan tanah spt 11 suku lainnya. Jadi mereka tidak memiliki pendapatan.

PP juga dikumpulkan utk memelihara hidup para janda, yatim piatu, org miskin dan org asing.
PP diberlakukan di masa PL, BUKAN di masa perjanjian yg baru.

  
PP hanya disebutkan 4x dalam PB, 3x dlm injil & bbrp kali dalam pasal 7 surat Ibrani.
Di Injil (Mat 23:23, Luk 11:42, 18:12) Yesus menunjuk kpd org Farisi yg terlalu menekankan PP shg mengabaikan hal lainnya. 

Mrk begitu terfokus pd PP shg melewatkan tujuan Taurat yg sebenarnya y.i mengasihi Allah dan sesama.

Mrk juga dgn keliru beranggapan bhw PP adl cara mendapat berkat & perkenanan Tuhan.

Yesus menohok kemunafikan mrk, krn membayar PP membuat mrk merasa lebih baik dr org lain.
Perkataan Yesus ini disampaikan sblm salib. Di salib, perjanjian yg lama itu dinyatakan usang, tak berlaku lagi (ibr 8:13).
PP BUKAN bagian dari PB. Jika ya, pastilah Paulus sudah mengajarkannya lewat surat2nya. PP tidak diajarkan di surat2 itu dan tidak pnya tempat dalam gereja PB.
Jangan pandang enteng perkara membayar PP ini. Membayar PP bg org Kristen (gereja) = menempatkan diri kembali ke bawah Taurat. 

Dan org yg menempatkan diri ke bawah Taurat membuka diri thd kutuk (Gal 3:10).

Setiap org yg ingin menaati 1 bagian HT, harus menaati keseluruhannya. Jika hanya menuruti 1 bagian tp mengabaikan 612 yg lain, ia tetap dinyatakan bersalah (Yak 2:10).
Referensi lain ttg PP di kitab PB ada di Ibrani psl 7.

Surat ini sebenarnya ditujukan buat org Ibrani/Yahudi, utk menunjukkan superioritas PB dibanding dgn PL.

Ada yg berargumen bhw P wajib juga bg org Kristen dgn mengutip perikop ini, dgn alasan Abraham memberi PP kpd Melkisedek sekalipun ia tdk dibwah HT.
Perhatikan baik :

1. Kita hrs bedakan antara apa yg dicatat dlm alkitab ttg perbuatan org2 masa itu dengan apa yg Tuhan perintahkan utk kita lakukan.

Abraham melakukan hal2 ini :

– ia mengakui Sarah sbg adiknya, bukan istrinya. 2x! Betapa pengecutnya Abraham membiarkan istrinya jd umpan utk menyelamatkan diri. Jika saja Tuhan tdk turun tangan, Sarah pasti sudah jd gundik raja kafir.

– ia memberikan separuh dr tanah kanaan yg Tuhan berikan pd Lot, ponakannya tersayang.

Apakah kita harus melakukan hal yg sama?
Alasan kenapa PP disebut di Ibr 7 adl semata utk menunjukkan betapa PB lebih baik dr PL, dimana Yesus adl Imam berdasarkan peraturan Melkisedek, jauh lebih tinggi dr imam Lewi berdasarkan peraturan Harun.

Tidak ada instruksi utk melakukan PP disebutkan disitu.
2. Di Kej 14, Abraham diberkati SEBELUM ia membawa PP, BUKAN sesudah!!.

Ia memberi PP sbg respon atas berkat Melkisedek. BUKAN spy ia dapat berkat (ay 18-20)

Ia sdh jd org kaya raya jauh sblm ia memberi PP (Kej 13:2). Dia gak perlu membayar Tuhan atau siapapun utk dapat berkat.

Kita, sbg penerima berkat Abraham atas dasar iman kpd Kristus, JUGA TIDAK PERLU memberi PP utk diberkati.

Hanya ada 1 alasan kita diberkati : Karya Yesus di salib! Ia yg melayakkan kita menerima segala berkat rohani (Ef 1:3).
3. Abraham memberi PP bukan krn ada yg nyuruh. Allah tdk pernah kasih instruksi utk itu. Dan Abraham memberi PP bukan dr harta pribadinya. 

Yg dia beri adl 10% dari harta jarahan perang.

Ya, dia memberi 10% kpd Melkisedek. Tapi ia memberi 90% sisanya kpd raja Sodom (Kej 14:21). 

Jd kalau mau spt Abraham, pergilah berperang, jarah semua harta musuh Anda, berikan 10%nya ke gereja lokal, dan 90%nya kpd kompleks lokalisasi dan bandar narkoba setempat (ya kira2 gitu deh perbandingannya).

Abraham memberi P brp kali?

1x!!

Dibanding hidupnya yg 175 tahun, sepertinya memberi P 1x bukan prestasi yg mengagumkan..
Sekali lagi, org Kristen TIDAK dibawah HT. Roma 6:14.
Jika sbg org Kristen Anda tetap mau membayar PP dan/atau mewajibkan jemaat Anda membayar PP, sebaiknya Anda perhatikan ayat2 PL ttg P berikut :

Imamat 27:30-33; Ulangan 12:6-7, 17-18; 14:22-26, 28-29; 26:12-13.
#Perpuluhan TIDAK PERNAH berupa uang!

PP selalu dalam bentuk makanan atau bahan pangan.
#Ada 3 jenis PP : 

a.10% utk Kaum Lewi

b.10% utk perayaan di Yerusalem 1x setahun

Jika Anda tdk bisa membawa bahan makanan itu ke Yerusalem, anda boleh tukar dulu mjd uang. Lalu sesampainya di Yerusalem anda beli bahan makanan dgn uang itu. Tetap dalam bentuk makanan/bahan pangan.

c.10% utk imam lokal, org miskin, yatim, janda, org asing setiap 3th.
Jadi… perpuluhan bukan 10%.

Tapi 20% tiap tahun. 

Dan tahun ke 3 mjd 30%.
Lantas bgmn dgn ‘kutuk’ di Maleakhi 3 td?

Pernyataan ini (bahwa Anda dikutuk krn apa yg anda lakukan/tdk lakukan) adl MENGHINA salib. Kristus telah mjd kutuk agar kita beroleh berkat (Gal 3:13).
Dan perhatikan kpd siapa ayat ini ditujukan. 

Di Mal 2:1,8-9 disebutkan ttg imam2, krn mereka TIDAK mengajarkan bagian Taurat secara utuh kpd umat, tp memilih mana yg enak bg mrk saja.

Jadi ayat ini BUKAN utk gereja!
Di masa PB, jemaat mula2 dikenal krn kemurahan hati mrk. Mrk memberi utk membantu saudara dlm Kristus (a.l. di Kis 6:1-7). Juga utk mendukung pekabaran injil (a.l. di Kis 15:3).

Sblm abad 3 para pemberita injil/pendeta tdk pnya penghasilan krn tdk dimungkinkan mrk bekerja sampingan disamping melayani jemaat. Jd jemaat menyokong mrk dgn sukarela.

Adalah Kaisar Konstantin dari Roma yg mengenalkan ide menggaji para pendeta, diambil dr tradisi penyembahan berhala. Ia menggunakan uang kota utk menggaji org yg melayani sbg pendeta di kerajaanNya.

Praktek ini berkembang hingga mjd hukum tetap di abad 10. 

900 tahun setelah Yesus.
Saya tidak menentang anda memberi. Krn memberi adl DNA org percaya, sebab Bapa kita di surga adl Seorang Pemberi.
Jika anda memberi 10% pendapatan anda ke gereja lokal, monggo!

Tapi jangan berpikir itu krn Tuhan yg mengharuskan sbg syarat utk memberkati anda. 

Tuhan tidak perlu diberi umpan spy memberkati kita!!
Ada org2 yang tak kenal lelah memberitakan injil & melayani tubuh Kristus. Adalah sangat alkitabiah bagi kita yg ada di sekelilingnya utk menyokong mrk. Krn tak semua mrk bisa ‘membuat tenda’ spt Paulus, Akwila dan Priskila utk menyokong hidupnya. 

Tapi ingat, ini bukan hukum. Ini adl prinsip.
Memberi sangat beda dgn membayar PP. 

Memberi adl respon alami seseorang yg hatinya diluapi rasa syukur atas kasih karunia Tuhan.

Memberilah dgn sukacita (2Kor 9:7), 

memberilah utk menolong org lain (Mat 25:34-35), memberilah saat anda telah diperlengkapi dan dilayani (2Kor 9:10-11), 

atau saat anda merasa Roh Kudus menggerakkan anda.
Karena Yesus tidak melihat apa dan bagaimana dan berapa besar anda memberi. Ia melihat mengapa anda memberi.
(Diringkas dari beberapa sumber. Lebih lengkap dapat dibaca di buku Ps Ken Legg, New Covenant New Glory Chapter 11; dan artikel Phil Drysdale ttg Perpuluhan : phildrysdale.com/tithing)

5 Comments Add yours

  1. Kalau di gereja saya, kita diajarkan bahwa mengembalikan persepuluhan itu gunanya adalah untuk kita mengingatkan diri kita sendiri bahwa berkat itu datangnya dari Tuhan semata, agar kita tidak tinggi hati lantas menganggap semuanya adalah hasil karya tangan sendiri.

    Ketika kita *mengembalikan* (bukan memberikan) persepuluhan, kita mengakui bahwa Tuhan lah yang empunya seluruh berkat yang kita terima, dan bahwa hati kita tidak melekat pada harta. Kita mengembalikan persepuluhan oleh karena kita mengasihi Tuhan lebih daripada semua harta tersebut. Lebih tepatnya, karena kita mengasihi Tuhan. Titik. Perkara nanti habis itu diberkati Tuhan oleh karena persepuluhan atau bukan oleh karena persepuluhan, atau tidak ada efeknya sekalipun, itu urusan nomor sekian.

  2. Lidya Sabar says:

    Syalom.
    Saya masih terus belajar tentang firman Tuhan.
    Ketika membaca artikel ini, saya merasa kurang damai dalam hati.
    Tuhan kita adalah Allah yang empunya segalanya, bahkan segala yang kita miliki takkan bisa membalas kasihNya.
    Saya berpendapat pada salah satu pelayanan Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menggenapi hukum taurat. Apakah meniadakan perpuluhan juga termasuk?
    Terimakasih.

    1. Supranatural says:

      Coba baca artikel yg berjudul lima kebohongan ..,, semoga bisa mencerahkan @lidya.

  3. Site Admin says:

    Perpuluhan itu harus..

  4. indra says:

    harus menurut para pendeta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s