Anda suam kuku? 

APAKAH ANDA SUAM?
  

Ini dia pertanyaan favorit banyak pengkhotbah : “Apakah kamu orang percaya yang suam?”.

Jika kamu tak yakin, Yesus akan memuntahkanmu dari mulutNya. 

Apa artinya ini? Dia akan menolakmu, hai kamu orang Kristen yang menyedihkan! Kamu mungkin sudah diselamatkan, tapi jika kamu tidak berapi-api buat Tuhan, kamu akan berakhir di neraka!
Omongkosong!
Pertama, anda adalah TUBUH KRISTUS dan Yesus TIDAK AKAN memuntahkan bagian tubuhNya. 

Anda pernah memuntahkan ginjal anda? Atau jari kaki? Tidak masuk akal, kan?

Tapi persis seperti itulah para pengkhotbah penebar teror itu katakan akan terjadi.
Kedua, suam tak ada hubungannya dengan tingkat antusiasme anda. Saat muda dulu, saya pikir tak apa-apa meninggalkan kewajiban saya sebagai ayah atau membayar tagihan demi menghadiri sekian banyak rapat dan pertemuan dan menjadi sukarelawan di sekian banyak event. Saya pikir saya sangat panas dan berapi-api buat Tuhan. 
Tak ada salahnya melakukan kegiatan-kegiatan itu, tapi anda sedang menipu diri sendiri kalau berpikir kesibukan anda itu bisa membuat Allah akan terkesan.
Mendefinisikan kesuaman sebagai hal mengenai derajat ‘panas’ (antusiasme) memiliki banyak masalah.

Apa yang ‘panas’ bagi anda bisa jadi suam bagi orang lain. (Sudah berapa banyak orang yang anda tuntun mengenal Yesus dibanding Billy Graham?)

Antusiasme itu bisa jadi hanyalah topeng kebenaran-diri berdasar perbuatan (seolah itu bisa membuat Allah terkesan dan kagum pada anda).

Saat ada yang bilang setidaknya sedikit ‘panas’ itu lebih bagus buat Tuhan (“Hei, setidaknya aku berusaha”), Yesus bilang mending anda sedingin batu sekalian.
Wahyu 3:15

Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!

Apa artinya ‘suam’?

Suam adalah apa yang anda dapatkan jika anda mencampur sesuatu yang panas dengan yang dingin. Menjadi suam adalah mencampurkan hal-hal yang harusnya tak boleh dicampur. 

Contohnya, mencampur kasih-putih-murni Allah yang panas dan menyala-nyala, dengan tuntutan Taurat yang sedingin batu. Hasilnya : anda jatuh dari kasih karunia (lihat Galatia 3).

Itu sama saja dengan berselingkuh dari Yesus (lihat Roma 7).
Percampuran hal-hal yang tak boleh dicampur ini ironisnya telah membawa orang percaya kepada kepuasan diri.

Mereka dilumpuhkan dan dikebiri oleh tuntutan-tuntutan tak terdamaikan dari adanya percampuran ini.

Penyakit ‘suam’ adalah hasil dari hal-hal tak sehat ini :
•Mencampurkan perjanjian baru kasih karunia dengan perjanjian lama usaha manusia

•Mencampurkan hukum yang baru yang ditulis di dalam hati kita dengan hukum lama yang di atas lempengan batu

•Mencampurkan ‘istirahat’ perjanjian baru dengan tuntutan tiada akhir perjanjian lama

•Mencampurkan janji-janji Tuhan yang tak pernah ingkar dengan janji manusia yang rapuh

•Mencampurkan perbudakan Sinai dengan kemerdekaan Sion (Galatia 4:31)

•Mencampurkan pelayanan yang menghukum (2Korintus 3:9) dengan pelayanan tanpa penghukuman (Roma 8:1).
Dalam usaha menyeimbangkan keduanya, pengkhotbah injil campuran mengajarkan pesan yang campur aduk yang menghasilkan orang percaya yang ‘bingung’ dan kacau. Ini seperti diberi racun oleh dokter.
Inilah ucapan Spurgeon tentang percampuran,
Kita menyanyi dan menyanyi …

“Jiwaku, jangan lagi berusaha untuk mendapatkan kehidupan dan menikmati kenyamanan dari Taurat”.

Karena dari Taurat hanya ada kematian, bukan kehidupan.

Hanya ada kesedihan dan derita, bukan ketenangan.

Menuduh dan menghukum, hanya itu yang Taurat lakukan. 

Kapankah para pengkhotbah belajar membedakan Taurat dengan Injil?

Kebanyakan dari mereka membuat ramuan beracun dan menghidangkannya kepada jemaat. Seringnya mereka mencampur se-ons Injil dengan setengah kilo Taurat.

Tapi sebenarnya bahkan sebutir Taurat pun sudah merusak semuanya.

(Dalam Sermon No.531 ‘The Warrant of Faith’; Sept 20, 1863)
Mengapa Yesus lebih suka kita ‘dingin’ sekalian ketimbang suam?

Mencampur yang lama dan yang baru akan membuat anda KEHILANGAN MANFAAT keduanya. 

Anda tidak akan bisa menikmati kasih karunia Tuhan yang sudah disediakanNya, juga tidak bisa mengerti maksud dan tujuan Taurat yang mengarahkan anda kepada Yesus.
Penyebab #1 kesuaman adalah Taurat yang ‘murahan’. Yakni suatu pemikiran yang delusional/menipu diri bahwa Tuhan akan menerima sesuatu yang manusia lakukan, sekalipun tak sempurna.

Taurat ‘murahan’ biasanya dibungkus dengan istilah ‘memelihara kekudusan’ atau ‘disiplin rohani’. Penekanannya adalah pada ‘korban’ yang anda bawa atau janji/komitmen yang anda buat. 

Buahnya selalu berupa bau busuk kebenaran-diri yang membuat ingin muntah. “Lihat apa yang sudah aku lakukan buatMu, Tuhan!”.
Obat bagi penyakit suam adalah kata-kata Yesus yang sedingin batu ini,
Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang

(Wahyu 3:16-17)
Mengapa Yesus katakan lebih baik dingin sekalian ketimbang suam?

Karena Taurat murni yang Yesus ajarkan akan membungkam mulut yang sombong dan menyingkapkan kebutuhan manusia akan kasih karunia.

Bagaimana supaya saya bisa ‘panas’?

… maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

(Wahyu 3:18)
Puji Tuhan untuk kasih karunia! 

Karena kasih karunia anda kini bisa mengganti kain kotor kebenaran diri anda dengan jubah putih kebenaran Kristus. 

Anda kini bisa mengganti jerami, kayu dan rumput kering usaha manusiawi anda dengan harta karun emas murni yaitu Yesus sendiri.

Dengan salep pelumasNya di mata anda, anda akan melihat pengorbananNya adalah karya mahasempurna yang tidak bisa dan tidak perlu diberi tambahan apa-apa lagi.

  
Ingin jadi panas? 

Maka BERHENTILAH mencampurkan Taurat dengan kasih karunia.

BERHENTILAH main-main di ‘dunia remang-remang’ diantara dua perjanjian.

BERHENTILAH berselingkuh dengan ‘suami lama’ anda Tuan Taurat.

BERHENTILAH meragukan janji-janji Tuhan.

BERHENTILAH tidur dengan Hagar si pelayan usaha diri sendiri.

BERHENTILAH menyeimbangkan.

BERHENTILAH mencoba meniru atau menambahi apa yang Kristus lakukan.
Bertobat sajalah dan percaya pada kabar baik bahwa Yesus Kristus SUDAH melakukan semuanya!!
[Paul Ellis : Are You Lukewarm?; 24 July 2015]

http://wp.me/pNzdT-2Cq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s