TETAPI ANAK MANUSIA TIDAK MEMPUNYAI TEMPAT UNTUK MELETAKKAN KEPALANYA

TETAPI ANAK MANUSIA TIDAK MEMPUNYAI TEMPAT UNTUK MELETAKKAN KEPALANYA
  
Dulu, saat membaca “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Matius 8:20; Lukas 9:58), saya pikir itu karena Yesus adalah orang miskin hingga tak punya makam. Hari ini saya mengerti bahwa Yesus sedang mengutip Yesaya 62:6-7
6Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, 

telah Kutempatkan pengintai-pengintai. 

Sepanjang hari dan sepanjang malam, 

mereka tidak akan pernah berdiam diri. 

Hai kamu [yang adalah hamba-hambaNya dan dengan doamu] yang harus mengingatkan Tuhan [akan janji-janjiNya] kepada Sion, 

janganlah kamu tinggal tenang  

7dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, 

sampai Ia menegakkan Yerusalem 

dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.
Dalam konteks ini ‘menegakkan Yerusalem’ merujuk pada menegakkan kebenaran yang teguh dan tak tergoyahkan. Lihat ayat 1,
Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, 

dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, 

sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya 

dan keselamatannya menyala seperti suluh.
NKJV :

For Zion’s sake I will not hold My peace, 

And for Jerusalem’s sake I will not rest, 

Until her righteousness goes forth as brightness, 

And her salvation as a lamp that burns.
Dia tidak akan beristirahat dan tinggal tenang sampai Dia menegakkan kebenaran yang bersinar seperti cahaya dan menyala seperti suluh. BAGI ANDA.
Alkitab mencatat Yesus akhirnya menemukan peristirahatanNya setelah Dia berkata, “Sudah selesai”
Yohanes 19:30

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
‘Menundukkan/merebahkan kepala’ dalam bahasa Yunani adalah ‘klino’ (G2827). Kata ‘menundukkan’ di Yohanes 19:30 ini sama dengan kata ‘meletakkan’ atau mengistirahatkan (to rest) di Matius 8:20. 
Yesus akhirnya menemukan peristirahatan di atas salib. 

Yesaya 62 isinya menceritakan ‘pencarian Allah yang tak kenal lelah’ untuk menegakkan kebenaran anda. Artinya, Allah ‘bekerja’ untuk mendapatkan kebenaran bagi anda dan Dia tak kan berhenti hingga menemukannya.

Tuhan kita Yesus akhirnya berhasil menyelesaikannya. Di salib.

Akhirnya Dia meletakkan kepalaNya.

Dia menjadi dosa.

Anda menjadi kebenaran Allah. 2 Korintus 5:21.
Sekarang Yesus sudah duduk.

Dia tak lagi berdiri. 

PekerjaanNya sudah selesai.

Kini Dia beristirahat.
Mari tunduk menyembah.
[Simon Yap : The Son of Man has no place to rest His head; 19 April 2012]
https://hischarisisenough.wordpress.com/2012/04/19/the-son-of-man-has-no-place-to-rest-his-head/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s