BENARKAH KITA HARUS MENDERITA SEPERTI YESUS?

  

BENARKAH KITA HARUS MENDERITA SEPERTI YESUS?

“Penderitaan adalah sekolah dimana hatiku bisa belajar menjadi seperti Yesus”
Apakah kutipan di atas itu benar?
Apakah kita harus membebani diri kita dengan kepedihan, penderitaan, kesengsaraan; supaya kita bisa mengalami apa yang Yesus alami?
Dan, bagaimana dengan perkataan rasul Petrus ini, 
Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu MENGIKUTI JEJAK-Nya.

1 Petrus 2:21 TB
Yesus menderita karena Bapa memindahkan semua dosa kita ke tubuh Yesus dan menghukum dosa itu di tubuhNya. 

Yesus menderita supaya kita tidak menderita.
Ada yang berargumen, “Siapapun yang hidup kudus pasti menanggung penderitaan”. 
Anda harus paham bahwa surat-surat penggembalaan ditulis pada saat sebagian besar orang Kristen adalah orang Yahudi.

Bagi seorang Yahudi meninggalkan Yudaisme, sama dengan pengkhianatan. Kira-kira gambarannya adalah seorang muslim Iran berpindah menjadi Kristen. Ia akan mengalami banyak aniaya.
Hal yang juga perlu anda pahami saat membaca surat Petrus –bahwa saat Petrus menulis surat itu– di Roma sedang berkuasa seorang kaisar yang sangat lalim bernama Nero. Rumor yang beredar, Nero ingin membangun ulang kota Roma sesuai keinginannya. Jadi ia membakar kota itu. Saat keputusannya ditentang oleh warga Roma, ia mengatakan bahwa orang Kristen-lah pelaku pembakaran. Jadi orang Roma benci dan memburu orang Kristen. Penganiayaan atas orang Kristen dimulai.
Apakah artinya itu berlaku bagi kita saat ini?

Tergantung.

Tergantung di negara mana anda tinggal dan pemerintahan macam apa yang berkuasa di negara anda.
Apakah artinya kita HARUS menderita hanya supaya bisa merasakan apa yang Yesus rasakan?

Jawaban saya, itu bodoh namanya.
Sebagai orangtua, apakah anda ingin anak-anak anda mengalami hal-hal menakutkan atau mengerikan atau menyedihkan atau traumatis dalam hidup mereka; hanya karena dulu anda mengalaminya?
Orang percaya saat itu disurati oleh Petrus, diingatkan mengenai berbagai kendala dan kesulitan yang akan mereka hadapi karena sedang berada dalam masa transisi dari perjanjian lama menuju perjanjian baru. 
Hari ini, transisi sudah selesai.
Kita tidak hidup di jaman itu. 
Kita tak perlu membebani diri dengan penderitaan supaya kita bisa menjadi seperti Yesus.

Kenapa?

Karena KITA SUDAH SEPERTI YESUS.
“Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena SAMA SEPERTI Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.”

1 Yohanes 4:17 TB

Kita tak perlu menderita supaya semakin kudus. 

KITA SUDAH KUDUS.
Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

Ibrani 10:14 TB

Kita tidak perlu menderita supaya semakin dekat dengan Allah. Anda adalah Bait Allah. Dia hidup di dalam anda. Mau lebih dekat gimana lagi?
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di DALAM Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Efesus 2:21-22 TB

Semoga ini bisa membantu.

[Simon Yap : Do we have to suffer like Jesus suffered?; 1 August 2015]
https://hischarisisenough.wordpress.com/2015/08/01/do-we-have-to-suffer-like-jesus-suffered/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s