APAKAH ALLAH BERDAULAT?

APAKAH ALLAH BERDAULAT?

Seorang sahabat saya kehilangan beberapa juta dollar akibat sebuah investasi yang gagal. Usianya menjelang 70 tahun dan uang itu adalah uang pensiunnya. Jadi ini sungguh kerugian yang sangat besar.

Menurut saya dia telah salah menginvestasikan uangnya karena mendengarkan saran analis abal-abal. Tapi anda tahu jawabnya?

“Allah itu berdaulat. Kurasa Dia tak ingin aku memiliki uang itu”.

Dengan kata lain, Allah-lah yang harus disalahkan atas kerugiannya itu.
Saya sempat tertegun. Belum sempat mengucapkan apa-apa, sahabat ini menyambung,

“Mungkin aku mirip seperti Ayub yang menderita di tangan Allah. Setidaknya aku bisa bilang, “Allah yang memberi, Allah yang mengambil, terpujilah namaNya”.”
Hmmm…
Di artikel yang lain saya sudah jelaskan mengenai Ayub yang salah memahami Allah, dia pikir Allah itu pencuri dan pembunuh. Dinilai dari respon terhadap artikel tersebut, mungkin ada yang berpikir saya ini sesat, padahal saya hanya mengutip kata-kata Yesus di Yohanes 10:10 dan Paulus di Roma 11:29.
Sekarang saya ingin lebih jauh menyoroti 3 kebohongan atau separuh-kebenaran yang harus dicabut dari sistem kepercayaan anda.

Kebohongan #1. Allah mengontrol segala sesuatu

Mungkin tak ada kebohongan yang lebih merusak daripada keyakinan bahwa Allah mengontrol segala sesuatu dan bahwa Dia adalah alasan segala sesuatu terjadi.

Mungkin anda pernah dengar ucapan seperti ini :
“Saya mengidap kanker, tapi Allah berdaulat. Dia ijinkan ini terjadi untuk mengajarkan saya sesuatu”.
Atau, “Allah mengambil bayi saya. Mungkin Dia membutuhkan tambahan malaikat di sorga”.
Atau, “Saya kehilangan pekerjaan. Mungkin Allah mengambilnya karena saya terlalu menikmatinya”.
Pernyataan macam ini tak masuk akal. 

Berapa orang yang diberi kanker oleh Yesus? 

Berapa orang yang dirampok atau dibunuh oleh Yesus?

Yesus tidak pernah melakukan hal ini. Tapi ada yang berpikir BapaNya melakukan hal ini sebagai kesenangan.

Yesus berkeliling menyembuhkan yang sakit, menghidupkan yang mati dan memberitakan kabar baik kepada orang miskin.

Jika Allah Bapa yang bikin orang jadi miskin, sakit atau mati, maka Allah Bapa dan Allah Anak adalah keluarga yang terpecah. 

Tapi Bapa tidak begitu.

Tapi Mereka tidak begitu.
Jika Allah memegang kontrol atas segala sesuatu, maka Dia adalah pihak yang bertanggungjawab atas semua kejahatan di dunia : semua perang, penyakit dan perusakan. 

Tapi berlawanan dengan pemahaman tokoh perjanjian lama yang keliru mengenai Allah, Allah BUKAN sumber kejahatan. Di dalam Dia tidak ada bayangan atau sisi gelap. Dia sepenuhnya terang. 
Alkitab tak pernah bilang Allah memegang kontrol atas segala sesuatu. Sebaliknya, Alkitab katakan :
Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat (1 Yohanes 5:19 TB)
Sebagian besar dunia ini ada di bawah pengaruh si jahat, sesuatu yang penulis Perjanjian Baru katakan sebagai ‘kuasa kegelapan’. 

Ya memang setan sudah dikalahkan dan dilucuti di salib, tapi pengaruhnya masih ada di tempat-tempat dimana cahaya terang Injil tidak kelihatan.
Masalah berpikir ‘Allah memegang kontrol atas segala sesuatu’ hanya akan membuat kita pasif dalam perjalanan kehidupan. Kita jadi hanya akan duduk manis dan menerima saja apapun yang kehidupan bawa kepada kita, sambil berkata, “C’est la vie (Ya begitulah hidup). Tuhan yang atur semuanya”.

Bisa anda bayangkan betapa pendeknya Perjanjian Baru jika Yesus dan para rasul berpikir seperti itu?
Kebenarannya adalah Allah TIDAK mengontrol segala sesuatu.

Kabar baiknya adalah luas wilayah pengaruh Allah akan meningkat seiring kita, anak-anakNya, bersinar di dunia yang gelap ini. 

Dia sudah memberi kita otoritas untuk melawan iblis dan menolak pengaruh jahatnya. Kita telah diberi kuasa untuk menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, mengusir setan dan hal lain yang menyatakan terang Injil KerajaanNya di tempat yang gelap.

Kebohongan #2. Allah itu berdaulat

Teman saya yang bangkrut itu mencoba menghapus kerugiannya dengan mengatakan, “Allah itu berkuasa”. Dengan kata lain, adalah kehendak Allah yang agung dan misterius dia kehilangan semua uangnya.

Dia tak bilang, “Allah itu raja” — tak ada argumen mengenai itu.

Tapi dia bilang, “Semua yang terjadi adalah kehendak Allah”.

Itu tidak benar.

Coba pikirkan :

– Bukan kehendak Allah Adam memakan buah dari pohon yang dilarang (Kejadian 2:17). Toh Adam makan.

– Allah tak ingin seorangpun binasa (2Petrus 3:9). Toh ada orang yang binasa.

– Allah menyuruh semua orang dimana-mana supaya bertobat (Kisah 17:30). Toh masih banyak orang yang tidak bertobat.
Jika anda baca Alkitab, anda akan lihat Allah Yang Mahakuasa, Penguasa Tertinggi di alam semesta di atas segalanya, tidak selalu mendapatkan apa yang Dia mau. 

Bagaimana mungkin?
Ayat ini menjelaskan :

Langit itu langit kepunyaan Tuhan, dan bumi itu TELAH DIBERIKAN-Nya kepada anak-anak manusia.

Mazmur 115:16 TB
Allah adalah Penguasa di alam semesta, tapi kita adalah ‘tuhan’ atau ‘penguasa’ kecil di dunia kecil kita. Ini adalah hadiah Allah bagi kita, suatu kebebasan untuk memilih bagaimana kita akan hidup. 

Masalahnya, kita seringkali membuat pilihan yang berlawanan dengan kehendak Allah.
Anda pikir kenapa Yesus mengajari kita berdoa, “Jadilah kehendakMu di bumi ini seperti di sorga”?
‘Allah itu berdaulat’ adalah mantra yang dimainkan hampir setiap kali sesuatu yang buruk terjadi. Tapi itu tak benar.

Kata ‘sovereign’ (berdaulat) bahkan tak ada dalam Alkitab.
[Kata ‘sovereign’ tidak digunakan di Alkitab versi KJV. Tapi digunakan 303x di Alkitab versi NIV yang selalu digunakan beriringan dengan kata ‘LORD’ (sovereign LORD),yang bersinonim dengan ‘Tuhan Allah’ (the LORD God) di KJV.

Tapi tak satu kalipun kata ‘sovereign’ digunakan dalam pengertian agamawi yang dipahami sekarang.

Agama telah membuat kata ‘sovereign’ punya makna baru yang berarti Allah mengontrol segalanya = tidak ada yang terjadi tanpa seijin atau seturut kehendakNya. 

Padahal sebenarnya, arti ‘sovereign’ menurut kamus adalah 1.puncak, supreme, 2.memiliki rangking atau kuasa tertinggi, 3.independen (negara), 4.excellent. 

Tak satupun yang berarti ‘Allah mengontrol segalanya’.

Andrew Wommack ~ The Sovereignty of God]
Kebenarannya adalah Allah TIDAK berdaulat, dalam arti Allah tidak selalu mendapatkan apa Dia inginkan. 

Faktanya, kehendakNya tidak selalu terjadi. 

Tapi berita baiknya adalah Allah selalu mampu mendatangkan kebaikan dalam situasi apapun yang dihadapi oleh orang yang percaya padaNya. 

Berita yang sangat baiknya adalah kita bisa berjalan dalam kehendak Allah sekarang disini dengan pertolongan Roh Kudus. Itu cara terbaik untuk hidup.

Kebohongan #3. Allah sebenarnya bisa menghentikan hal buruk terjadi tapi Dia tak mau

Seorang remaja laki-laki membawa senjata penuh peluru ke sekolah dan Allah tidak menghentikannya.

Gempa bumi meratakan sebuah kota dan Allah tidak melakukan apa-apa. 

Allah macam apa itu?
Kalimat “Allah sebenarnya bisa menghentikan hal buruk terjadi tapi Dia tak mau” adalah cara lain mengatakan “Ini semua kesalahanNya. Dia mengijinkan ini semua terjadi”.
Seperti kebohongan lain yang dibahas di artikel ini, kebohongan ketiga ini juga memiliki sedikit kebenaran di dalamnya. 

Semua yang terjadi terjadi karena Allah memberi kita kebebasan apa yang kita inginkan, bahkan kebebasan untuk membenci Dia, membunuh sesama kita, lalu menyalahkan Dia atas apa yang kita lakukan. 

Tentu, kita terlihat bodoh saat melakukannya. Kita jadi seperti Adam yang menyalahkan Allah karena memberikan perempuan yang menyebabkan dia berdosa (Kejadian 3:12).
Kita adalah ahli dalam permainan saling menyalahkan, saling lempar kesalahan. 

Saat hal buruk terjadi, kita menyalahkan gen kita, orangtua kita, suami/istri kita, anak-anak kita. Kita menyalahkan pemerintah, sistem masyarakat, para pendatang, bahkan paham komunisme; dan di atas semuanya kita menyalahkan Allah.

“Aku sakit. Allah ijinkan ini terjadi. Dia yang salah”.
Yesus, sebaliknya, tak pernah menyalahkan siapapun. Dia menerima tanggungjawab atas kekacauan yang kita sebabkan dan membereskannya.
Mempercayai kebohongan Allah berada di belakang segala sesuatu yang terjadi akan membuat anda duduk di tumpukan abu menjilati luka anda dan meratapi keadaan anda, seperti Ayub.

Anda malah tunduk pasrah saat iblis menghajar anda.

Siapa yang mau hidup macam itu?
Kebenarannya adalah Allah tidak selalu menghentikan hal buruk terjadi. Kabar baiknya adalah kadangkala anda bisa!

Anda bisa menyatakan kehendakNya atas keadaan anda dan bisa bertahan dalam kondisi itu dengan mempercayai Dia.

Anda bisa berjalan di lembah bayang maut tanpa takut karena tahu Dia ada di sana bersama anda.

Hidup ini tidak memegang kata terakhir jika anda berjalan dalam roh.

SEBUAH TES SEDERHANA

Untuk melihat sejauh mana anda memahami hal ini, tanyakan diri anda pertanyaan ini : 

Mana dari kedua ‘Yesus’ ini yang anda temukan dalam Alkitab?

• Yesus #1 : duduk diam tak berdaya, membuat alasan demi alasan, tak melakukan apapun untuk menolong orang-orang yang dibuat sakit oleh ‘Allah’.
• Yesus #2 : berjalan keliling dengan kuasa Roh Kudus melakukan hal baik dan menyembuhkan yang sakit dan membebaskan yang dikuasai setan.
Semoga anda melihat bahwa yang #2-lah yang benar (Kisah 10:38). 

Sayangnya banyak yang melihat Yesus sebagai yang #1. 

Kita tak berjalan dalam roh, kita tidak menyembuhkan yang sakit, tapi kita suka bikin alasan. Lalu bilang, “Allah yang pegang kontrol. Ini salahNya, ini di luar kuasa kita”.
Saya menulis ini bukan untuk menghakimi atau mengintimidasi anda –kita semua sedang belajar– tapi hendak membuat anda marah atas kebohongan iblis yang selama ini melumpuhkan anda.

Yakobus berkata, “… lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
(Yakobus 4:7 TB).
Sesederhana itu : anda melawan, dia lari.

Tapi kita tak akan melawan kalau kita pikir Allah yang ada di balik semua hal buruk yang terjadi, membuat kita sakit, membunuh anak-anak kita, merampok kita.
Allah TIDAK MEMBUAT anda sakit, miskin, kalah, rugi. 

Bukan Dia yang membuat anda kehilangan uang anda, pekerjaan anda, kesehatan anda, suami/istri anda, anak-anak anda.

Itu semua tragedi kehidupan akibat kutuk dosa Adam. 

Tapi kabar baiknya, Seseorang yang LEBIH BESAR dari Adam telah datang dan telah memberi anda otoritas untuk menyatakan kabar baik kepada seluruh ciptaan.
• Anda sakit? Katakan kepada penyakit anda tentang Yesus yang oleh bilur-bilurNya anda sudah sembuh (1Petrus 2:24)
• Anda miskin? Katakan kepada rekening anda tentang Raja Mahamulia dan Mahakaya yang telah menjadi miskin supaya lewat kemiskinanNya anda menjadi kaya (2 Korintus 8:9)
• Anda sudah dirampok, dirugikan, dibuat patah semangat, dihajar babak belur oleh kehidupan? Maka jadilah seperti Daud yang ‘menguatkan kepercayaan kepada Tuhan’ (1 Samuel 30:6)
Kenapa Yesus datang ke dunia?

Apakah untuk membantu kita memahami bahwa Bapa tak mau menolong?

Tidak.

Yesus datang untuk ‘membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu’ (1 Yohanes 3:8 TB).
Dalam namaNya, pergilah dan perbuatlah demikian!

[Paul Ellis : Is God Sovereign; 4 January 2013]
http://escapetoreality.org/2013/01/04/is-god-sovereign/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s