OBAT BAGI RASA BERSALAH

OBAT BAGI RASA BERSALAH
  
Tempo hari saya lepas kendali. Sebentar sih, tapi sudah cukup menimbulkan kerusakan. Lalu saya merasa tak enak karena apa yang telah saya lakukan dan mengambil langkah-langkah untuk ‘mengganti kerugian’.

Demikianlah cara kerja rasa bersalah. Ia adalah bukti bahwa hidup kita sudah terganggu oleh dosa. Ia adalah tanda ada luka yang harus disembuhkan.
Tapi muncul masalah.
Sejak dosa terjadi di Eden, rasa bersalah lepas kendali. Kita merasa bersalah untuk hal yang kita lakukan atau tidak lakukan. 

Saat kita melakukan yang baik, kita merasa bersalah kenapa tidak melakukan yang lebih baik. 

Saat kita gagal, rasa bersalah menghantam seperti palu godam. 

Yang paling parah, rasa bersalah itu tak mau pergi. Seperti alarm yang terus berdering, rasa bersalah menjadi suara latar kehidupan kita.
Terbeban oleh rasa bersalah, kita mungkin lari ke agama dengan harapan mendapatkan sesuatu untuk meringankan beban itu. 

Bukannya beban terlepas, kita justru berjumpa dengan pelayanan Taurat yang menghukum. Agama justru memberitahu kita ini lebih parah dari yang kita kira. Kita tak sekedar mengecewakan sahabat dan keluarga, tapi juga Tuhan.
Dengan ketekunan dan kegigihan agamawi, kita berusaha membuat rasa itu pergi, tapi tak ada gunanya. Kita mematuhi 9 hukum tapi gagal pada yang ke 10. Kita berhasil selama 6 hari tapi gagal di hari ke 7. Tak peduli betapa kerasnya kita berusaha, pilar rasa bersalah terus membesar dan meninggi.

RASA BERSALAH ADALAH PEMBUNUH

Saya yakin rasa bersalah dan terhakimi/terhukum adalah akar dari banyak masalah kesehatan. Rasa bersalah mengoyak kita. Tulang belulang emosional kita dibuat lunak untuk menerima kasih, bukan dibuat keras untuk menanggung rasa bersalah dan penghakiman.
Saya 10 tahun menjadi gembala dan saya tahu persis banyak konseling yang dilakukan di gereja-gereja didasarkan pada rasa bersalah.

Para gembala menghabiskan banyak waktu membantu orang percaya bagaimana mengelola rasa bersalah mereka.

Rasanya ironis karena para gembala-lah yang menebar rasa bersalah itu pada awalnya.

(Jangan merasa terhukum, saudaraku! Berhenti sajalah memberitakan injil campuran, karena itu membuat jemaatmu ‘sakit’ dan menyedot kehidupan keluar dari dirimu dan mereka).
Saya tidak berniat untuk menuding siapapun. Kita sedang membahas mengenai efek rasa bersalah yang melumpuhkan.
Seandainya saja ada obat untuk rasa bersalah…
Ada!
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Ibrani 10:22 TB
Salib adalah obat bagi dosa, juga obat bagi rasa bersalah. 

Anda bergumul dengan rasa bersalah? Pandang salib!

Dosa anda sudah diselesaikan disana, tidak lagi ada disini.

DIBENARKAN = TIDAK BERSALAH

Dinyatakan bersalah artinya ditetapkan bertanggungjawab atas dosa yang dilakukan. 

Saya percaya kita semua harus bertanggungjawab atas kesalahan kita; tapi bila menyangkut dosa, walau seluruh dunia bertanggungjawab-pun tak kan mampu membersihkannya.

Beban dosa kita benar-benar terlalu berat.
Di salib Yesus mengambilalih tanggungjawab atas seluruh dosa kita. Dia benar-benar menjadi dosa dan di dalam Dia seluruh dosa sudah dihukum (Roma 8:3).

Di bawah Taurat, bahkan yang terbaik dari umat manusia dinyatakan bersalah. Sebaliknya di bawah kasih karunia, bahkan yang paling ancur-ancuran dari kita dibenarkan, karena Yesus (2Korintus 5:21).
Inilah salah satu pewahyuan kasih karunia paling mendalam, tapi sayangnya banyak dilewatkan.

Banyak orang berkata, “Ya aku tahu aku benar dan dibenarkan tapi aku masih merasa bersalah”.
Kalau anda benar (righteous) dan dibenarkan (justified), maka anda TIDAK BERSALAH (not guilty).
“Tapi aku merasa bersalah”
Perasaan itu adalah gejala ketidakpercayaan terhadap kebaikan Tuhan. Jangan biarkan perasaan anda berlarian liar kesana kemari seperti tikus di loteng. 

Selesaikan masalah ‘perasaan’ itu. 

Caranya? Dengan memerintahkannya tunduk kepada ketaatan Kristus (2Korintus 10:5).
Dia sudah mengampunimu atas segala dosa-dosamu : Kristus telah menghapus (wiped out) semua bukti hukum yang memberatkan dan ketentuan-ketentuan yang selalu digantungkan di atas kepala kita, dan menghapuskannya (anulled) sepenuhnya dengan memakukannya di atas kepalaNya sendiri di kayu salib.

(Kolose 2:13-14 Terjemahan Phillip)
Di bawah legalisme, ada daftar panjang dakwaan atas anda. 

“Orang Kristen yang malas, orangtua yang payah, manusia gagal”. 
Mau tahu apa tindakan Yesus menangani daftar tuduhan terhadap anda ini?

Dia memakukannya di salib!

Jangan setuju dengan tuduhan itu, sepakatlah dengan Yesus!

RASA BERSALAH DARI ALKITAB?

Banyak orang Kristen bergumul dengan rasa bersalah karena tidak memahami karya Yesus yang sudah selesai. Mereka memfilter kehidupan lewat lensa usang perjanjian lama Taurat.
Rasa bersalah adalah yang anda dapatkan saat anda secara kontinu diberitahu : kamu kurang banyak melayani, kamu kurang banyak berdoa, kamu kurang banyak memberi.

Karena pesan yang campur aduk seperti ini adalah tema dominan dalam Kekristenan minus kasih karunia, apa perlu heran jika rasa bersalah jadi wabah dimana-mana?
Banyak hal yang dilakukan dalam nama Tuhan dimotivasi oleh rasa bersalah.
“Yesus sudah mati buat kamu. Apa yang akan kamu lakukan buat Dia?”.
“Ya ampun… aku harus menyingsingkan lengan baju dan mulai melakukan sesuatu buat Dia”.
“Banyak jiwa yang akan masuk neraka karena kamu tidak menjangkau jiwa, karena kamu tidak menginjil. Segera daftarkan dirimu untuk penginjilan”.
Itu manipulasi dalam bentuk paling parah!
Parahnya lagi, kitab suci kita diterjemahkan dengan kesadaran rasa bersalah (guilt-conscious) yang tinggi. Anda tahu berapa kali kata ‘salah’ (guilt) dan ‘bersalah’ (guilty) muncul di Kitab Perjanjian Baru? 

Tergantung versi apa yang anda baca.
2 Young’s Literal Translation

3 American Standard Version

6 King James Version

13 Message Bible

16 New International Version

34 Good News Translation

45 Amplified Bible
Angka ini menunjukkan berapa banyak kata itu ada dalam diet anda.

Misalnya jika anda membaca NIV, maka anda akan mendapatkan porsi kata ‘bersalah’ hampir 3x lipat porsi KJV.
Saya mempelajari kata Yunani untuk kata ‘salah’ dan ‘bersalah’ di Vines Topical Bible dan menemukan sangat sedikit. Vines bahkan membuat daftar kata yang telah salah diterjemahkan sebagai ‘bersalah’. (Dapat dilihat di www2.mf.no/bibleprog/vines?word=%AFt0001272).
Sekarang saya tanya, berapa jumlah ayat yang mengatakan orang percaya bersalah?
Nol. Nihil. Tak ada. 
Jadi jika lain kali anda mendengar pesan yang membuat anda merasa bersalah, anda bisa menolaknya karena itu tidak alkitabiah.
Saat saya marah tempo hari, saya minta maaf dan mengganti kerugian.
Tak ada yang agamawi dengan itu. Itu kasih. Itu wajar.
Tapi menjadi agamawi jika ada yang bilang kepada saya, “Itu tak cukup, setiap dosa adalah dosa terhadap Tuhan. Karena dosa itu kamu sekarang terputus dari persekutuan dengan Tuhan. Jadi kamu harus melakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Periksa hatimu, mengakulah dosamu di hadapan Tuhan agar Dia menghapus dosamu itu”.
Kedengarannya indah bagi kedagingan kita. Tapi sesungguhnya itu adalah pesan anti-Kristus.

Bukannya membuat kita mendatangi orang yang kita sakiti dan minta maaf, kita justru menarik diri dan tepekur.

Bukannya membuat kita bersyukur karena dalam Yesus kita selalu benar, kita malah buang waktu memohon-mohon padaNya sesuatu yang sudah diberikannya kepada kita.

Bukannya berpegang pada kasih karunia yang memampukan kita untuk tidak berdosa lagi, kita malah menyesali diri sendiri.
(Jika anda pikir saya anti pengakuan, tidak, saya tidak anti. Baca artikel “Pengakuan yang Sehat dan Tidak Sehat’. Lalu bagaimana dengan 1Yohanes 1:9? Silakan baca ‘1Yohanes 1:9 Baru vs Lama’)

MEMPELAJARI BAHASA BARU : BAHASA KASIH KARUNIA

Rasa bersalah mungkin adalah bahasa umum (lingua franca) agamawi yang mati. 

Tapi itu bukan bahasa yang digunakan para penulis Kitab Perjanjian Baru. Dan itu pasti bukan bahasa yang digunakan di surga.

Jika anda masih menggunakan bahasa rasa bersalah itu, mungkin anda bisa mempelajari bahasa baru kasih karunia Allah (dalam artikel ‘Pengampunan : Sesuatu yang Allah Lakukan atau Berikan?’).
Saat anda memandang karya sempurna salib, itu akan mengubah cara anda memandang kesalahan dan kegagalan anda. 

Anda tidak lagi akan berkubang dalam kelemahan-kelemahan anda. Tak ada kuasa disana.

Sebaliknya, tetapkan pandangan anda pada “.. Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.” (Roma 4:25 TB)
Saat anda melakukan dosa, sang pendakwa akan menyiapkan dakwaan atas anda. Tapi, intinya bukan apakah anda telah melakukan dosa atau tidak. Intinya adalah Yesus dibangkitkan atau tidak?

Karena Yesus bangkit, anda sudah dibenarkan. Kasus selesai!
Tak dibutuhkan iman untuk menatap kesalahan dan menghukum diri. Tapi butuh iman untuk memandang Yesus dan berkata, “Karena Engkau, aku telah dijatuhi vonis bebas selama-lamanya. Terimakasih, Yesus.”

[Paul Ellis : The Cure for Guilt; 31 July 2013]
http://escapetoreality.org/2013/07/31/cure-for-guilt/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s