TUHAN ITU BAIK, TAPI SEBAIK APAKAH DIA?

TUHAN ITU BAIK, TAPI SEBAIK APAKAH DIA?
  
Saya membaca sebuah buku di akhir pekan lalu dan apa yang saya baca membuat saya merasa kepala saya dilempar batu.

Buku itu ditulis oleh seseorang yang merasa resah melihat gereja tidak lagi punya rasa takut akan Tuhan seperti di masa perjanjian lama. Masalah ini, katanya, adalah akibat dari ‘terlalu menekankan atau terlalu membesar-besarkan kebaikan Tuhan’.
Coba pikir.

Kita terlalu membesar-besarkan kebaikan Tuhan?

Sama saja dengan bilang, “Tuhan itu baik. Tapi gak baik-baik amat. Masih ada bagian kecil-mungil dari diriNya yang tidak baik”.
Saya tak sependapat.
Jika saya hanya punya satu kata sifat untuk menggambarkan Tuhan, maka kata itu adalah ‘kasih’.

Jika saya diberi kata sifat yang lain, saya akan katakan Dia itu ‘baik’.
Benar, Allah adalah gambaran sesungguhnya dari kata ‘baik’. Jika anda lihat kata ‘baik’ di kamus, kamus tuliskan ‘Lihat Tuhan’.
Iblis – si jahat yang sesungguhnya – tak suka kita berpikir Tuhan itu baik. 

Tapi Tuhan memang baik dan segala yang dilakukanNya baik adanya.
Orang Yahudi berkata, “Tuhan itu Esa”, ya benar Dia Esa.
Orang Islam bilang, “Tuhan Allah itu besar (Allahuakbar)”, ya benar Dia sangat akbar.
Tapi orang Kristen bilang, “Tuhan itu baik” dan bersukacita!
Adalah kebaikan Tuhan yang membuat kabar baik itu, baik.

Sebagaimana tak ada yang buruk dalam kabar baik, demikianlah tak ada yang buruk atau jahat pada diri Tuhan.
Bayangkan jika Tuhan separuh baik separuh jahat. Kita akan hidup di bawah awan ketidakpastian, ketakutan pada naik-turunnya ‘mood’ Tuhan. 

Untunglah Dia tidak begitu.
Tuhan tak pernah mengalami hari buruk, atau saat-saat buruk. Dia tak punya sifat jelek. Dia tidak pernah lepas kontrol emosi lalu menyesal, “Upps, Aku kelepasan”.
Semua tentangNya adalah baik dan Dia baik setiap saat.
Semua yang Dia berikan pada kita adalah baik. 

Jika anda menemukan sesuatu yang baik dan tidak melihat tanda tangan Tuhan disana, berarti pengertian anda tentang baik, salah.
Mungkin anda belum pernah rasakan, atau dengar kebaikanNya dan anda tak percaya Dia baik.

Sekarang rasakan dan lihatlah kebaikanNya.

KebaikanNya itulah yang akan membawa anda kepada pertobatan. Yang akan mengubah pikiran anda.
Jadikan Gembala yang Baik itu menjadi gembala pribadi anda.

Dia akan bimbing anda dari depan, sementara kebaikanNya akan mengikuti anda sepanjang umur anda.

Jika anda tak bisa menemukan dimana kebaikan Tuhan saat ini, berpalinglah. Itu dia, ada disana bersama dengan kemurahanNya.
Rasanya mustahil kita membesar-besarkan kebaikan Tuhan. 

Sama mustahilnya dengan membesar-besarkan hikmatNya, dan mencoba memahami betapa tinggi, dalam, panjang dan lebarnya kasihNya!
Tuhan itu baik. Setiap saat.
Tapi ini cuma pendapat saya saja.

Bagaimana menurut anda?
(Sumber : 2 Tawarikh 6:41, Mazmur 23:1,6; 34:8, Roma 2:4)

[Paul Ellis : God Is Good, But How Good Is He?; 30 April 2010]
http://escapetoreality.org/2010/04/30/god-is-good-but-how-good-is-he/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s