Trick/akal untuk menyesuaikan makna Firman Tuhan dengan keinginan kita.

Trick/akal untuk menyesuaikan makna Firman Tuhan dengan keinginan kita.  
Kita semua memiliki pemahaman akan firman Tuhan. Baik itu menyeluruh, sebagian, atau beberapa ayat saja. Pemahaman kita biasanya berdasarkan suatu doktrin dimana kita  berjemaat, bercampur dengan selera pribadi, ditambah dengan harapan kita. “Renew your mind, bukan Renew The meaning of The scripture“. Memang seharusnya Alkitab dapat mengubah cara kita berpikir dan pemahaman kita, namun dari hasil pengamatan saya, lebih banyak orang Kristen yang berusaha mengubah makna dari bagian bagian yang tertulis di Alkitab. Saya akan membeberkan berbagai akal dan trick yang sering digunakan. Saya mengakui dengan keliru, saya juga pernah menggunakan berbagai akal yang ditulis sebagai berikut. 

 
Mengabaikan pengertian semantik umum.

Ini adalah cara yang paling sering dipakai untuk mengubah suatu makna firman Tuhan. Kadang2 mengubah arti suatu kata tanpa penjelasan, karena doktrin yang dianutnya berbeda dengan yang tertulis. Salah satu contoh yang sering saya dengar, Roma 3:

(24) dan oleh kasih karunia “telah dibenarkan” dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Setelah mengutip ayat ini, kemudian penjelasannya sepertinya mengubah kata “telah dibenarkan” menjadi suatu perintah “harus hidup benar“. Sebagai manusia, tentunya kita seharusnya hidup dengan benar, namun ayat itu sama sekali bukan perintah, tetapi menjelaskan bahwa kita telah dibenarkan.

Coba kita baca kalimat di Matius 5: (3) “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. … Berapa banyak yang memaknai bahwa kita “harus” miskin dihadapan Allah, agar kita memiliki Kerajaan Sorga? Padahal kalau kita baca kalimatnya, perintahnya adalah “berbahagialah”, bukan “miskinlah”. Kalau pembaca sudah setuju dengan kata berbahagia yang menjadi perintah, sekarang kita biasanya berpikir, bahwa kalau kita mau taat akan perintah “berbahagia, maka kita akan mendapatkan upahnya yaitu Kerajaan Sorga. Tata bahasa Indonesia, mengajarkan bahwa kata-kata setelah kata “karena” adalah kondisi atau keadaan atau penyebab dari kata2 sebelum “karena”. Jadi empunya kerajaan sorga adalah kondisi yang ada, penyebab seseorang dapat berbahagia.

Firman menjelaskan Firman.

Sebenarnya memang benar firman yang satu sering bisa dipakai untuk menjelaskan firman yang lain. Namun strategi ini sering dipakai untuk menjelaskan makna suatu ayat yang kita tidak suka. Penafsiran suatu ayat atau perikop yang tidak sesuai dengan keinginan kita, bisa kita anggap eisegesis, dan kemudian mengajukan suatu makna yang lebih cocok dengan selera kita dan berkata bahwa makna yang baru adalah exegesis. Kita suka mencari ayat lain yang maknanya lebih kita sukai, walaupun tidak ada kaitannya dengan ayat pertama, dengan menggunakan senjata Firman menjelaskan Firman. 

Yang suka menjadi korban adalah perumpamaan2 dari Yesus. Perumpamaan dengan mudah tidak dipelajari face value nya, tetapi detail kecil misalnya menabur ditanah subur, bisa dikaitkan dengan Ishak yang menabur ditanah kering, yang menghasilkan kekayaan. 
Rhema dan Wahyu.

Sebagai seorang karismatik, saya tau benar apa yang sering di katakan. Sering RHEMA digunakan untuk menjelaskan suatu perikop yang berbeda dari makna umumnya. “Saya dapat Rhema tadi pagi” kata seorang teman dengan tersenyum lebar. “Arti dari Yesus membalikkan meja di Bait suci, ternyata bahwa toko buku yang di gereja harus dipindah ke ruko yang mau saya sewakan”. Saya percaya bahwa RHEMA tidak akan pernah berbeda dengan Logos. Sebenarnya kedua kata itu, di Septuagin RHEMA dan LOGOS keduanya diterjemahkan dari kata Ibrani DABAR, jadi artinya sama saja, hanya gaya bahasa saja. Untuk amannya, sebaiknya kita sebut RHEMA adalah LOGOS yang kita ngerti. Bahkan dikatakan Yesus adalah Logos bukan Rhema. Bagaimana mungkin rhema memiliki otoritas yang lebih tinggi daripada Yesus sendiri. 
Bersambung ke bagian 2, kalau tertarik, silahkan follow dengan mengisi email Anda. 

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s