Trick/akal untuk menyesuaikan makna Firman Tuhan dengan keinginan kita. Bag 2.

  

    Sambungan dari bagian 1.
Lagi beberapa trick hasil pengamatan saya. 

Timeline 

Sering saat suatu kejadian terjadi diabaikan. Kata akan, dianggap akan selama lamanya. Seperti bangsa Israel yang memegang teguh bahwa Messias akan datang. Walaupun sudah datang 2000 thn, namun mereka tetap berkata akan, karena tidak suka dengan Messias yang sudah datang.

Kisah 2: (17) “Akan terjadi” pada hari-hari terakhir demikianlah firman Allah bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi…. Ayat ini dianggap kejadian dimasa depan pada waktu kita sekarang. Kalau ada kejadian anak-anak bernubuat, maka kita berkata nubuatan nabi Yoel sedang digenapi, karena ini adalah akhir jaman. Namun kalau kita mau mengerti konteksnya, coba kita baca ayat sebelumnya 
15) Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, (16) tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel:… Saat pencurahan Roh Kudus, orang2 dikira pada mabuk jam 9 pagi, Petrus berkata bahwa kejadian itu adalah penggenapan dari nubuatan nabi Yoel. 

 Kalau kita melihat ada anak bernubuat, memang itu adalah ucapan Yoel yang sudah digenapi sejak 2000 thn yang lalu. Ketika kita membaca Alkitab, kata akan tidak harus masa depan dari abad 21 ini.

Word / lexicon study
Alkitab, baik versi LAI, KJV, NIV dan versi 2 apapun, diterjemahkan oleh orang2 yang mendedikasikan secara serius sebagian hidupnya untuk mempelajari bahasa bahasa asli dari Alkitab. Kemudian mereka dengan berhati hati memilih kata dan susunan kalimat yang paling mendekati aslinya sehingga para pembaca jaman sekarang dapat mengerti. Keahlian Saya dan para pembaca (mungkin) dalam menterjemahkan Alkitab dari bahasa asli, pasti kalah jauh dari mereka.
Namun yang sering dilakukan kalau kita tidak suka dengan satu kalimat di Alkitab, kita coba mencari dari Strong Bible arti dari kata asli, yang biasanya artinya cukup banyak, kemudian kita pilih arti yang paling sesuai dengan yang kita mau. Kalau tidak ditemukan arti yang kita mau, maka kita cari salah satu dari arti arti itu, kemudian dicari akar katanya, dan dicari akar kata itu bisa menjadi kata apa saja dan kata yang baru kemudian dicari kata Ibrani atau yunaninya, dan kembali ke 10 arti kata dari Strong, dan….. Wallaaaa!!, muncullah kalimat yang kita kehendaki. 
Mungkin pembaca tidak pernah guilty melakukan hal ini, namun mestinya kita pernah mendengar pengajaran yang berusaha mengubah kalimat di Alkitab dengan taktik ini. Agak ruwet? Memang cara demikian akan membuat orang bingung orang awam dan akhirnya hanya percaya saja kepada orang yang melakukan taktik ini, yang tampaknya dilakukan oleh orang yang sangat pandai dengan bahasa aslinya.
Bagi yang tertarik, tidak ada salahnya melakukan word study untuk pengetahuan saja, tetapi bukan untuk menyesuaikan Alkitab dengan paham kita. 
Alkitab salah
Ini adalah teknik yang paling jitu. Kalau ada bagian dari Alkitab yang tidak sesuai dengan doktrin yang kita anut, maka kita berkata Alkitab salah, yang benar adalah doktrin saya. Sudah lama ada perdebatan antara orang orang yang pro bible innerancy lawan bible eransi. Alkitab yang kita miliki adalah terjemahan. Tidak bisa disangkal bahwa ada beberapa bagian yang bisa saja terjemahan kurang tepat. Mereka menterjemahkan bukan dari text asli, namun dari salinan, dari salinan, dari salinan, yang memungkinkan ada yang salah menyalin. Memang ditemukan beberapa kontradiksi, sehingga besar kemungkinan bahwa Alkitab yang kita miliki ada kesalahannya. Dengan alasan itu, maka kalau ada bagian yang tidak kita sukai, maka kita berkata Alkitab salah. 
Sebenarnya Bible innerancy adalah pendapat bahwa Alkitab “is without error or fault in all its teaching” atau tanpa kekeliruan atau kesalahan didalam ajarannya. Walaupun bisa ditemukan beberapa kontradiksi, namun ajaran yang diajarkan Alkitab tidak pernah salah. 
Mempersalahkan Alkitab karena tidak sesuai dengan keinginan kita, adalah cukup berbahaya, dan dapat membawa kita ke ajaran yang memang salah dan sesat.
Bersambung ke bagian 3. Silahkan follow. Bagian 3 akan lebih seru lagi. 

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s