Kristen lepas kekang

    
Suatu hari ketika saya jalan jalan pagi disebuah taman yang indah, ada seorang yang sedang melepaskan anjingnya dari tali yang mengikat lehernya. Saya jadi kuatir. Seekor Mastiff jantan yang begitu besar. Kalau sampai menyerang saya, mungkin tidak sampai 5 menit, saya akan terkapar mati. Ternyata anjing itu tidak mempedulikan saya, tetapi dengan gembira berlari kian kemari, mengendus apa saja yang ditemui, lalu berlari kembali ke tuannya. Ketika ada anjing lain lewat, dia langsung mengejar anjing itu dan ketika dia sadar sudah jauh dari tuannya, dia meninggalkan anjing yang dia kejar dan berlari kembali ke sisi pemiliknya.  

     
Akhir akhir ini, banyak menjadi pembicaraan di kalangan orang percaya akan bahayanya Injil Kasih karunia yang kini populer dengan istilah hypergrace. Sepertinya paham ini memberi orang percaya ijin berbuat dosa. Dosa masa lalu, sekarang dan yang akan datang sudah diampuni, sehingga orang bisa seenaknya berdosa tanpa takut kehilangan keselamatan. Apakah benar demikian?
Disebuah kota besar di Indonesia, ada seorang istri yang belum lama menikah. Dia mulai diajar bahwa keselamatan tidak akan hilang. Dia merasa bebas. Dalam pergaulan, dia mulai dekat dengan seorang pria tampan yang masih single. Kedekatan dengan pria ini semakin lama menjadikan wanita ini tergoda dan akhirnya jatuh dalam dosa perjinahan. “Ini tidak akan mempengaruhi keselamatanku” ucapnya. 

Pemikiran dia akan keselamatan ternyata membuat dia jatuh dalam dosa
. Dia melakukan perselingkuhan cukup lama, menghidupi kehidupan ganda. Dirumah sebagai istri yang baik, ke gereja dengan setia, namun ada sisi gelap didalam hidupnya. Puji Tuhan Roh Kudus masih bekerja. Didalam kehidupan ganda ini, secara tidak sadar telah membuat roh wanita ini tersiksa. Semakin lama, dorongan didalam hati semakin kuat untuk dapat keluar dari perjinahan itu. Dia merasakan kasih Tuhan yang panjang sabar sungguh luar biasa. Akhirnya Ada suatu kejadian yang membuat dia berani menghentikan persekingkuhannya, dan bertobat sampai sekarang. Dia akhirnya meninggalkan pria itu, dan hidup berbahagia bersama suami yang sebenarnya sangat dicintainya. 
Apakah paham sekali selamat tetap selamat dapat membuat seseorang berbuat dosa? Dengan jujur, saya katakan YA bagi sebagian orang. Namun orang yang hidup dalam dosa, tidak akan merasa nyaman, dan sebelum terjadi hal hal yang lebih buruk, tangan Tuhan tidak kurang panjang. Seperti anak bungsu, dia tidak akan merasa nyaman dan akan kembali berjalan seperti yang Tuhan inginkan. 

Tulisan menarik Tribute to Pamela

Apakah orang2 “hypergrace” masih anti dosa? Jawabnya adalah YA, dan selamanya. 
Apakah dengan firman yang begitu jelas akan kepastian kehidupan kekal, kita perlu berbohong atau menyembunyikan fakta itu, agar seseorang tidak berbuat dosa? Kalau Yesus dan Paulus tidak menyembunyikan, maka kita juga tidak menyembunyikan. 
Apakah kita tidak perlu mengajarkan pertobatan dari dosa? PERLU, karena dosa berpotensi menghancurkan kehidupan kita di dunia ini. 
Seperti anjing yang dilepas dari tali kekang, pada awalnya anjing yang tidak terlatih akan berlari gembira mencari kesenangan sendiri meninggalkan tuannya, namun segera begitu sadar dia jauh dari tuannya, akan segera kembali disininya. Seperti wanita itu, tidak terlalu lama, dia merasa harus kembali ke jalan yang benar. Memang ada anjing yang begitu dilepas, dia berlari dan tidak pernah kembali ke tuannya, namun kebanyakan akan kembali sebelum terlambat. Memang ada anjing yang tidak dapat dipercayai berjalan tanpa kekang. 
Injil kasih karunia yang murni, begitu kita percaya, memberi kemerdekaan yang luar biasa. Namun ada sebagian yang tidak dapat menerimanya, karena merasa takut berjalan tanpa kekang. Mengapa ada yang dapat menerima, mengapa ada yang kuatir? Apakah memang ada orang tertentu yang ketika kekang dilepas, dia akan kembali ke kehidupan dunia dan tidak akan kembali lagi sampai akhir hidupnya? Apakah Tuhan memang sengaja membuat mereka merasa terkekang untuk kebaikan orang itu? Saya tidak tau. 
Menggunakan analogi anjing tidak dimaksud untuk merendahkan martabat kita sebagai manusia, namun sekedar memberi gambaran tali kekang yang dilepaskan. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s