Rest = istirahat???

Seorang hamba Tuhan yang lagi tenar, Joseph Prince suka mengkhotbahkan kata “rest” yang diambil dari ucapan Yesus yang berkata I will Give You Rest, dari Matius 11:28. Banyak orang-orang di Indonesia yang suka dengan ajaran PS Prince karena memang menarik dan bagus. Bagi kita yang tinggal di Indonesia, kata Rest dianggap sebagai Istirahat, karena memang demikian. Hal ini membuat beberapa dari kita beranggapan bahwa mengikut Yesus harus istirahat terus, tidak perlu melakukan apapun bagi Tuhan.   
Akibat dari ajaran ini, banyak orang Kristen Indonesia dengan pengetahuan bahasa Inggris tingkat SLTA menjadi antipati dengan ajaran rest yang diterjemahkan sebagai istirahat. “Aneh, orang Kristen ga ngapa ngapain bagi Tuhan” kata seseorang yang bermaksud baik, “Kita harus banyak melakukan bagi Yesus yang mau mati dikayu salib, jangan seperti ajaran JP“. Saya berpikir, kalau memang yang dimaksud Joseph adalah kita harus istirahat, maka dia tidak mempraktekkan yang dia khotbahkan. Saya melihat dia sepertinya tak kenal lelah melayani, baik di gerejanya tanpa bayar, maupun memenuhi undangan berbicara di berbagai negara. 
Bagi saya, ketika mendengar kata “rest” itu tidak langsung berarti istirahat. Rest bisa diterjemahkan sebagai berhenti; sisa; kelegaan; tidur; damai; interlude; idle; nyaman; kemudahan dan masih banyak lagi. Sebenarnya begitu mudah kalau kita mau mengerti, yaitu membuka Alkitab LAI di Markus 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Jadi rest yang dimaksud tentunya sama dengan versi LAI, yaitu kelegaan. Didalam Yesus ada kelegaan, bukan istirahat. 
Memang kita perlu berhenti mengupayakan keselamatan, karena keselamatan adalah pemberian kasih karunia melalui iman. Namun itu berbeda dengan tidak melakukan apapun. Kalau Anda dan saya memiliki kasih, maka kita akan sulit tinggal diam, kalau ada saudara kita yang tersesat. Kasih dan kemerdekaan yang kita terima dari Tuhan, selalu ingin kita bagikan ke orang lain, dan itu menyebabkan kita tidak dapat beristirahat, tetapi kita mendapatkan kelegaan yang luar biasa ketika kita mengerti bahwa kita “SUDAH” menerima hidup kekal yang tidak dapat dibatalkan oleh siapapun.

One Comment Add yours

  1. Mona says:

    Another great article, pak Nug..
    Menurut saya it’s oke diterjemahkan sebagai ‘beristirahat’ (which I use a lot in my translation process).
    Masalahnya bukan di ‘istirahat’-nya, tapi di pemahaman orang-orang yang memiliki (pinjem istilah anda) ‘pengetahuan bahasa Inggris tingkat SLTA’.
    Mereka yang butuh ‘mind changing’.
    Pikiran mereka yang perlu diubah. Bukan terjemahannya.
    Peace!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s