Grace vs Hypergrace


Akhir2 ini banyak di pergunjingkan akan kesesatan paham Hypergrace. Memang kata hyper Grace SEBETULNYA adalah olok olok atau label yang diberi kan pada pemercaya Injil Kasih Karunia. Namun,  sebenarnya itu tidak terlalu melenceng dari ajaran perjanjian baru. Roma 5:20b … dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,… Kata berlimpah terdiri dari kata “huper” yang artinya lebih, kelewat, banyak,  dan perisseuo artinya berlimpah dalam hal kwalitas maupun kwantitas.
Ternyata karena ejekan yang bertubi tubi dari berbagai pihak, semakin lama label “Hypergrace” menjadi kata kata sehari hari, dan bahkan sebagian orang dengan senang menyebut dirinya Hypergrace. Apa sebenarnya keberatan para pengkritisi akan paham Injil kasih karunia ini? Keberatan mereka antara lain bahwa orang2 HG melarang untuk mengaku dosa; mengijinkan  dosa, merasa tidak perlu memperbaiki diri, mengajarkan untuk beristirahat (REST) terus menerus, dan berbagai tuduhan yang sama sekali tidak ada dasarnya. Saya sudah 8 tahun mempelajari apa ya g diajarkan para “guru” Grace dari berbagai  negara, namun tidak ada satupun dari mereka yang mengajarkan seperti apa ya g mereka tuduhkan. Paham sekali selamat tetap selamat yang diyakini oleh kalangan gereja reformed, yang sama sama diyakini kalangan Grace dianggap sesat.
Dari pengamatan saya dari berbagai jenis para pemercaya Injil Kasih Karunia, saya temukan ada dua kelompok jenis orang Kristen Grace. Tentu ada jenis jenis lain, tetapi jumlahnya tidak banyak.

Baca juga rest = istirahat, pencari loophole, Kristen lepas kekang
1. Jenis yang capai berusaha. Mereka adalah orang Kristen yang serius dan sungguh sungguh mau menjadi orang Kristen yang baik yang bisa memuliakan Tuhan. Mereka berusaha berdoa dengan waktu yang cukup panjang. Sedapat dapatnya mereka mau menghindari dosa, menolong orang dan memberi ke Gereja dengan setia. Sebagian memiliki jam doa sedikitnya satu jam. Membaca Alkitab sedikitnya sekali dalam setahun, dari Kejadian sampai Wahyu. Pelayanan di Gereja, selalu berusaha memberitakan Injil. Orang orang ini dengan jujur melihat dirinya sering gagal dalam komitmen mereka. Mereka menjadi orang orang Kristen yang terbeban oleh kewajiban agama, sehingga selalu merasa bersalah dan rendah diri. Mereka sudah benar benar berusaha semampu mereka, tetapi gagal.

Ketika mereka mulai mengerti akan Kasih Karunia yang murni, maka mereka merasa mendapatkan kelegaan yang luar biasa, karena ternyata Tuhan tidak menuntut seperti yang dibayangkan. Sama seperti di jaman Yesus berjalan dimuka bumi, Dia melihat mereka hidup dengan beban agama yang berat. Suatu beban yang diberikan oleh orang farisi dan ahli Taurat, beban yang mereka sendiri tidak sanggup menanggungnya. Suatu haru Yesus berkata di Matius 11:(28) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (29) Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (30) Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Jenis ini setelah menemukan Injil kasih karunia yang murni, merasakan kelegaan yang luar biasa, dan mereka akan bekerja lebih giat dari sebelumnya, tetapi tanpa memikul beban kewajiban yang berat.



2. Jenis yang suka hidup dalam dosa. Mereka adalah orang Kristen yang merasa tidak mampu untuk hidup benar. Mereka lemah dalam mempertahankan kehidupan yang benar. Sebagian hidup didalam dosa, dan tidak mau atau sanggup melepaskan diri dari dosanya, sehingga mereka hidup dengan merasa bersalah, tetapi tidak dapat meninggalkan kehidupan yang tidak baik. Mungkin mereka masih ke Gereja, karena agama mereka, namun kehidupan diluar Gereja tidak menunjukkan bahwa mereka orang Kristen yang bisa menjadi teladan. Atau mereka sebenarnya ingin melakukan suatu perbuatan dosa, tetapi tidak berani karena takut neraka.

Mereka pada akhirnya mendengar Injil Kasih karunia, yang memerdekakan. Mereka begitu senang setelah mengerti bahwa dosa mereka, seluruhnya sudah diampuni. Mungkin kalau dahulu, mereka masih takut melakukan dosa, walaupun masih sering jatuh dalam dosa, kini, dengan seenaknya tanpa merasa bersalah mereka tetap tinggal dalam dosa dan dengan bangga berkata bahwa Tuhan sudah mengampuni. Atau yg dulunya menahan diri untuk melakukan suatu dosa, kemudian merasa bebas dan lalu membuahi keinginannya.  Mereka berfokus pada potongan potongan ajaran yang mengatakan dosa sudah diampuni, tidak perlu melakukan apapun agar diselamatkan, dan merasa sudah sempurna seperti Yesus. Bahkan ada yang berkata bahwa kejahatan sudah bukan dosa lagi.
Para anti Grace, sebenarnya menyoroti kelakuan dan perkataan orang2 jenis kedua ini. Mereka meng generalisasi orang2 yang tidak mau keluar dari dosa dengan ajaran kasih karunia yang benar. Itulah sebabnya semakin banyak angin yang berhembus melawan ajaran Hypergrace yang oleh feature auto correct dari iPhone saya sering menjadi Hypergrave.
Mari kita meletakkan segalanya di tempat yang semestinya.

Para anti Grace, sadarlah kalau ajaran Injil Kasih Karunia yang benar itu tidak seperti orang Kristen jenis 2 yang sering di koar koarkan. Para Kristen jenis 1, tetaplah lakukan apa yang sudah kalian lakukan, itu tidak berarti Anda kembali ke Law. Para Kristen jenis 2, ketahuilah bahwa Tuhan masih tidak suka kalian berdosa. Dosa memiliki implikasi yang membayakan bagi kalian dan orang orang sekitar kalian. Kalian sudah diberi kemampuan untuk lepas dari kehidupan dosa, kalau mau.

One Comment Add yours

  1. ehsianturi says:

    I don’t know about you, bro… but I wear the hypergrace label with pride! 💪

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s