SINERGI, Kasih Karunia Style (1)

  
Filipi 2: (12) Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, (13) karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
Firman diatas adalah salah satu yang paling sering menjadi bahan diskusi dan perdebatan. Di satu pihak, menekankan bahwa kita harus mengerjakan keselamatan dengan sungguh sungguh, karena kalau kita tidak “merawat” keselamatan, maka itu akan terhilang. Di pihak lain, suka menekankan bahwa di ayat 13, dikatakan bahwa Tuhanlah yang mengerjakan, bukan kita. Bahasa Inggris dikatakan work out, bukan work for (kerjakan agar) selamat. Kedua belah pihak menekankan satu ayat, sambil mengabaikan ayat yang lain, sesuai dengan keyakinan dan selera masing-masing.

Sebagai orang percaya, kita sering mendengar istilah Injil sepenuh. Memeluk satu ayat dengan mengabaikan ayat yang lain menjadikan kita bukan Injil sepenuh. Hidup kita tidak seimbang (bukan seimbang Grace dan Law), mudah goyah, dan mudah sekali melakukan hal hal yang keliru. Martin Luther berkata “We are snow covered dung” atau tai yang ditutup salju, kelihatannya putih bersih, tetapi isinya tetap tai atau tahi (ga bisa nyepelnya). Bagi sebagian orang, ucapan Luther ini dapat membuat kita nyaman untuk tetap hidup sebagai tai, dan karena tertutup salju yang putih bersih, atau tertutup darah Yesus, maka Bapa tidak dapat melihat kekotoran kita dan mengasihi kita karena yang dilihatNya hanya Yesus yang menutup kita. Akhir-akhir ini, kita sering mendengar bahwa Tuhan mengasihi kita karena melihat Yesus didalam kita. 

Tidak! Tuhan mengasihi kita, karena Dia mengasihi kita, sehingga Tuhan mengirimkan Yesus, agar kita tau bahwa Tuhan mengasihi kita dan mengampuni kita. Dia memperlakukan kita secara individu, bukan sebagai tumpukan tai yang sudah disatukan dan ditutup oleh salju yang putih. Dia menginginkan agar kita masing masing bertumbuh menjadi seperti Yesus. 
What I’m getting at, friends, is that you should simply keep on doing what you’ve done from the beginning. When I was living among you, you lived in responsive obedience. Now that I’m separated from you, keep it up. Better yet, redouble your efforts. Be energetic in your life of salvation, reverent and sensitive before God. That energy is God’s energy, an energy deep within you, God himself willing and working at what will give him the most pleasure. (‭Philippians‬ ‭2‬:‭12-13‬ MSG)
Versi The Message lebih jelas lagi. Kita sudah diberi energy didalam diri kita, yang akan menolong kita dalam upaya kita hidup benar, didalam kehidupan yang sudah terselamatkan. Kita sering mendengar istilah effortles Christianity. Itu merupakan istilah yang bertentangan dengan ajaran Paulus. Memang keselamatan itu bukan hasil dari upaya kita, tetapi tentunya ada sesuatu yang perlu kita lakukan didalam hidup ini. 

Lawan dari kasih karunia bukan effort, tetapi lawan KK adalah sikap bahwa untuk mendapatkan sesuatu dari Tuhan, kita harus menghasilkannya, atau kita sebut saja EARNING. Jadi, lawan dari Grace, adalah Earning. Kedua ayat itu menunjukkan bahwa ada perintah untuk mengerjakan keselamatan disamping kita dikerjakan dari dalam sehingga kita di energize untuk dapat melakukannya. Suatu sinergi antara kita dan Roh Kudus yang memampukan kita. 

  

Bersambung ke bag 2. 

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s