SINERGI Kasih karunia style bag 3

Di bagian 2 saya berbicara mengenai apakah kita ingin tetap jadi kotoran setelah diampuni atau mau menjadi perabot yang lebih mulia.
Bagian 1 menjelaskan sikap menerima Kasih Karunia yang secara cuma cuma diberikan pada kita, berlawanan dengan sikap EARNING dimana orang merasa harus berusaha untuk menghasilkan sesuatu dari Tuhan, keselamatan, berkat, kasih. Contoh; Kalau kita memberi uang ke gereja , maka Tuhan akan memberkati dengan kekayaan. Kalau kita hidup baik, maka kita akan masuk surga, dan sebagainya.

 


Bagian ini saya akan kembali menjelaskan mengenai mengerjakan keselamatan. Surat Paulus kepada jemaat di Filipi adalah untuk memberikan motivasi kepada orang percaya yang sedang mengalami aniaya. Walaupun dalam keadaan takut dan gentar, mereka diminta untuk tetap setia memuliakan Tuhan dengan tetap setia dan tidak sampai patah semangat. Dan Paulus menggunakan istilah mengerjakan keselamatan.

What I’m getting at, friends, is that you should simply keep on doing what you’ve done from the beginning. When I was living among you, you lived in responsive obedience. Now that I’m separated from you, keep it up. Better yet, redouble your efforts. Be energetic in your life of salvation
reverent and sensitive before God. That energy is God’s energy, an energy deep within you, God himself willing and working at what will give him the most pleasure. (‭Philippians‬ ‭2‬:‭12-13‬ MSG)



Alkitab bahasa Inggris versi the message menggunakan istilah energy yang diberikan Tuhan didalam kita. Energy yang memampukan kita mengerjakan keselamatan. Di jaman sekarang, apabila kita tinggal di Kota besar di Indonesia dan lebih lagi di Amerika dan Australia, kemungkinan kita tidak mengalami aniaya seperti jemaat di Filipi abad pertama. Tantangan yang kita hadapi kebanyakan adalah kekuatiran atau godaan dari daya tarik dunia. Apakah kita masih perlu berusaha agar kita berguna bagi Tuhan, memuliakan (mengerjakan keselamatan) Tuhan? Itu adalah pilihan kita sendiri, ingin memuliakan atau mempermalukan nama Tuhan.


Lawan dari effort / usaha /mengerjakan adalah No Efffort, no action, tidak berusaha. Mungkin kita berpikir kita tidak mampu, dan itu benar. Tetapi dengan energy yang sudah diberikan Tuhan didalam kita, bekerja didalam kita, sudah dapat dipastikan bahwa kita akan mampu berguna bagi kerajaan Surga, mampu memuliakan Tuhan dengan usaha kita yang dimampukan Roh Kudus.
Grace — Earning adalah sikap

Effort — No Effort berbicara action
Quadran Rohani.
Sikap Grace, berlawanan dengan sikap Earning (menghasilkan dari usaha). Orang yang menerima Grace, berada diatas sedangkan yang merasa harus menghasilkan (earning) berada di bawah di quadran ini. Orang2 yang berusaha / effort, di sebelah kanan dan yang tidak mau berusaha berada dibagian kiri.


A adalah orang percaya yang bersikap harus earning atau menghasilkan sesuatu dari Tuhan, namun tidak melakukan apapun untuk memperolehnya. Orang di quadrant A menjadikan

– Lemah

– Malu

– Rendah diri

– Takut

Orang2 ini biasanya tidak tahan lama tinggal di A. Mereka akan pindah ke quadran lain atau keluar sama sekali dari kekristenan.
B adalah orang yang mengandalkan perbuatan untuk memperoleh dari Tuhan, dan melakukannya. Mereka biasanya suka pelayanan, perpuluhan, berusaha selalu tampak baik. Tinggal di B menjadikan

– Sombong rohani

– Suka menghakimi

– Menonjolkan performa

Kalau kita membaca perumpamaan Yesus mengenai anak yang hilang, sikap Anak sulung adalah contoh yang paling tepat untuk menggambarkan mereka di quadran B. Taat, setia, berusaha menghasilkan kebaikan dari sang Bapa.
D. Mereka sudah benar, memiliki paham bahwa mereka tidak dapat melakukan apapun untuk membuat Tuhan melakukan kebaikan ke mereka. Orang orang ini paham benar bahwa semua kasih, kebaikan, dan hidup kekal mereka peroleh karena pemberian Tuhan yang cuma cuma. Sayangnya, mereka memutuskan untuk tidak melakukan yang perlu dilakukan. Tidak ada usaha. Mungkin disebabkan salah pengertian bahwa ketika Yesus berkata sudah selesai, maka kita berhenti melakukan apapun yang berguna, baik melakukan kebaikan, menghindari dosa, atau berusaha dapat mengampuni. Orang orang semacam ini menjadi

– Tidak berbuah

– Talenta terpendam, sehingga terbuang percuma

– Memanfaatkan kemurahan Tuhan sehingga tidak berusah menghindari dosa.

Orang orang semacam ini yang membuat kita dianggap kelompok yang ber toleran terhadap dosa. Contoh di Alkitab yang paling dekat adalah anak bungsu pada perumpamaan Yesus, dimana dia hidup seenaknya, dan tidak berusaha menjadi anak yang baik. (Sebelum kembali ke Bapa).
C. Seharusnya kita semua hidup di quadran ini. Sadar bahwa segala kebaikan Tuhan adalah murni bukan karena kita baik, tetapi itu adalah kemurahanNya. Orang yang di quadran C memiliki antusiasme yang tinggi untuk hidup benar, bukan untuk menjadikan diri benar, tetapi karena sadar dia sudah dibenarkan Yesus. Mereka juga aktif melayani, memikirkan bagaimana melebarkan kerajaan surga, dan suka melakukan kebaikan. Orang2 di quadran ini menjadi

– Suka memuliakan Tuhan

– Menghindari dosa

– Produktif dan berguna

– Hidup selalu bersyukur tanpa diharuskan bersyukur

– Mudah mengampuni

Tidak ada orang yang sempurna, namun adalah bagus kalau semua orang percaya berada di quadran ini.

2 Petrus 1:(3) Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. (4) Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. (5) Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, (6) dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, (7) dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang

Tuhan sudah memberikan kita anugerah, berupa segala sesuatu agar kita hidup saleh. Hanya dengan iman saja, kita menerima keselamatan. Dan agar kita dapat menuju pada kehidupan seperti Kristus, maka Petrus meminta agar kita menambahkan pada iman kita beberapa hal seperti surat yang ditulisnya.


Sambungan dari bag 1 dan bag2.

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s