Tujuh cara manipulasi jemaat bag 2.

Lanjutan dari bagian 1.
 

2. Fun And Excitement.

Beribadah di gereja yang membosankan memang membosankan. Jaman sekarang acara gereja dibuat se menarik mungkin dengan musik yang relevan sesuai jaman, lighting yang bagus, Audio Visual yang diutamakan. Tentu kita suka dengan gereja yang sesuai dengan selera kita.

Membuat ibadah di Gereja menjadi kegembiraan dan kegairahan tidak ada salahnya dan bahkan dianjurkan. Menari nari bagi Tuhan, gelak tawa, gerakan gerakan yang lucu membuat kita senang. Kadang kadang sangking senangnya jemaat sampai berguling guling di lantai dan tertawa tanpa bisa dikendalikan.

Bersenang senang didalam ibadah tidak bermasalah, sampai kalau kita kehilangan fokus pada Yesus. Makna keindahan Yesus yang mati bagi kami, menjadi kabur, dan kesenangan menjadi tujuan berbakti. Didalam kesenangan yang luar biasa, sangat mudah bagi seorang pembicara untuk memasukkan paham yang tidak sesuai dengan Injil kasih karunia, dan jemaat menjadi orang percaya yang berpaham yang keliru.

3. Pujian.

Secara natural kita, manusia butuh diterima dan butuh dipuji. Walaupun kita berkata kita tidak mencari pujian, tetapi ketika kita dipuji, terutama dipuji seorang pemimpin yang tampak tulus, kita akan menyukai. Setelah dipuji, maka lebih mudah bagi seseorang untuk menuruti apa yang diminta oleh penuhi. Trik ini sudah kita kenal sejak kecil. “Ibu, masakan ibu malam ini enak luar biasa melebihi restoran. Bolehkan aku menginap dirumah teman?”

Pada dasarnya, diterima merupakan kebutuhan manusia. Di dalam Gereja seorang pemimpin bisa saja berkata bahwa kita ini sangat cinta Tuhan. “Saya merasakan Anda sangat mengasihi Tuhan. Bahkan Anda mau melakukan apa saja untuk Tuhan, sungguh orang pilihan”. Lalu pemimpin akan berkata bahwa dia adalah satu satunya yang dapat dipercaya, dan diminta untuk memegang duplikat kunci gereja yang hanya satu satunya. “Maukah Anda datang lebih pagi, membuka pintu gereja dan memastikan kursi tertata rapi?”  Ini adalah suatu bentuk manipulasi yang sangat efektif.

4. Pemberian hadiah.

Seorang manipulator yang canggih akan tampak murah hati. Dia dengan gampang memberikan hadiah atau pertolongan, namun sebenarnya dia mengincar kembalinya hadiah yang lebih besar. Perusahaan2 sangat mengerti hal ini. Mereka banyak memberi hadiah berupa barang barang kecil yang menarik dengan harapan mereka bisa menjadi pembeli yang menguntungkan.

Dengan memberi, seorang pemimpin atau pembicara akan mampu mengubah suasana hati jemaat sehingga jemaat juga tertular ingin memberi. Bahkan ada seorang hamba Tuhan memberi sebuah mobil, diundi, kepada jemaat, dan menjanjikan kalau dia datang dia akan membagi lebih banyak mobil lagi ke jemaat. Langsung saja pemberian sebuah mobil itu disambut dengan suasana saling memberi dan ketika kantong persembahan di edarkan, hamba Tuhan itu dapat meraup berkali kali lipat dari harga sebuah mobil. Janjinya akan memberi lebih banyak mobil lagi tentunya tidak terlaksana.

Sifat suka memberi adalah bagus sekali. Namun kita harus peka akan motif dibelakangnya.

Bersambung bag 3…

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s