Tujuh cara manipulasi jemaat bag 3.

Sambungan dari bag 2. 

 

5. Kepalsuan. Berbagai teknik untuk memanipulasi dilakukan dengan berbagai kepalsuan.

INTIM; seorang manipulator akan memberikan kesan bahwa dia sangat intim dengan kita. Membagikan rahasia yang orang lain tidak ada yang tau merupakan salah satu cara membuat korban merasa orang yang spesial. “Saya beri tau, tapi tolong jangan diteruskan ke siapapun, karena hanya Anda yang tau”. Hati- hati dengan perkataan seperti itu, karena kemungkinan besar dia mengatakan hal yang sama kepada 18 orang lainnya. Kita akan merasa jadi orang yang terdekat dan akhirnya akan menuruti kehendak pemimpinnya yang sebenarnya berlawanan dengan hatinya.

PERSAMAAN; orang yang menyetujui pemikiran kita, akan menjadi orang yang dekat. “Wah kalau begitu kita jodoh. Sama2 suka Tempura ramen, sama2 mendukung Golkar, dan bahkan suka warna pink yang saya juga suka”. Padahal belum tentu orang itu seperti yang dikatakan. Orang yang memiliki paham atau selera yang sama dengan pemimpin, cenderung mau mengikuti permintaan dia. Namun persamaan itu hanya kebohongan dengan tujuan memanipulasi.

NORMAL PALSU; suatu standar kenormalan palsu akan disampaikan seorang manipulator. Jemaat akan merasa mereka dibawah standar normal, dan akan berusaha memperbaiki sesuai dengan keinginan sang manipulator. “Rata2 jemaat disini sangat murah hati. Mereka biasanya memberikan 15% dari gross, dan bahkan banyak sekali yang memberikan gaji bulan January sepenuhnya”. Jemaat yang hanya memberi sedikit presentasinya, akan merasa mereka dibawah normal, dan akan meningkatkan pemberiannya dan berusaha mendekati “normal” palsu itu. “Biasanya kalau saya doakan pasti sembuh! Apakah kau punya dosa tersembunyi atau seharusnya melakukan sesuatu tetapi engkau enggan?”

PERTOLONGAN: Seorang manipulator akan bertindak sepertinya dia sedang menolong Anda, tetapi sebenarnya sedang membuat Anda merubah kelakuan Anda menjadi yang dia mau. Konseling adalah sarana yang paling mudah untuk memanipulasi seorang yang butuh nasihat. “Kamu mengalami kejadian yang mengenaskan karena kurang pelayanan. Mulai sekarang, bantu teman temanmu membuang sampah sehabis kebaktian. Lihat saja, dalam 2 minggu, hidupmu akan menjadi baik”. “Tuhan tidak pernah berhutang”.
6. Guilt trip / mempermalukan.

Seorang pemimpin bisa mengingatkan pengikutnya bahwa dia pernah melakukan kesalahan yang berakibat cukup berarti. Orang akan di jebak dalam perjalanan rasa bersalah sehingga dia akan melakukan apa yang diminta si pemimpin. “Apakah Anda serius tidak akan datang di doa semalam suntuk, setelah lupa mengunci lemari uang?”  Seorang master manipulator tidak akan kentara melakukannya, dan dia akan berhasil membuat seseorang melakukan sesuai kehendaknya. Pembedaan antara rohaniwan suci dan orang awam dapat membuat orang awam hanya menurut saja permintaan sang rohaniwan, karena merasa bersalah karena menjamah orang yang diurapi atau mendukakan Roh Kudus. Kalau Anda terus terusan tidak taat pada pimpinan, bisa bisa Anda sudah termasuk menghujat Roh Kudus, dan tidak akan ada ampun lagi.

Bersambung ke bag 4...

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s