Kehilangan Yesus

  
Tulisan Brian Zahnd telah menginspirasi saya untuk membuat artikel ini. 
Didalam perjalanan pulang setelah merayakan Paskah di Yerusalem, Maria dan Yusuf sadar bahwa Yesus tidak bersama mereka.  Yesus yang baru berumur 12 tahun tidak dapat ditemukan bersama saudara saudara dan kenalan mereka. Lalu mereka berjalan kembali ke Yerusalem seharian untuk mencari Yesus. Yerusalem penuh dengan orang2 yang merayakan hari Paskah. Maria dan Yusuf mencari Dia di setiap sudut kota, bertanya kian kemari. Pasangan itu yang mengenal putranya dengan baik, mengerti, biasanya Yesus adalah anak yang baik dan bisa dipercaya. Tiga hari terasa tiga tahun, ketika kita kehilangan seorang anak yang kita kasihi. 

Di hari ketiga Maria bertanya ke seseorang lagi “Dimanakah Yesus?” , dan seseorang berkata dia melihatNya di bait Allah. Lalu mereka akhirnya menemukan Yesus yang sedang ngobrol dengan para rabi dan alim ulama, sedang asik berdiskusi teologia. Betapa lega hati Maria.  “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Jawaban Yesus sungguh DILUAR dugaan Maria dan juga kita. Dia tidak meminta maaf seperti harapan kita, dan bahkan merasa tidak perlu memberi alasan yang baik dan bisa diterima. “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” 

Maria sebagai ibu yang melahirkan, menyusui, dan merawat Yesus, tentu sangat mengenal anaknya, lebih dari siapapun. Namun jawaban Yesus tidak dapat dia mengerti. Maria yang kenal betul dengan putranya, kehilangan dia. Lalu mencari selama 3 hari. Lalu menemukanNya. Dan Maria harus me re-evaluasi / re-thinking Yesus yang dia pikir dia mengenal dengan baik, karena ternyata Yesus berbeda.

Ketika Yesus berumur 30 tahun, Dia pindah dari Nazaret ke Kapernaum. Keluarganya ingin Yesus kembali ke Nazaret, karena tidak mengerti pelayanan Yesus. Mereka berpikir Yesus sudah tidak waras. Banyak berita beredar bahwa Dia kerasukan Beelzebul. Maria dan saudara2 Yesus berdiri didepan, berusaha bertemu dengan Yesus. “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Jawaban Yesus kembali diluar dugaan. Berbeda dengan orang biasa.  “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Coba bayangkan kalau anak kita tiba tiba berkata siapakah orang tuaku?  

Kembali kejadian yang sama. Maria kehilangan, mencari, menemukan, dan surprise, dan perlu re-thinking lagi pengenalan dia akan Yesus.

Maria akan kehilangan Yesus lagi. Tiga hari. Di Jumat agung. Setelah tiga hari, bertemu lagi. Yesus berbeda lagi. Sangat berbeda. Yesus didalam tubuh kemuliaan.  Maria perlu re-thinking lagi pengenalan akan Yesus. 

Apakah Anda  pernah kehilangan Yesus? Saya kira semua dari kita pernah merasa kehilangan Yesus. Alkitab berkata bukan kita yang mencari, tetapi Dia yang mencari kita. Alkitab juga berkata Yesus tinggal didalam kita, kita didalam Dia, dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Namun Alkitab juga berkata …. Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia…di Ibrani 11:6. Ternyata “mencari” Yesus adalah ajaran perjanjian baru juga. Saya sendiri didalam hidup ini telah beberapa kali kehilangan Yesus. 

Didalam upaya untuk tetap selamat, saya sering gagal. Beberapa hal terjadi, banyak kekecewaan karena yang terjadi tidak sesuai dengan rencana kita. Waktu itu saya merasa kehilangan Yesus. Kemungkinan, Dia menghendaki saya merasa tidak nyaman, dan berusaha mencari Dia. Ketika saya menemukan Dia kembali, saya mendapatkan Yesus yang berbeda dengan Yesus yang saya kenal sebelumnya. Gembira, dan kecewa. Gembira karena saat itu saya mengerti bahwa Yesus benar benar ingin saya datang kepadaNya, dan memberi saya kelegaan, memberi beban yang ringan, dan kuk yang enak disandang. Kecewa karena selama bertahun-tahun, saya mengenal kepribadian Yesus yang keliru. Saya waktu itu telah menemukan kembali Yesus didalam kasih karunia dan teologia yang sebelumnya saya pandang remeh.

Suatu lingkaran, cycle.  Kehilangan – mencari –  menemukan – re-thinking. 

Sama seperti yang dialami Maria, sama seperti yang dialami kebanyakan orang Kristen yang bertumbuh. Rupanya cycle itu adalah cara Tuhan membuat pertumbuhan rohani. 

Ketika kita merasa kehilangan Yesus, di Lukas 9:(10) Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan…; kita tidak hanya menunggu di cari Yesus, tetapi secara aktif kita meminta, mencari, dan mengetuk.

Cycle itu merupakan alat untuk pertumbuhan rohani kita semua. Namun sayang, banyak yang ketika merasa kehilangan Yesus, yang merupakan langkah pertama untuk bertumbuh, mereka menerima saja kenyataan Yesus yang hilang dan dengan kecewa menganggap Tuhan sudah tidak suka lagi dengan mereka. Ada yang setelah kehilangan, mau mencari, namun setelah menemukan Yesus kembali, ternyata Yesus berbeda dengan yang mereka kenal dahulu, dan tidak dapat menerima kenyataan Yesus yang berbeda dan kemudian menolak Dia. 

Di penghujung tahun 2015, ditengah tengah suka cita karena kasih karunia Tuhan, di dalam keasyikan mempelajari teologia dengan hermeneutica yang benar, saya kehilangan Yesus kembali. Saya mencari Dia, dan menemukan Dia, Yesus yang berbeda lagi dari yang saya kenal sebelumnya.  Dia bukan lagi sosok yang berkata “My son, I did it for you“, tetapi Dia dengan sorot mata yang penuh kasih berkata “Now it is your turn!“, atau sekarang giliranmu.  

Saya terdiam tertegun. Saya sudah terbiasa berkata terima kasih Yesus, engkau sudah melakukan bagiku. Tetapi saya tidak mau menolak Yesus yang saya temukan kembali. Saya harus melakukan banyak re-thinking. Pekerjaan rumah masih banyak, dan saya suka. Karena ini adalah pertumbuhan rohani yang progressif.

Kehilangan – Mencari – Menemukan – Re-thinking. 

Kalau Anda saat ini sedang kehilangan dan mencari Yesus, ketika Anda menemukan Dia kembali, dan ternyata berbeda, re evaluasi lah paham Anda, re-think Yesus, dan Renew your mind. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s