Taurat baru. …. Lima Golden rules. 

  
.

TAURAT. Sudah tidak berlaku, atau masih berlaku. Ada pihak yang berkata bahwa semua Taurat tidak lagi berlaku, sudah terpaku DIKAYU salib. Ada yang berkata bahwa sebagian dari Taurat, yaitu hukum moral masih berlaku, tetapi yang seremonial dan hukum sipil sudah tidak lagi. Ada yang berpendapat bahwa hukum Taurat, seluruhnya adalah perintah Tuhan yang tidak akan pernah diubah. Dari ketiga pendapat itu, pada ke ekstrim-an masing masing, akan mengalami masalah untuk membelanya ketika diperhadapkan dengan beberapa firman yang sepertinya bertolak belakang.Mungkin kita bisa mengerti kalau setiap penulis Alkitab memiliki gaya bahasa yang berbeda sehingga satu dengan lainnya sepertinya berseberangan paham. Namun dari surat surat Paulus saja, tampaknya dia sendiri tidak konsisten mengenai hubungan orang percaya dan Taurat. Di beberapa perikop, Paulus dengan jelas menulis bahwa kita sama sekali tidak dibawah Taurat (misalnya Galatia 3:21-24).?namun di bagian lain Paulus sepertinya mengajarkan untuk menghargai Taurat (Roma 7:12,22, 2Tim3:16 dll). 

Jadi bagaimana? Apakah Paulus memang tidak konsisten dalam pengajarannya yang menimbulkan perdebatan sampai masa kini? Atau kata makna Taurat yang dimaksud Paulus disatu ayat sebenarnya berbeda dengan ayat yang lain? Saya temui orang yang berpaham bahwa Taurat tidak berlaku lagi, dalam menafsirkan ayat apapun, akan berkesimpulan demikian. Sebaliknya orang yang berpaham Taurat masih berlaku, apapun yang dia baca akan tampak bahwa Taurat tetap berlaku. Dan orang yang memilah milah Taurat, akan selalu memilah yang berlaku dan yang tidak berlaku.

Ibrani 8:10b “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”

Saat ini, bagi orang percaya, sebenarnya hukum Tuhan, sudah ditaruh di dalam akal budi kita, dan ditulis di hati kita. Namun kita masing masing sangat dipengaruhi oleh nilai nilai yang kita dapatkan dari lingkungan kita, sehingga setiap orang, belum tentu memiliki pengertian yang sama akan hukum Tuhan yang tertulis didalam hati kita. Jadi bagaimana cara kita “membaca” hukum yang tertulis dihati kita? Apakah yang tertulis dihati kita isinya seperti copas (copy-paste) dari Taurat Musa yang sepuluh plus 613? Yesus berkata di Yohanes 13 bahwa Dia memberi kita perintah yang baru. Perintah yang baru, tentunya berbeda dengan perintah yang lama. Perintah baru agar saling mengasihi. Melempari batu seorang anak yang menentang orang tua, jelas bukan saling mengasihi. Hukum yang tertulis dihati kita adalah hukum kasih, bukan hukum pembalasan dendam. 

Untuk membantu kita semua dalam mentaati hukum yang tertulis dihati, ada lima hal yang perlu kita perhatikan dan kita lakukan, yang saya sebut lima pilar menghidupi kekristenan.

1. Suara hati. 

Roma 9:1 Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus. Hukum Tuhan telah tertulis didalam hati dan akal budi kita (Ibrani 8). Kalau kita mau mendengarkan suara hati atau nurani kita, maka kita akan dapat menghidupi hidup ini dengan benar. Kita juga sudah dimampukan untuk menggunakan akal budi kita, karena hukum Tuhan sudah ditaruh disana. KPR 24:26 menasihatkan agar kita senantiasa berusaha hidup didalam nurani yang murni (clear conscience ) di hadapan Tuhan. Contoh sederhana, setelah bayar belanjaan kita di supermarket, ketika mau memasukkan ke mobil, ternyata ada barang yang belum terbayar. Coba dengarkan suara hati dan akal budi Anda. Apa yang perlu Anda lakukan?  Dalam setiap langkah, setiap keputusan, setiap kejadian, berhentilah sejenak, coba “baca” hukum yang tertulis dihati kita, dan taatilah. Maka kita akan menjadi saksi Yesus yang baik.
2. Kesaksian firman

2 Tim 3:(16) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Kita masih perlu membaca Alkitab. Sering kita bingung ketika baca kisah-kisah dia perjanjian lama. Tuhan sering digambarkan sebagai sosok yang begitu ganas, pen cemburu, balas dendam dan egois. Namun sekali lagi, banyak penulis Alkitab yang memiliki gaya bahasa seperti itu. Kita tidak perlu menganalisa Tuhan, yang perlu kita pelajari  adalah moralitas yang Tuhan ingin ajarkan, ambillah sari dari kisah2 itu. Bertanyalah pada diri sendiri, The moral of The story, atau moral apa yang dapat kita pelajari dari yang kita baca. Itulah yang sebenarnya ingin disampaikan para penulis Alkitab, untuk mengajar, menyatakan kesalahan, dan memperbaiki kelakuan kita. 
3. Memperbarui pikiran.

Di surat Roma fasal 1-11, kita membaca berbagai kemurahan Tuhan yang bisa kita nikmati. Roma 12 di versi The Message, dimulai dengan kalimat “So here’s what I want you to do“. NIV dimulai dengan kata Therefore. Jadi setelah menerima dan mengerti akan kemurahan Tuhah, maka kita juga diminta melakukan sesuatu untuk dia. Banyak dari kita hanya hidup sebelum kata “Therefore“. Tetapi kalau kita mau hidup seperti yang Tuhan mau, maka kita perlu mempraktekkan firman di fatsal 12 dan selanjutnya. Dimulai dari pembaruan pikiran. Kita memperbarui pikiran kita dengan cara mengelola pikiran kita. Jangan biarkan pikiran kita melayang kemana dia suka, karena apa yang ada di pikiran kita, akan menentukan tindakan kita. Pikirkanlah yang mulia, yang adil, yang baik, yang manis, yang sedap di dengar. Roh Kudus akan membantu kita mengelola pikiran kita, dan sebagai akibatnya, tingkah laku kita akan menjadi seperti yang di pikiran kita. 
4.Biasakan melatih diri

Ibrani 5: (14) Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Indera rohani kita dapat dilatih. Kepekaan akan yang baik dan jahat akan bertumbuh apabila pada setiap kesempatan kita melatih diri untuk selalu bertindak dalam kasih. Semakin lama kita akan benar benar dapat hidup dipimpin oleh Roh Kudus sesuai dengan hukumNya yang baru. 
5. Perlakuan terhadap sesama.

Ternyata Yesus tetap menghargai Taurat versi yang benar. Matius 7:(12) “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Ayat ini tidak menjanjikan bahwa kita akan menerima perlakuan sama dengan perlakuan kita terhadap sesama. Ayat ini mengajarkan bagaimana kita memperlakukan orang lain. Patokan seperti ini sangat mudah dimengerti dan dipahami. 
Apabila anda tidak mau mengikuti Lima golden rules ini, sebagai orang percaya, anda tidak Akan kehilangan hidup kekal. Namun kehidupan Anda tidak akan dapat memuliakan Tuhan, tidak akan menjadi saksi Yesus yang baik, dan orang orang di sekitar Anda, tidak akan berbahagia karena Anda. Anda tidak akan menjadi garam dunia dan tidak berguna bagi kerajaan Sorga.  Saya tidak tau apakah itu penting bagi Anda, namun biasanya orang yang merasa dirinya tidak ada gunanya akan selalu merasa frustrasi. Di Matius 5:13b versi The Massage dikatakan “you’ve lost your usefulness and will end up in the garbage“. 
Kalau kita dengan rela mau melakukan 5 Golden rules diatas maka hidup kita akan bersuka cita, orang di sekitar kami akan ikut merasakan kebahagiaan, dan kami akan benar benar berfungsi sebagai garam dunia, terang dunia. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s