Orang percaya yang bukan murid, atau murid yang tidak percaya?

  
Kita biasanya tidak berpikir perbedaan antara menjadi murid Yesus dan menjadi pemercaya Yesus. Kita asumsikan seorang Kristen adalah seorang yang percaya pada Yesus dan juga murid Yesus. Namun apakah benar demikian? Dapatkan seseorang yang percaya pada Yesus tidak mau dimuridkan? Adakah murid Yesus yang tidak percaya padaNya?Mari kita renungkan bersama dan silahkan beri tanggapan yang membangun. 
MURID YANG BUKAN ORANG PERCAYA. Ada seorang teman yang sudah bertahun-tahun setia pelayanan di sebuah gereja. Dia biasanya menjadi usher dan kadang2 mengedarkan kantong persembahan. Kelihatannya dia juga banyak mengerti isi Alkitab dan ajaran gereja itu. Suatu hari ketika ngobrol, saya sempat menyeletuk “Kamu kan sudah selamat”, jawabnya membuat saya cukup terperanjat. Dia berkata “Ah, itu kan tulisan Alkitab. Ada yang berkata, yang disalib itu bukan Yesus.” Dia lanjutkan: “Dan Yesus bangkit itu tidak pernah terbukti, Semuanya itu belum tentu benar. ” Lalu saya bertanya, kenapa dia setia ke gereja dan mempelajari Alkitab, dia jawab dengan singkat “it is socially acceptable“. 

Itu adalah salah satu contoh yang cukup ekstrim. 

Sebelum dilanjutkan, kita perlu definisi kan arti “murid”. Kita bisa bayangkan murid adalah anak2 yang duduk di kelas, dan mendengarkan sang guru mengajar. Tetapi murid juga belajar dari guru cara melakukan sesuatu dengan melihat demonstrasi dan mencoba melakukan (apprenticeship). 
Tidak semua murid Yesus adalah orang percaya. Mungkin kita terganggu dengan judul diatas. Yudas jelas adalah murid Yesus. Dia berkata kepada murid-murid di Yohanes 6:64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Di Perikop itu, Yesus sedang mengajar, tentu Dia mengajar pada para murid. Ternyata tidak semua murid adalah orang percaya, termasuk Yudas. 

Bisa disimpulkan bahwa tidak semua murid adalah orang percaya. Ketika kita duduk di gereja, kemungkinan orang yang duduk di sebelah Anda bukan orang percaya yang masih perlu diyakinkan. Namun ternyata begitu banyak orang yang menyebut dirinya Kristen, sebenarnya tidak percaya kepada karya Yesus di kayu salib. Mereka lebih menggantungkan keselamatan mereka pada kemampuan diri untuk berbuat baik. Apakah orang yang lebih percaya atas kemampuan diri untuk menyelamatkan diri dan tidak mempercayakan keselamatan diri pada Yesus bisa disebut orang percaya? 


TIDAK SEMUA ORANG PERCAYA MAU JADI MURID. 

Seorang hamba Tuhan (almarhum) suka berkata bahwa untuk mendapat keselamatan, itu mudah dan gratis, tetapi untuk menjadi murid, membutuhkan seluruh hidupmu. Saya kurang menanggapi ucapan dia karena bagi saya itu agak aneh. Namun ternyata dia ada benarnya. Yesus berkata, kalau engkau percaya kepadaNya, kau mendapat hidup kekal, sungguh mudah. Namun Yesus juga berkata di Lukas 14:(26) “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. (27) Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. (28) Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? (29)Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, (30) sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. (31) Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? 

 (33) Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinyadari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku

Di satu sisi, Yesus menyatakan untuk mendapatkan hidup kekal, kita akan mendapatkannya dengan percaya saja. Orang banyak mengikuti Yesus karena mujijat yang sering dilakukanNya, kesembuhan yang menakjubkan, bahkan makan siang gratis. Yesus adalah sosok yang populer, dan kalau orang bisa bertemu dan ngobrol dengan Dia itu sangat keren. Kalau jaman sekarang orang banyak itu pada ajak Yesus ber selfie atau wefie. Kita semua suka dengan mujijat, kesembuhan, kemakmuran dan makan gratis. Itulah yang ditawarkan banyak Gereja dijaman sekarang. Namun di ayat2 di Lukas diatas, Yesus ingin mengakhiri ide seperti itu dan mulai berkata kata yang keras. Dia berbicara mengenai biaya yang harus dibayar untuk menjadi murid pengikut Dia. 

“Biaya” untuk menjadi murid Yesus waktu itu memang berbeda dengan sekarang. Di jaman Yesus dan gereja mula mula pada masa pemerintahan Romawi, menjadi murid bisa mengakibatkan aniaya yang luar biasa sampai bisa kehilangan nyawa. Yesus bahkan minta para calon murid untuk menghitung biaya yang harus ditanggung untuk mengikuti Dia ( membangun menara). Ternyata banyak perkataan2 Yesus yang dianggap terlalu keras, tidak sesuai dengan pengharapan akan mujijat, kesembuhan dan kemakmuran, sehingga banyak murid muridnya yang meninggalkan Dia. 

Biaya untuk menjadi murid berbeda tergantung pada jaman dan lokasi tempat tinggal kita. Di jaman hak asasi manusia, kalau kita tinggal di Indonesia, terutama di kota kota besar, tidaklah terlalu bahaya seperti di jaman abad pertama dibawah pemerintahan Romawi, atau mungkin di jaman sekarang kalau kita tinggal di negara yang menganiaya orang Kristen. Yang menyedihkan, banyak yang mau mengikut Yesus karena mujijat, kesembuhan dan kemakmuran seperti yang ditawarkan Gereja, semuanya penderitaan dan kesusahan sudah ditanggung Yesus, “it is finished” tetapi tidak mau menjadi murid. Semua kata kata instruksi diabaikan dan bahkan dianggap tidak perlu dilakukan karena sudah diampuni. Orang orang semacam ini menolak teguran dengan firman, membenci nasehat, mengabaikan ajaran sehat Yesus dan para rasul, dan bahkan menghindari institusi Gereja sebagai tempat untuk belajar menjadi murid. Saya percaya Yesus menginginkan kita semua mau menjadi murid. Itu bisa terlihat dari permintaan Yesus agar kita memuridkan seluruh bangsa, yang tentunya kitapun juga perlu jadi murid. 
  
Perenungan. 

– Kalau Anda sudah ke Gereja, bahkan pelayanan, coba renungkan, apakah Anda percaya pada Yesus yang telah melakukan segala sesuatu untuk menebus kita, sehingga kita SUDAH memperoleh hidup kekal? Atau Anda masih percaya perbuatan baik Andalah yang dapat menyelamatkan?  
– Kalau Anda sudah percaya akan penebusan Yesus, apakah Anda mau dan sanggup untuk menjadi pengikut dan dimuridkan Yesus melalui sarana yang ada? Sarana seperti Gereja lokal, persekutuan, teguran, nasehat, dan memperhatikan instruksi2 Yesus dan para rasul? 

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s