Civil War, perang doktrin.

 

image Film seri Captain America : civil War, dengan luar biasa meraup lebih dari 200 juta dolar di hari pertama. Kalau Anda pernah nonton film mengenai perbudakan di Amerika, tentu kita merasa sungguh tidak ber perikemanusiaan orang kulit putih di Amerika. Film mini seri The Root, beberapa dekade yang lalu, sangat bagus menggambarkan sistim perbudakan disana. Kalau Anda warga Amerika, Anda akan mengerti masa perang saudara antara pro perbudakan dan anti perbudakan adalah masa paling gelap di Amerika. Di thn 1861-1865 terjadi perang saudara yang mengerikan di Amerika. Hampir 1 juta meninggal gara gara perang yang didasarkan pada Alkitab, di negara yang dibentuk oleh orang orang Kristen. Perang antara negara2 bagian utara dan selatan, antara Union dan Confederacy. Ketika Abraham Lincoln menyatakan untuk menghentikan perbudakan, negara bagian yang pro perbudakan segera ingin membentuk negara sendiri dan mengangkat senjata melawan Utara.
Mengapa saya menulis mengenai perang saudara di Amerika yang sudah selesai ratusan tahun yang lalu? Karena ini adalah perang yang menarik untuk dipelajari. Kedua pihak mendasarkan posisinya dari Alkitab. Mereka merasa berperang demi kepentingan Tuhan. Sejak di perjanjian lama, jaman inkuisisi, perang 30 thn, perang Kappel, perang 3 kingdom (bukan samkok) antara Inggris, Skotlandia dan Irlandia, konflik Irlandia Utara, semuanya adalah perang berdasarkan nama Tuhan yang sedang mereka bela. Ini Kristen, bukan agama lain. Begitu sering umat manusia melakukan suatu kekejian dengan alasan Tuhan.

Sebetulnya kalau kita tau caranya, kita dapat menggunakan Alkitab untuk membenarkan segala macam tindakan kita.

Pihak selatan yang pro perbudakan menggunakan ayat2 dibawah ini untuk justifikasi posisi mereka.

Mazmur 123:(2) Lihat, seperti mata para hamba (slave/budak) laki-laki memandang kepada tangan tuannya,…

Efesus 6:(5) Hai hamba-hamba (slaves),  taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus

Kolose 3:(22) Hai hamba-hamba (slaves), taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan

Titus 2:(22) Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan

2 Petrus 2:(22) Hai hamba-hamba (slaves), taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan
Selain ayat2 diatas, kalau kita mempelajari berbagai perumpamaan Yesus, kita bisa dengan mudah menyimpulkan bahwa Yesus merestui perbudakan. Dengan demikian, para pro perbudakan berkata bahwa mereka membela firman Tuhan, sehingga dengan yakin mereka mau sampai mengorbankan jiwa raga untuk berdiri pada paham Alkitabiah yang mereka anggap benar.
Bagaimana dengan pemerintah Union? Apakah mereka tidak sadar bahwa mereka melawan paham yang Alkitabiah? Mereka juga membela paham mereka berdasarkan Alkitab. Ayat2 seperti sekarang tidak ada budak tidak ada orang bebas, adalah ayat andalan mereka untuk melawan perbudakan.
Mengapa saya menulis mengenai perang Alkitab itu? Mengapa sampai perang itu terjadi? Ternyata dibalik perjuangan Alkitabiah, itu adalah perang persaingan bisnis. Negara2 bagian selatan yang memiliki budak, dapat memproduksi kapas dengan harga yang sangat murah, sehingga mereka bisa menjual hasilnya ke Eropa dengan keuntungan yang besar. Para produsen Utara, yang telah menanamkan modal yang besar untuk industri kapas mereka, sehingga harga jual mereka mahal dan tidak bisa bersaing dengan Selatan.
Kedua belah pihak merasa benar karena yang mereka perjuangkan memang “Alkitabiah“. Kalau kita mau berpikir terbuka, “Alkitabiah” sebenarnya adalah kata yang sangat berbahaya. Orang akan merasa benar walaupun tindakannya salah karena label Alkitabiah. Begitu banyak diantara kita menggunakan Alkitab untuk justifikasi kelakuan atau ajaran kita, yang sebenarnya tidak sesuai dengan hati Tuhan. Sebagian besar perang yang berdasarkan Agama, sebenarnya adalah kepentingan ekonomi sang pembuat keputusan. Para pejuang adalah orang2 yang percaya apa yang mereka lakukan benar, padahal itu hanya memperjuangkan kepentingan orang atau kelompok tertentu.

image
Setelah bertahun-tahun mendengarkan khotbah di berbagai tempat, banyak isi khotbah itu sebenarnya pesan untuk kepentingan pembicara atau kelompok yang diwakilinya. Hampir semua tindakan kita bisa dibenarkan dengan label Alkitabiah. Namun sebagai orang percaya, sebaiknya kita tidak “menggunakan” Alkitab untuk membenarkan kesalahan kita, tetapi gunakan firman untuk mengajar, menyatakan kesalahan, dan memperbaiki kelakuan, dan bukan untuk senjata pembelaan diri. 

 

 

Baca 5 Golden rules



Kita perlu dapat “membaca” hukum yang tertulis didalam hati kita. Kita perlu melatih diri untuk mendengarkan nurani kita yang sudah diperbarui oleh Roh Kudus. Jangan pakai Alkitab untuk membenarkan tindakan kita.

4 Comments Add yours

  1. Donda says:

    Kita perlu dapat “membaca” hukum yang tertulis didalam hati kita. Kita perlu melatih diri untuk mendengarkan nurani kita yang sudah diperbarui oleh Roh Kudus. Jangan pakai Alkitab untuk membenarkan tindakan kita. JADI secara tidak langsung mengatakan alkitab salah dong ya?

    1. Supranatural says:

      Alkitab tidak salah, tetapi penggunaannya yang sering salah. Coba baca ini. https://karnakasihnya.wordpress.com/2016/01/31/924/

  2. Donda says:

    Dan apa sebenarnya Makna isi alkitab yg selalu mengatakan haii budak tunduklah kepada Tuanmu.

    1. Supranatural says:

      Secara konteks, Paulus memberi nasehat bagi para budak untuk tidak memberontak dan patuh pada tuannya. Waktu itu banyak budak yang jadi percaya pada Yesus. Jadi dia berharap agar menjadi Kristen tidak lantas membantah tuannya kerena sudah berTuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s