The Passion, dan maknanya bagi kita. 

  
Tidak terasa, sudah lebih dari satu dekade film Passion of the Christ diterbitkan oleh Mel Gibson. Berbagai pujian dari berbagai kalangan telah kita dengar semua. Ada seseorang non Kristen bertanya kepada saya, mengapa judulnya demikian. Saya jawab dengan ceroboh, bahwa memang Passion atau nafsu dari Yesus untuk menerima hukuman yang seharusnya kita terima, karena kasihnya yang luar biasa. Waktu itu saya tidak berpikir bahwa Passion adalah dari kata Latin Passio yang artinya penderitaan atau martir.
Semenjak saya menerima Yesus, ada satu pertanyaan yang mengganjal. Kalau Yesus memang menggantikan kita dengan menerima hukuman atas dosa kita, dan katanya kita orang berdosa akan dilemparkan ke neraka untuk menderita selamanya, mengapa Yesus tidak menggantikan kita di neraka selama-lamanya? Apakah benar teori bahwa Yesus telah menerima hukuman yang seharusnya untuk kita terima, kalau kita mau percaya dan menyembah Dia?

Yoh 1:18Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya
 

Yoh 14:9b Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Saya bayangkan Yesus adalah sosok yang baik dan penuh pengampunan, sedangkan Tuhan adalah pribadi yang pemarah, cemburuan, adil, dan suka melampiaskan emosinya kepada pendosa. Namun Injil Yohanes berkata tidak ada seorangpun pernah melihat Allah, Yesuslah yang menyatakannya. Yesus berkata, barangsiapa melihat Dia, telah melihat Bapa. Berarti kita bisa mengenal karakter, sifat, tabiat Allah bapa dengan cara melihat, atau bagi kita, membaca tentang Yesus dan apa yang diucapkanNya. 

TEORI PENEBUSAN.

Bagaimana seorang pendosa bisa diselamatkan? Ini pertanyaan yang cukup rumit, karena sebenarnya ada banyak teori penebusan (atonement theory) yang dipercayai umat Kristen. Namun dari sekian banyak, ada 3 pandangan yang bisa mewakili teori teori lainnya.

RANSOM THEORY. Ransom artinya adalah seperti tebusan didalam peristiwa penculikan, atau dalam beberapa kasus pertukaran prisoner. Dalam hal kekristenan, Yesus adalah RANSOM yang dibayarkan pada Iblis, sehingga kita bisa bebas dari rengutan dia didalam hidup yang sekarang dan yang akan datang.

SATISFACTION THEORY. Sekarang dikenal dengan istilah Penal Substitution Atonement (PSA). Allah yang adil harus menghukum setiap dosa kita. Tetapi DIA yang tidak menyayangkan anakNya sendiri, kemarahan dan murkaNya dilampiaskan pada Yesus, sehingga kita bebas dari hukuman Dia yang adil. Karena kasih, Yesus menyediakan dirinya untuk menggantikan kita dari amukan Bapa. Walaupun Allah adalah kasih, tetapi karena kewajiban legalitas, maka Dia bertanggung jawab untuk melaksanakan keadilan. Paham ini diperkenalkan oleh  Anselm of Canterbury  di tahun 1076 dan kemudian menjadi populer di era reformasi, dan kemudian juga diadopsi oleh Gereja Katolik.

CLASSIC THEORY. Sekarang banyak yang menggunakan istilah Christus Victor, suatu paham yang dianut oleh para bapa gereja seperti antara lain Irenaeus Origen of Alexandria, dan Augustine of Hippo, dan sampai sekarang masih menjadi paham dari Gereja Orthodox. Teori ini mengatakan kematian Yesus bukan untuk kewajiban Bapa melampiaskan kemarahanNya dengan menghukum Yesus, tetapi menunjukkan kemenangan Kristus untuk menghancurkan kuasa Iblis, dosa dan maut, yang ditandai oleh kebangkitanNya. 

1 Kor 15: (55) Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”(56) Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. (57) Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita 

Kebanyakan orang Kristen tidak terlalu menyadari perbedaan ini. Biasanya percaya bagian bagian dari 3 teori itu tergantung situasi dan kondisi. Ada yang berpendapat ketiganya benar, namun kalau kita perhatikan, paham paham itu berbeda, dan sulit masuk akal kalau semuanya benar. Memang dari ke3 teori itu semuanya memiliki dasar Alkitab di ayat2 yang tersebar. Saya tidak akan meminta para pembaca untuk memilih  teori kesukaan saya dari ketiga itu, tetapi silahkan mengambil kesimpulan dari beberapa hal dibawah.

  • Ketika Yesus bertemu dengan wanita dipinggir sumur, Dia menawarkan minum air yang akan membuat dia tidak akan haus lagi, yang tentu berbicara mengenai keselamatan, tanpa syarat harus ada korban.
  • Wanita yang kedapatan berjinah, orang yang lumpuh dan beberapa lagi, tidak dihukum Yesus, diampuni, tanpa adanya pencurahan darah Yesus. 
  • Pada perumpamaan anak hilang, ketika dia kembali, sang Bapa tidak harus melampiaskan kemarahannya ke anaknya yang lain atau hambanya yg lain. Dia menerima anak itu dengan kasih dan kerinduan yang luar biasa. 
  • Yesus mengajarkan agar murid2 nya mengampuni bahkan tujuh kali tuju puluh kali. Yesus mengajarkan untuk mengampuni senantiasa, tanpa syarat, tanpa pengorbanan. Apakah Bapa tidak akan melakukan hal yang sama?

– Hosea 6:Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.

  • Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. (1 Yoh 3:8b)

Dari ketiga teori penebusan itu, yang mana yang sekiranya sesuai dengan paham Anda?

Kalau Anda merasa setan memiliki hak atas hidup kita, dan Tuhan karena harus tunduk pada tuntutan Iblis, harus memberikan Yesus sebagai bayaran penebusan, maka mungkin Anda lebih cocok untuk mempercayai RANSOM TEORI. 

Kalau bagi Anda, Bapa adala sosok yang adil yang harus menghukum semua kesalahan kita, pribadi pembalas dendam, pemarah sehingga perlu melampiaskan emosinya pada Yesus agar kita tidak perlu ditimpa kemarahanNya yang Kudus, maka Penal Substituonary Atonement adalah untuk Anda. 

Kalau Anda memandang Tuhan yang penuh pengampunan, seperti Yesus yang mengampuni tanpa syarat, mau berkumpul dengan para pendosa. Tuhan yang melakukan apa yang dia ajarkan, yang mengampuni bahkan orang yang memusuhi dan menyalibkan Dia, Tuhan yang menang atas Iblis, Tuhan yang tidak perlu tunduk pada setan, Tuhan yang tidak perlu tunduk pada dewi keadilan, maka sekiranya paham CHRISTUS VICTOR yang sesuai dengan paham Anda. 
Kata penutup.

Apapun teori yang kita percayai, tentu tidak akan mengubah kasih Tuhan pada kita, dan kasih kita terhadap Tuhan. Namun itu akan mempengaruhi cara kita berhubungan dengan saudara kita. Kita akan memperlakukan saudara kita seperti bayangan kita akan perlakuan Tuhan pada kita. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s