Tiga C dalam Injil Sepenuh

 

““Be wary of false preachers who smile a lot, dripping with practiced sincerity. Chances are they are out to rip you off some way or other. Don’t be impressed with CHARISMA; look for CHARACTER. Who preachers are is the main thing, not what they say. A genuine leader will never exploit your emotions or your pocketbook. These diseased trees with their bad apples are going to be chopped down and burned.”‭‭Matthew‬ ‭7:15-20‬ ‭MSG‬‬

ALKITAB versi the Message menterjemahkan dengan bagus. Mari kita bahas satu kalimat ini, DON’t BE IMPRESSED WITH CHARISMA; LOOK FOR CHARACTER. Saya lihat di kalimat ini, bahwa Charisma bukan tidak penting, tetapi hendaknya kita lebih mencari  Character daripada Charisma.

CHARISMA atau karunia bisa bermacam macam. Bisa sebagai bakat alamiah, seperti bermain musik, karunia melayani, karunia berbicara didepan publik, karunia mengajar dan sebagainya. Tetapi ada juga yang berbentuk karunia supranatural, seperti karunia bernubuat, berbahasa roh, membuat mujijat dan masih banyak. Kedua jenis karunia itu seharusnya kita terima dengan sikap bahwa karunia itu untuk kepentingan orang lain (1 kor 12:7).  Namun ada satu karunia yang diberikan untuk kepentingan diri kita sendiri, yaitu karunia keselamatan. Seberapa buruknya perangai kita, kelakuan dan sikap kita, ketika kita percaya pada Yesus, maka kita menerima karunia keselamatan yang seharusnya tidak layak kita terima itu. 

Kita semua gembira dan bersuka cita menerima berbagai karunia itu. Kita bergembira karena Charis atau karunia itu, berpesta, berkhotbah, menulis, berapologetika, merayakan dan celebrate, dan merayakan dan celebrate kasih karunia yang kita terima, sampai kita melupakan apa yang harusnya kita cari. KARAKTER. 

CHARACTER. Berbeda dengan Charisma atau karunia yang kita terima, karakter perlu kita bangun. Perlu kita kerjakan. Ada yang pakai istilah sanctification seumur hidup, berusaha sempurna karena Tuhan sempurna, proses, seperti Kristus  dan apapun istilahnya, tetapi tujuan akhir adalah mengubah diri dari karakter kurang baik, dengan pertolongan Roh Kudus, menjadi manusia yang berkarakter lebih terpuji. Banyak yang karena terlalu berfokus pada Charis, lalu melupakan membangun karakter. 

Choose to be good and kind and tolerant regardless of the situation or who’s involved, because life is more a matter of developing character than of dishing out just rewards.”  R Goodrich

You cannot dream yourself into a character; you must hammer and forge yourself one. Henry David Thoreau

Character is what you think in the dark. Dwight L. Moody

Character is perfectly educated will. Novalis

KAIZEN. Kalau kita membeli produk made in Japan, biasanya kita merasa aman karena kualitas yang bagus tidak gampang rusak, walaupun harga bisa lebih murah daripada produk Jerman. Ini dihasilkan karena falsafah KAIZEN yang diterapkan di managemen industri mereka. KAIZEN berpendapat bahwa semua proses dalam perusahaan bisa diperbaiki, baik itu mengenai efisiensi, kecepatan kerja, atau mutu barang itu sendiri. Tidak ada yang tidak dapat diperbaiki, sehingga proses yang sudah bagus, masih dicari ruang untuk perbaikan. Demikian juga dengan karakter kita. Mungkin Anda sudah memiliki karakter yang baik, misalnya suka menolong orang. Walaupun Anda sudah lebih baik dari orang lain, pasti Anda masih punya ruang untuk memperbaiki diri. Misalnya kalau dulu suka menolong orang miskin dengan memberi yang, laku di perbaiki lagi dengan melatih orang untuk sanggup bekerja sendiri. Kalau kita merasa sudah sempurna, maka karakter kita sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Orang yang berusaha memperbaiki diri tidak berarti menyia nyiakan apa yang Yesus sudah lakukan bagi kita, tetapi justru lebih memuliakan nama Yesus. 

Baca artikel terbaru Focus.

CALLING. ATAU PANGGILAN. Ada satu C lagi yang perlu kita perhatikan. Semua dari kita punya panggilan. Panggilan bukan berarti menjadi pendeta. Ada panggilan yang umum bagi semua ciptaan Tuhan, ada panggilan khusus.  Panggilan umum adalah seperti ayat ini.

Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Pekerjaan Yesus yang sudah diselesaikan diatas kayu salib perlu kita rayakan. Ketika kita mengambil bagian dari perjamuan suci, kita memperingati dan merayakan kemenangan Yesus dalam menyelesaikan tugasnya, untuk menghapus dan mengampuni dosa kita selama lamanya.  Namun perayaan atau peringatan itu tidak perlu dilakukan 24 /7 dan melupakan panggilan kita. Tidak ada satupun dari kita yang dipanggil hanya untuk merayakan kemenangan. Tugas dan panggilan kita, adalah untuk melakukan pekerjaan baik, yang sudah disediakan Tuhan untuk kita lakukan. Paulus berkata agar kita hidup didalam panggilan itu, bukan hidup didalam perayaan terus menerus. Kalau kita mau memahami Injil Sepenuh, maka kita perlu memperhatikan panggilan kita, sebuah panggilan untuk semua orang percaya.

Selain panggilan umum, masing2 kita memiliki panggilan khusus bagi kita. Mungkin pekerjaan kita, sebagai Dokter, pengusaha, karyawan atau menggembalakan sebuah jemaat. Tapi juga apa yang kita lakukan dalam melayani. Bisa sebagai usher, memberi makan orang miskin, atau apapun. Salah satu cara untuk mengenali panggilan adalah perasaan tidak nyaman melihat sesuatu yang tidak benar. Ada orang yang sangat terganggu hatinya melihat ketidak adil An, maka kemungkinan orang itu memiliki panggilan sebagai aktivis hak asasi manusia. Ada yang sangat terganggu melihat kemiskinan, mungkin orang ini terpanggil untuk melakukan kegiatan pengentasan kemiskinan. Seorang teman sangat terganggu melihat para korban narkoba. Dia lalu meninggalkan pekerjaannya sebagai eksekutif yang sangat dihormati menjual hartanya, dan membeli sebidang tanah di pedesaan untuk membangun sebuah rumah rehabilitasi bagi para pecandu narkoba. Ketergangguan kita kalau itu dari Tuhan disebut Holy Discontent, atau ketidak puasan Kudus.

Kita tidak hanya bersuka dengan  Charisma, atau kasih karunia, tetapi kita perlu membamgun CHARACTER kita, dan berjalan didalam CALLING atau panggilan kita. Itulah tiga C dari Injil sepenuh. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s