Rasa keadilan dan justification.

image

Waktu saya kecil, kami, saya dan saudara2, memiliki suatu aturan demi keadilan. Siapa yang mulai memukul, satu kali, layak menerima pembalasan dua kali lipat. Kami cukup sering bertengkar. Kadang saya, kadang kakak saya yang memulai menganggu satu dan lainnya. Tetapi kami bisa cepat menyelesaikan pertikaian, dengan aplikasi hukum diantara kami. Membalas pukulan dua kali lipat adalah keadilan bagi kami.

Setiap dari kita, setelah menginjak dewasa, memiliki sense of justice sendiri sendiri, sesuai dengan lingkungan kita, dan bagaimana kita dibesarkan. Ketika kita mendengar ada gadis remaja, bernama Yuyun, diperkosa ber ramai2 oleh 12 orang, dan akhirnya gadis itu mati dan dibuang ke jurang, rasa tidak terima muncul diantara pembaca berita. Kita semua marah mendengar berita itu. Ada yang berkata, hukuman yang setimpal adalah hukuman mati, penjara seumur hidup, dikebiri, dipotong penisnya, dan berbagai hukuman untuk memuaskan rasa keadilan kita semua. Persepsi kita akan apa hukuman yang adil, berbeda beda.

“Tuhan itu adil!” Dan semua dari kita setuju bahwa Tuhan selalu adil, dan paling adil. Namun bagaimana kita memandang keadilan Tuhan? Kasus Yuyun saja, kita memiliki pendapat yang berbeda akan hukuman yang pantas, lalu bagaimana kita tau keadilan Tuhan seperti apa? Apakah keadilan Tuhan mirip dengan keadilan saya waktu kecil, pembalasan dua kali lipat? Atau seperti keadilan di timur tengah, dengan cara mencambuk atau memotong jari, atau seperti reaksi kita ketika mendengar penderitaan Yuyun? Kita beruntung, ada Alkitab dimana kita bisa mengenal keadilan versi Tuhan.

Yesaya 1:(17) belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
Zakaria 7:(9) “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!
Yesaya 13:18) Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!
Mat 12:(20) Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.

Keadilan Tuhan di perjanjian baru dan perjanjian lama adalah sama. Kita bisa belajar dari sini bahwa keadilan Tuhan adalah
1. Membela hak asasi manusia dan melepaskan orang yang diinjak injak haknya.
2. Hukum adalah kesetiaan dan kasih sayang (Compassion)
3. Keadilan adalah menunjukkan kasih sayang
4. Keadilan adalah tidak membiarkan yang sudah terkulai, namun memulihkan.

Masih banyak bagian bagian dari Alkitab, yang menunjukkan bahwa keadilan Tuhan, adalah bukan membalas perbuatan dengan setimpal, namun memulihkan seseorang menjadi apa yang seharusnya, yaitu menjadi pelaku perbuatan baik dengan penuh belas kasian seperti halnya Yesus. Memperbaiki menjadi yang seharusnya. Setting things right. Orang yang hidup didalam dosa, merusak hidupnya sendiri, keluarganya, pasangannya dan orang2 di sekitarnya. Dosa adalah seperti lingkaran jahat yang sangat sulit untuk kita dapat keluar. Pengampunan adalah hal biasa bagi Tuhan. Sejak di perjanjian lama Tuhan sering menunjukkan belas kasian dan pengampunan dengan atau tanpa korban sembelihan. Yesus, sebelum Dia di salib, juga dengan mudahnya mengampuni beberapa orang yang bertemu dengan Dia. Yesus juga mengajar para murid untuk mengampuni tujuh kali tuju puluh, tanpa harus mencari korban lainnya.

Yang dilakukan Yesus bagi kita, bukan sekedar untuk dapat mengampuni kita, dan menganggap kita benar, tetapi Dia mau kita dibebaskan dari Maut, melepaskan kita dari lingkaran dosa yang membelenggu kita, dan melalui Roh Kudus, memulihkan kita menjadi orang orang yang bisa hidup lebih dari pemenang.

Menghukum orang yang tidak melakukan tindak pidana, sebagai ganti seorang kriminal, adalah kejahatan, ketidak adilan, dan kesalahan besar. Menganggap Yesus sudah memuaskan kegeraman Allah pada kita, dengan dia menjadi korban, tidaklah sesuai dengan sifat keadilan Tuhan yang selalu menginginkan belas kasian dan pemulihan. Berfokus pada pengampunan yang sudah kita terima adalah langkah awal. Tuhan -dan sebaiknya kita- melihat dosa sebagai hal yang serius, sehingga Yesus mau mati agar bisa menghancurkan kuasa dosa.

Dari Kata JUST (adil) dipakai untuk istilah JUSTIFICATION; JUSTIFIED, yang artinya dibenarkan, atau dianggap tidak bersalah, bukan hukuman yang setimpal.

Kita tau, bahwa kita sudah diampuni, beritakan kabar baik ini. Kita tau kita sudah diperhitungkan sebagai orang benar, beritakanlah kabar baik ini. Kita tau kuasa dosa sudah dihancurkan, beritakanlah kabar baik ini. Kita tau Tuhan sedang memulihkan kita menjadi sebagaimana kita seharusnya, mari kita berpartisipasi dengan kehendak bebas yang kita miliki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s