Lompatan Iman 


Leap of Faith 1992 adalah film yang diperankan dengan bagus sekali oleh Steve Martin. Dia berperan sebagai con-artist yang menipu sebagai penyembuh iman (faith healer). Dengan berbagai trik dan tipuan, dia berhasil memperdaya pengunjung dengan pertunjukkan mujijat yang kelihatannya bisa dipercaya. Film ini diakhiri dengan mujijat yang sesungguhnya, dimana seorang remaja pria mendapat kesembuhan dari Tuhan dengan cara yang berbeda dari yang sering dilakukan di kasus penipuan itu.
Kita, yang berasal dari gereja Pentakosta dan terutama Karismatik di Indonesia, mungkin tidak terlalu mengenal istilah WORD OF FAITH MOVEMENT, atau gerakan kata Iman. Namun sebenarnya WOF ini adalah intisari dari gerakan karismatik yang berkembang pesat mulai akhir abad yang lalu. Kita di Indonesia memang kurang mengenal istilah ini, namun sebenarnya kita sudah mempraktekkan ajaran ini, dengan berbagai kesaksian menjadi alat yang ampuh untuk penginjilan. Berkat gerakan WOF, kekristenan berkembang luar biasa, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Berbagai gereja baru bermunculan demikian banyak, kekristenan menjadi menarik, dibicarakan, dan berkembang.

Baca artikel lainnya yang menarik, Kisah cinta Hosea, Focus, Kehilangan Yesus.

Walaupun kita mengakui pengaruh luar biasa yang membuat pelebaran kerajaan Surga begitu pesat, kita juga perlu meneliti apakah ini adalah ajaran sehat yang sama dengan ajaran Alkitab. Inti dari ajaran ini adalah bahwa kita bisa melatih diri untuk memiliki kekuatan Iman atau Force of Faith. Dengan Force of faith, kita dapat membuat apa yang sepertinya dijanjikan Alkitab (mis: kesehatan dan kekayaan) terjadi. Terjadinya suatu mujijat tidak lagi bergantung pada kedaulatan Tuhan, tetapi tergantung seberapa yakin kita akan terjadinya keinginan kita, dengan menggunakan ucapan dan keyakinan. Tuhan menjadi sosok eksekutor yang tunduk dibawah Iman kita. Kenneth Hagin pernah bersaksi bahwa selama dia menggembalakan sebuah gereja, tidak ada satupun jemaatnya yang mati, karena Hagin tidak memberi ijin Tuhan untuk mengambil nyawa jemaatnya.

Asal mula Word of faith movement ini dimulai oleh seorang hamba Tuhan bernama E. W. Kenyon. Sama seperti Mary Baker Edy, pendiri Christian Science, Kenyon belajar dari Phineas Quimby yang mengajarkan positif confession, metafisik, mind science, power of mind, (kau ucapan, kau mendapatkan), dan kemudian di kombinasikan dengan ajaran Pentakosta, dan menjadikan perpaduan antara kekristenan ortodox dengan mistik. Lalu Kenneth Hagin yang belajar dari Kenyon mempopulerkan ajaran ini, seperti apa yang kita ketahui saat ini. Mereka mengajarkan bahwa Tuhan menciptakan Adam seperti gambarNya, sehingga Adam juga memiliki kemampuan menciptakan dengan ucapannya seperti Tuhan sendiri. Namun ketika dia melanggar, maka setan mengambil kemampuan itu, setelah Adam kedua, kemampuan menciptakan dengan ucapan dipulihkan sehingga sekarang kita, dengan keyakinan yang penuh (syarat: tidak boleh ada kesangsian) dapat   mendapatkan apapun yang kita ucapkan. Kalau perlu di ulang ulang seperti piringan hitam rusak. Saya jadi teringat pengalaman traumatis waktu kecil, di pasar dekat rumah saya. Ada orang gila telanjang bulat mendekati saya sambil tersenyum dan berkata berulang ulang “aku wong sugih; aku wong sugih; aku wong sugih”yang berarti, aku orang kaya. Saya ketakutan dan berlari pulang ke rumah dengan napas yang ter-engah2.

Beberapa fakta mengenai berbagai tokoh WOF ( WOF bukan WOLF). Karakter gaya, dan penipuan.

William Branham, tokoh cult yang mengaku dirinya adalah Elia di akhir jaman, yang terkenal dengan ajaran iman yang kacau, anti doktrin Trinitas disanjung oleh tokoh tokoh iman seperti Kenneth Hagin, Kenneth Copeland dan Benny Hinn.

Oral Robert berkata bahwa Tuhan akan memberi dia cara menyembuhkan penyakit kanker kalau dia mau membangun gedung 20 tingkat untuk Tuhan. Setelah berhasil mengumpulkan uang dari partners nya dengan janji Tuhan akan membuat para pemberi menjadi kaya raya, gedung itu akhirnya selesai, tidak pernah dipakai untuk menyembuhkan kanker, dan dijual ke investor.

Benny Hinn yang mendapatkan urapannya dari kuburan Kathryn Kuhlman, diperintah Tuhan untuk membeli Jet Pribadi, dan nama2 penyumbang besar akan ditulis di tembok depan pesawatnya, dan Hinn bisa mendoakan nama nama itu kalau dia sedang terbang.

Kenneth Hagin, telah beberapa kali mengunjungi sorga dan neraka, mengalami Out of Body seperti new age. Waktu berkotbah, Tuhan membawa dia mundur beberapa waktu, dan duduk didalam mobil bersama seorang wanita yang menjadi anggota gerejanya yang berjinah dengan seseorang. Lalu dia kembali lagi dan melanjutkan khotbahnya.

John Avanzini. Berbeda dengan Benny Hinn yang memiliki urapan kesembuhan, maka brother John memiliki karunia kesembuhan kemiskinan. Dia mengajar bahwa setiap 4 ayat di alkitab berbicara mengenai uang. “Yang lebih besar dari Lotere telah datang, namanya Yesus”, kata dia. Terkenal dengan ajaran harta orang fasik mengalir ke orang benar, dia mampu membuat pendengar memberi uang sebanyak banyaknya, dan bila diperlukan dengan janji iman, untuk mendapatkan 100 kali lipat.

Paul Yongi Cho, Marylin Hickey, Morris Cerullo, dan tentunya banyak tokoh cukup terkenal dari Indonesia yang mengajarkan apa yang tidak diajarkan di Alkitab. Semuanya berdasarkan kekuatan pikiran, kekuatan iman, kekuatan ucapan.

Tujuan membeberkan kelakuan beberapa tokoh WOF ini bukan untuk mendeskreditkan mereka, namun menunjukkan bahwa gerakan ini memiliki potensi menciptakan manusia2 superfisial yang memiliki status lebih tinggi dari orang biasa, memiliki kesaktian luar biasa, dan punya hak yang lebih dari kita.
Bahaya dari WOF .

  1. Iman beralih dari iman pada Yesus menjadi Iman pada keyakinan; iman pada ucapan.
  2. Iman juga bergeser pada percaya berkelebihan pada ajaran yang menyimpang
  3. Berfokus pada apa yang bisa aku dapatkan. Tuhan dianggap sebagai eksekutor.
  4. Mencari cari kesalahan, apabila keinginan yang diyakini tidak terjadi.
  5. Apabila tidak berhasil mendapatkan, Tuhan dianggap bohong
  6. Menguras keuangan karena menginginkan pelipat gandaan uang yang diberikan
  7. Kecewa dan akhirnya meninggalkan Tuhan.

Kalau kita ingin mempelajari bagaimana iman yang sebenarnya, kita perlu mencari di Alkitab, bukan dari kesaksian kesaksian dan para pengajar WOF. Kitab Ibrani bab 9 menjelaskan para pahlawan iman yang luar biasa dan patut dikagumi. Namun bab itu diakhiri dengan ayat (39) Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. (40) Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan. 

Ternyata para pahlawan iman itu bukan orang yang mendapatkan semua yang diimani, mereka semua justru tidak mendapatkan yang dijanjikan, tetapi mereka dipuji iman mereka, yang kalau menurut para pengajar WOF, seharusnya iman akan membuat Tuhan mengabulkan apa yang kita minta.

Iman yang terpuji. Kalau kita ingin belajar memiliki iman yang tertinggi, maka tidak ada lagi yang lebih tinggi tingkatan iman, dari pada jenis iman yang dipuji Yesus. Wanita sirofenesia dan seorang tentara Romawi. Kedua orang ini tidak menyembuhkan dan mengusir setan dalam nama Yesus, tetapi mereka sungguh percaya pada kemampuan Yesus. Kedua orang ini mengakui akan besarnya otoritas Yesus. Mereka tidak merasa diberi otoritas seperti halnya para penganut WOF, tetapi mereka sangat bergantung pada otoritas Yesus. Mereka sama sekali tidak memerintah Yesus untuk melakukan apa yang mereka mau, tetapi mereka berbicara dengan mau merendahkan diri, dengan “memohon” bukan menggunakan namaNya.

Para penganut WOF akan menertawakan jenis iman yang dimiliki teman teman Daniel; Sadrakh Mesakh dan Abednego yang sepertinya tidak yakin bahwa Tuhan akan melepaskan mereka dari dapur api yang begitu panas. … “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”…

Pencapaian dari iman yang benar bukanlah menerima apa yang kita mau, tetapi keberserahan pada kehendak Tuhan yang baik.

Kalau Anda ingin memiliki lompatan iman ke level iman yang lebih tinggi, jangan belajar dari para pembicara WOF, tetapi belajarlah dari perempuan sirofenesia, tentara Romawi itu, para pahlawan Iman di kitab Ibrani, Sadrakh Mesakh dan Abednego, dan nabi Habakuk yang berkata di fasal 3 ..” Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

SEKALIPUN — NAMUN. 

Iman yang tertinggi adalah iman Sekalipun – Namun.

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s