Tuhan ingin Anda HAPPY atau hidup kudus?


Beberapa berkata kedua duanya. Allah menghendaki kita hidup Kudus, dia juga menghendaki kita berbahagia. Namun ada yang berkata, tidak keduanya, Allah menghendaki kita bisa jadi anak Allah. Bahkan sebagian berkata Allah mau kita menderita bagi Dia, dan menderita bagi Dia itu adalah kebahagiaan yang lebih sempurna. Maka ada yang memilih hidup di monastery sebagai monks, ada yang menyiksa diri dengan mogok makan, atau tidak mau makanan yang enak. Kalau disuguhi makanan yang enak, maka di tambahi garam dan gula yang banyak sehingga tidak enak. Di India terkenal dengan orang yang duduk diatas paku, untuk menyiksa diri dan mematikan daging. Rupanya menyiksa diri bagi Tuhan juga sudah merasuk di dunia kekristenan dan disamakan dengan menyangkal diri untuk dapat mengikut Tuhan. Ketika saya bertanya pada orang orang yang mengharuskan kita menyangkal diri, bagaimana caranya? Jawaban mereka bermacam macam, tetapi yang paling menarik adalah, kita harus menghindari semua yang enak,  semua yang kita suka, semua yang memberi kenikmatan. Self sacrifice ini sungguh kedengaran gagah, heroic, dan rohani. Suatu hari ketika saya duduk di Gereja, ditempat yang terbaik, cukup depan, ditengah, tidak tersembur AC, tapi sejuk, jarak pandang ke mimbar, sungguh pas, tidak harus menengadah sehingga leher sakit, tetapi cukup dekat sehingga bisa melihat dengan detail. Secara umum saya adalah orang yang relatif cukup egois. Tapi sudah menjadi kesukaan, dan bahkan suatu kenikmatan, untuk mempersilahkan orang yang baru mencari tempat duduk, menempati kursi saya, dan saya pindah ke tempat yang tidak terlalu nyaman. Pagi itu, tidak seperi biasa, saya tidak memberikan tempat duduk saya yang begitu nyaman, setelah mengingat ajaran bahwa kita jangan melakukan sesuatu yang kita suka. Saya suka memberi tempat duduk yang nyaman, tetapi saya tidak mau lakukan, karena harus menyangkal diri.
Orang suka membagi bagi jenis kebahagiaan. Bahagia berbeda dengan senang, berbeda dengan suka cita, berbeda dengan kenikmatan, dan sebagainya. Mungkin ada benarnya, namun mari kita satukan saja semuanya itu dengan kata “Happy“. Orang bisa Happy bermacam macam, ada yang mudah Happy, ada yang sulit. Pertanyaannya, apakah Tuhan, kalau harus memilih, kalau tidak bisa berjalan bersama, apakah Dia lebih suka kita tidak Happy, tetapi hidup Kudus, atau lebih suka kita Happy walaupun tidak bisa hidup sesuai dengan standar kekudusan Dia. Kalau kita pelajari ide sentral dari Alkitab, sebenarnya Tuhan lebih suka membuat kita Happy diatas segalanya. Di perjanjian lama orang Israel disuruh memilih berkat, agar Happy. Semua aturan aturan Taurat, sebenarnya dilatar belakangi untuk kebaikan kita, bukan agar mereka sedih untuk kesukaan Tuhan. Yesus mau berkorban dengan begitu menderita bagi kita, agar kita Happy akhirnya di sorga. Semua ajaran para rasul, tujuan akhirnya adalah happiness dari pengikutnya, termasuk hidup Kudus, memberi, bahkan berkorban, yang akhirnya kita akan menuai Happiness. Happiness tidak hanya untuk nanti setelah kita mati, tetapi Tuhan mau kita Happy sekarang. Mengerti bahwa Tuhan mau kita Happy, adalah suatu Happiness yang luar biasa. Di surga tidak ada ratap tangis dan duka cita. Yesus mengajak kita berdoa agar Kerajaan Sorga datang, yang menunjukkan bahwa Dia tidak ingin kita menderita dan berduka. Ada ratusan ayat yang menunjukkan bahwa Dia ingin kita diberkati.

Baca juga Lompatan Iman, artikel menarik FOKUS

Apa arti bertahan sampai selamat. 

Cara2 agar kita Happy tanpa melanggar kekudusan. Kadang kadang kita membayangkan hidup Kudus itu sangat membosankan dan menyedihkan. Tetapi sebenarnya ada berbagai petunjuk agar kita dapat hidup lebih Happy selama masih di dunia ini. Happy tanpa meninggalkan kekudusan. Banyak sekali tulisan bagaimana hidup berbahagia, dan banyak yang bagus. Khusus untuk orang Kristen, ada beberapa tips untuk menambah happiness Anda.

KEPO GANTI MENGHAKIMI.  Kita Mungkin sudah terbiasa menghakimi orang yang berbeda dengan kita. Namun sebenarnya mereka berbeda dengan kita, karena memiliki latar belakang yang berbeda. Mungkin dosa mereka berbeda dengan dosa kita. Mungkin dosa kita lebih bisa diterima secara sosial sedangkan orang lain dosanya lebih sulit diterima oleh masyarakat. Ganti lah penghakiman dengan KEPO (slang untuk rasa ingin tau atau kay po) Ada seorang ibu Kristen terpaksa duduk berdampingan dengan seorang wanita yang lengannya penuh tattoo. Suatu perjalanan cukup jauh didalam bis. Karena merasa terganggu, dia berusaha mencari kursi lain, tetapi ternyata penuh semua. Di perjalanan ibu ini, mulai tertarik dengan gambar yang artistik di lengan wanita sebelahnya. Dia mulai bertanya apa arti gambar itu. Ternyata wanita ini sangat bersahabat. Lalu diantara mereka terjalin percakapan yang cukup mengasyikkan. Wanita bertato ini ternyata sangat baik, siap membantu dan memiliki kehidupan yang menarik. Ternyata mereka berdua memiliki banyak persamaan sehingga dapat berteman. Keduanya sama sama ingin mencari happiness; sama sama pernah kesepian; sama sama pernah kecewa berat; sama sama sedang mencari kehidupan yang lebih baik. Akhirnya mereka tetap berteman dan saling membantu.


TONTON FILM SEKULER, JANGAN FILM KRISTEN. Saya termasuk suka menonton film Kristen, dan tidak ada satupun yang membuat saya menjadi lebih Happy, walaupun untuk sesaat. Hampir semua membuat saya lebih frustrasi. Gereja saya merekomendasikan film berjudul “War Room“. Sebuah film yang sepertinya mengajarkan bahwa kita bisa mengatur dunia dari dalam lemari pakaian. Film ini membuat saya sedih karena saya dan hampir semua teman saya, tidak ada yang mampu mengubah dunia dari lemari pakaian. “Heaven is for Real” film laris yang dibuat dengan budget rendah, seharusnya menarik karena didasarkan true story. Seorang anak mengalami near death experience, bertemu dengan Yesus dan melihat sorga. Saya pikir alur ceritanya lumayan. Setelah selesai nonton, saya cek di internet, ternyata anak itu bohong, disuruh bohong oleh orang tuanya yang pendeta, dan sekarang ayah ibunya sudah cerai. Ini sama sekali tidak membawa happiness bagi saya. Exodus dan Noah yang seharusnya berdasarkan Alkitab, membuat saya sedih dan galau, karena tidak sesuai dengan apa yang tertulis di Alkitab. Yang paling membuat frustrasi dari semua film Kristen adalah seri LEFT BEHIND. Lebih menyedihkan, film ini di rekomendasikan oleh sekolah sekolah Kristen dan gereja gereja. Katanya film ini dibuat berdasarkan apa yang pasti akan terjadi menurut Alkitab. Dan itu membuat kita sedih yang sangat mendalam. Film yang harus dihindari karena ini adalah cerita fiksi yang disajikan sebagai kebenaran. Nonton Marvel, seperti Spiderman, Star wars, comedy2 jauh lebih bagus daripada film Kristen.


Stop memberi karena terpaksa, tertekan, takut kutuk. Memberi dengan alasan itu sangat menyedihkan dan tidak membuat kita Happy. Kita menolong atau memberi harus dengan sukacita. Jangan takut dibilang pelit. Penerima model intimidasi seperti ini tempatnya jauh lebih rendah dari orang pelit. Memberi dengan tujuan menolong orang atau organisasi yang membutuhkan, itu membuat kita Happy. Apalagi kalau kita dapat melihat hasil dari pemberian kita. Hindari memberi organisasi yang berkata pemberian kita itu dipakai untuk apa, bukan urusan kita, karena itu menyedihkan. Tetapi memberi dan mengerti bahwa pemberian kita digunakan untuk keperluan yang baik, membuat kita Happy.


Berhenti ke gereja gaya Mahkamah Agung. Saya pernah berkunjung ke sebuah gereja di kota Sydney. Untuk bisa masuk tidak boleh terlambat. Begitu jam kebaktian mulai, pintu dikunci, tidak boleh masuk, tidak boleh keluar. Didalam suasana sungguh dingin mencekam, Walaupun dimulai dengan musik upbeat lalu dilanjut dengan pendeta yang marah marah tanpa sebab yang nyata. Setelah selesai, semua kelihatan bernapas lega. Kami bersalam salaman, saya merasakan tangan mereka dingin sekali. Ada gereja yang seperti pengadilan di Mahkamah Agung yang mencekam. Mungkin lebih menyedihkan karena di gereja tidak ada pembela, terdakwa dilarang berbicara, dan sang pendeta satu arah melancarkan dakwaan sekaligus menghakimi dan memutuskan hukuman yang dicari dari berbagai ayat. Sentral dari khotbah2 adalah kamu kurang kudus, kurang memberi, kurang sering kebaktian, kurang pelayanan, kurang baik, kurang, kurang, kurang, disampaikan oleh pengkhotbah kurang aturan. Gereja semacam ini tidak membawa happiness tapi membuat kita sedih merasa bersalah. Sebaliknya, ada gereja2 yang seperti Yesus, menerima kita apa adanya. Inti pesan adalah kasih dan pengampunan. Pendetanya kelihatan ingin jemaat Happy, dan hidup dengan semangat dan bertumbuh lebih daripada ingin melihat gerejanya bertumbuh.

Tertawakan diri sendiri. Kita sudah tau bahwa dosa kita sudah diampuni. Kita dengan rasa humor, bisa mentertawakan kebodohan dan kesalahan kita di masa lampau. Jadikan dosa kita dulu menjadi bahan tertawaan bersama suami istri dan keluarga. Kadang 2 melakukan sesuatu yang konyol, seperti menggunakan aplikasi DUBSMASH atau Snapchat buat selfie menjadikan kita dan orang terdekat kita Happy.

Sebenarnya masih banyak tips bagaimana menjadi Happy tanpa melanggar kekudusan. Namun kalau Anda melakukan lima cara diatas, dan tentunya dengan mengerti bahwa Tuhan ingin kita bersuka, tingkat happiness kita akan naik sangat banyak. 

Jangan terlewatkan kisah cinta Hosea.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s