Apakah Allah bisa mengubah rencanaNya?


Suatu hari seorang ibu, pendeta senior, bercerita bahwa malam malam dia ingat akan anaknya yang tinggal di Los Angeles, dan lalu merasa perlu mendoakan. Dia berdoa berdoa untuk anaknya. Keesokan harinya, dia di telpon anaknya dan berkata bahwa pada jam yang sama, anaknya mengalami kecelakaan, mobilnya hancur, tetapi dia tidak  terluka sama sekali.  Kuasa doa yang sungguh luar biasa. Kemudian seorang yang hadir pada waktu itu berkomentar, kelihatannya mahasiswa sekolah Alkitab tertentu; “Bu, sebelum dunia dijadikan, Tuhan sudah tau anak ibu akan survive dari kecelakaan mobil, jadi Ibu berdoa itu sebenarnya tidak mengubah banyak”. Ibu yang bijaksana ini hanya tersenyum. Kemudian ada seorang yang berkomentar lagi, kelihatannya dia baru saja lulus dari sebuah STT di kota Semarang: “Salah, Tuhan sudah menetapkan kejadian ini sejak dahulu, Anak ibu akan nyetir di freeway San Bernardino, dan Tuhan sudah menentukan mobilnya hancur karena tersenggol truk besar, tapi dia selamat. Doa ibu itu hanya sekedar agar Ibu masuk dalam rancangannya”. 
Saya hanya tertegun. Sedemikian tidak pentingkah sebuah doa untuk mengubah keadaan? Kalau semuanya sudah ditentukan, atau sudah diketahui kisahnya, betapa membosankan hidup ini. Bertahun- tahun saya memikirkan pembicaraan itu, sampai saya lebih mengerti firman Tuhan, saya sekarang yakin bahwa tidak semuanya sudah ditentukan atau diketahui sebelum dunia dijadikan. Ada empat points yang membuktikan;

TUHAN SERING MENGUBAH RENCANANYA, KARENA PERUBAHAN KEADAAN ATAU ADANYA DOA. Bilangan 14:12-20, Setelah Musa berbicara dengan Tuhan, maka Dia membatalkan niatnya menghabisi bangsa Israel, dan lalu mengampuni sesuai dengan permintaan Musa. Tuhan bisa mengubah rencanaNya, tergantung dari pertobatan sebuah bangsa seperti di Yeremia 18:(7) Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya.(8) Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka. Masih banyak kejadian yang menunjukkan bahwa Allah mengubah rencana awalNya. Saya percaya Allah tulus. Kalau semuanya sudah ditetapkan atau diketahui, maka tidak mungkin Tuhan secara tulus berkata dia mengubah rencananya.

KADANG KADANG TUHAN MENYATAKAN KEKECEWAANNYA DAN PENYESALANNYA MELIHAT KEJADIAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN YANG SEHARUSNYA. 1 Samuel 15:12-35, adalah kisah yang menyedihkan dimana Tuhan menyesal telah menjadikan Saul raja, karena perbuatan Saul yang tidak berkenan. Masih banyak kekecewaan dan penyesalan Tuhan di perjanjian lama. Tuhan itu tulus, tidak mungkin dia menyesali ketetapannya sendiri.

TUHAN PERNAH SURPRISE KARENA YANG TERJADI TIDAK SEPERTI YANG DIA HARAPKAN. Di Yesaya 5: (4) Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Tuhan sudah melakukan semua yang diperlukan agar kebun itu menghasilkan anggur yang baik. Tentu ini tidak berbicara mengenai kebun anggur, tetapi sebuah metaphor. Tetapi ternyata mereka menghasilkan buah anggur yang asam, atau tidak baik. Pengharapan Tuhan pada Israel untuk menghasilkan buah yang baik, ternyata gagal, karena hasilnya tidak baik. Masih ada beberapa contoh lagi dimana Tuhan surprise akan perbuatan orang Israel. 

TUHAN SUKA MENGUJI UNTUK MENGETAHUI APAKAH UMATNYA AKAN TETAP SETIA ATAU TIDAK. Hakim-hakim 2:(20) Apabila murka TUHAN bangkit terhadap orang Israel, berfirmanlah Ia: “Karena bangsa ini melanggar perjanjian yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyang mereka, dan tidak mendengarkan firman-Ku, (21) maka Akupun tidak mau menghalau lagi dari depan mereka satupun dari bangsa-bangsa yang ditinggalkan Yosua pada waktu matinya, (22) supaya dengan perantaraan bangsa-bangsa itu Aku mencobai orang Israel, apakah mereka tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka, atau tidak.” (23) Demikianlah TUHAN membiarkan bangsa-bangsa itu tinggal dengan tidak segera menghalau mereka; mereka tidak diserahkan-Nya ke dalam tangan Yosua. Salah satu contoh, dan masih banyak lagi, dimana Tuhan ingin tau respon dari bangsa Israel. Tuhan mau menguji apakah mereka akan hidup seperti nenek moyang mereka atau tidak. 

Dari beberapa contoh diatas kita sebagai manusia yang memiliki akal budi, bisa menarik kesimpulan dengan tiga kemungkinan.

  1. Kemungkinan pertama, Alkitab salah. Penulis, menggunakan pemikirannya sendiri bahwa Tuhan mengubah sesuatu yang sudah ditetapkan, padahal sebenarnya tidak begitu.
  2. Kemungkinan kedua, Allah bersandiwara. Allah berpura-pura pura berubah pikiran, membatalkan niatnya, pura2 mendengarkan doa, padahal Dia sudah menentukan jalan ceritanya, atau sudah mengetahui kisah yang akan terjadi.
  3. Kemungkinan ketiga, adalah Alkitab benar, Tuhan dengan tulus tidak berpura pura mengubah rencananya karena mendengar doa2, dan melihat perkembangan situasi.

Saya ingin mengajak pembaca merenungkan, kemungkinan yang mana yang paling mendekati kebenaran. Saya sendiri percaya akan kemungkinan ke tiga, saya percaya doa kita dapat mengubah keadaan, saya sungguh percaya perbuatan kita dilihat Tuhan, dan Dia akan memberikan respon terhadap apa yang kita lakukan.

Puji Tuhan Yesusku hidup. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s