Darah anak domba dan power nya??


Suatu petang, saya memimpin perjamuan suci di pertemuan kecil. Sambil mengangkat gelas plastik berisi sirup berwarna merah tua, saya berkata, ini adalah simbol darah Yesus yang tercurah. Setelah selesai acara itu, seorang wanita, sambil membuang sisa2 sirup itu, berkata, Pak Nug salah, ini bukan simbol, tetapi ini benar-benar darah Yesus. Saya bilang, “bukan! istri saya yang membuatnya dari sirup Marjan dicampur air.” Wanita itu berkata, bahwa saya tidak punya iman. 
Rupanya darah Yesus sering kita anggap punya daya mistis yang luar biasa. Dalam doa-doa peperangan rohani, saya selalu memanggil darah Yesus agar kita menang. Rumah yang dihuni setan, saya dan tim, membawa minyak goreng Bimoli, dan mengolesi kusen pintu rumah sambil berkata, aku urapi rumah ini dengan darah Yesus.

Saya sangat percaya bahwa pencurahan darah Yesus sangat berarti bagi kita semua. Namun apakah dalam setiap situasi yang sulit, menyebut “darah Yesus” memang bermanfaat? Atau sekedar agar merasa lega karena telah memakai mantra ajaib darah Yesus? Apa sebenarnya manfaat darah Yesus? Saya pernah membawa tamu ke Movie World, di Gold Coast, Australia. Disana ada banyak rides. Lalu kami memilih ride yang tidak terlalu mengerikan, “Scooby Doo”. Ternyata ride tersebut cukup menakutkan, Saya mendengar dia berteriak-teriak “darah Yesus… Darah Yesus…”  Ketika turun saya tanya, mengapa dia meneriakkan mantra seperti itu. Dia menjawabnya agar Yesus menyelamatkan dia dari bahaya. Saya berpikir, begitu banyak pengunjung yang naik Scooby Doo, tidak meneriakkan mantra itu, dan juga selamat. 


Ron Wyatt, seorang archeolog yang patut dipertanyakan, menurut pengakuannya menemukan tabut perjanjian. Menurutnya, tabut itu ternyata disimpan di celah bumi, tepat dibawah salib Yesus di bukit Golgota. Ketika darah Yesus tercurah, terjadi gempa bumi, dan darahnya merembes ke celah bebatuan, dan menetes ke tabut perjanjian yang tersimpan dibawahnya. Ketika darahNya terpecik di tudung perdamaian, maka seperti ritual perjanjian lama, dimana Imam besar memercikkan darah kambing, maka tiba-tiba, Allah Bapa sudi mengampuni dosa kita semua yang mau mengaku Yesus Kristus Juruselamat. Tanpa darah Yesus yang tercurah diatas mercy seat, maka Allah tidak dapat, atau tidak boleh mengampuni kita.  Sebuah khayalan dari seorang yang mengaku sebagai archeolog, yang belum pernah memiliki ijin untuk eksplorasi di tanah Israel dari atas pembaringan kematiannya. Yang lebih menyedihkan, hal ini dipercaya oleh sebagian orang Kristen, dan menjadi bahan khotbah dari beberapa pengkhotbah. Bagi saya, film Raiders of the lost Ark, jauh lebih menarik dan indah. 

There is pow’r, pow’r, wonder-working pow’r In the blood of the Lamb;

There is pow’r, pow’r, wonder-working pow’r In the precious blood of the Lamb.

Dahulu, saya suka menyanyikan lagu itu kalau sedang melakukan peperangan rohani. Namun sebenarnya, mantra darah Yesus itu powerless. Tidak memiliki kekuatan magis apapun. Mengusir setan dengan mengucapkan darah Yesus, sama tidak efektifnya dengan melambaikan benda berbentuk salib kearah vampire. Darah Yesus yang tercurah, tidak memiliki power, tetapi memiliki pesan yang powerful. Pesan pengampunan yang luar biasa. Darah Yesus TIDAK berbicara kepada Allah Bapa yang berkata bahwa Yesus sudah menggantikan kita menerima hukuman yang selayaknya untuk kita tanggung. Tetapi darah itu, kebalikan dari darah Habel yang berteriak minta pembalasan, darah Yesus berbicara pada kita akan pengampunan. Kejahatan yang paling besar yang bisa dilakukan umat manusia adalah dengan menyalibkan Tuhan, namun justru Tuhan Yesus memintakan ampun bagi orang-orang yang menyalibkan Dia. 
Kematian Yesus diatas kayu salib, tidak (atau belum) mengubah kehidupan murid-muridnya. Mereka bahkan putus asa, dan kembali ke pekerjaan mereka semula. Namun yang membuat mereka bangkit dengan penuh semangat adalah kebangkitan Yesus, yang sudah tidak mencurahkan darah lagi. Kuasa dari Injil terletak pada kebangkitan Yesus, dan tanpa kebangkitan, kematian Yesus adalah sia-sia 1 Kor 15:(14) Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Petrus dalam suratnya yang pertama, berkata “… rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan...” Pengharapan kita, kelahiran baru kita, didapatkan bukan dari kematian, bukan dari darahNya, tetapi dari kebangkitan Yesus Kristus.
Mari kita hidup sebagai orang percaya yang sudah ditebus. Sebaiknya kita buang superstisius akan kuasa darah Yesus. Biarkan darah Yesus berfungsi seperti fungsi yang sebenarnya, yaitu pesan bahwa kita telah diampuni. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s